Mommies Info

Waspada Virus Cacar Monyet (Monkeypox) Mengintai Anak Indonesia !

Publik kembali dihebohkan dengan adanya virus cacar monyet.. Tentu saja mommies pasti merasa takut dan khawatir mengenai virus tersebut. Yuk Moms kita coba kenali dulu apa sih virus cacar monyet itu ?

Apa Sih Cacar Monyet Itu?

Cacar monyet yang dikenal dengan istilah monkeypox merupakan penyakit zoonosis virus langka yang pertama kali ditemukan di daerah terpencil Afrika. Karena bersifat zoonosis, virus ini ditularkan dari hewan yang terinfeksi virus Orthopoxvirus, keluarga Poxviridae.

Daerah Endemis

Virus cacar monyet tersebar terutama di Afrika Tengah dan Barat yang merupakan hutan hujan tropis.

Negara Terjangkit Cacar Monyet

Tahun 2017 virus cacar monyet terjadi di Central African Republic, Democratic Repblic of Congo, Liberia, Nigeria.

Penularan

Penularan cacar monyet primer terjadi akibat kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau lesi kulit pada hewan yang terinfeksi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, kera, tikus dan tupai merupakan reservoir paling mungkin untuk cacar monyet. Selain itu, mengonsumsi daging hewan terinfeksi yang tidak dimasak dengan benar juga dapat meningkatkan risiko tertular cacar monyet. Sedangkan pada penularan sekuler, virus cacar monyet dapat menyebar dari manusia ke manusia melalui kontak dekat dengan saluran pernapasan orang yang terinfeksi, lesi kulit orang yang terinfeksi, dan cairan orang yang terinfeksi.

Masa Inkubasi

Masa inkubasi atau dari penularan saat penyebab penyakit masuk ke dalam tubuh hingga timbulnya penyakit cacar monyet membutuhkan waktu berkisar dari 5-21 hari.

Gejala
Cacar monyet ditandai dengan munculnya demam, sakit kepala hebat, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot, dan kelelahan pada hari ke 0-5. Sekitar 1-3 hari setelah demam, muncul ruam mulai dari wajah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ruam ini berkembang berisi cairan hingga hari ke-10 dan hilang pada minggu ketiga. Umumnya ruam ini terdiri dari beberapa tahap yaitu enanthem (di lidah dan mulut), macula (1-2 hari, lesi di muka, tangan, kaki menyebar ke seluruh tubuh sampai telapak tangan dan kaki), papula (1-2 hari, lesi mulai menimbul), vesikel (1-2 hari, lesi terisi cairan bening), pustul (5-7 hari, lesi mulai berisi nanah), keropeng (7-14 hari, di akhir minggu kedua keropeng akan menghilang dan penderita sudah tidak menular lagi). Proses penyembuhan dalam 2-3 minggu.

Penanganan
WHO menyatakan, hingga saat ini tidak ada perawatan khusus atau vaksin yang tersedia untuk infeksi cacar monyet. Tapi, wabah ini dapat dikendalikan dengan penanganan segera terhadap orang yang terinfeksi.

Pencegahan

  1. Hindari kontak dengan tikus dan primata terinfeksi serta hindari makan daging yang tidak dimasak secara matang sempurna
  2. Batasi kontak fisik dengan orang yang terinfeksi virus cacar monyet
  3. Pakai sarung tangan dan pakaian pelindung lainnya yang sesuai saat menangani hewan yang terinfeksi dan ketika merawat orang yang sakit
  4. Lakukan vaksinasi
  5. Perilaku hidup bersih dan sehat
  6. Booster imun tubuh dengan vitamin agar tubuh tidak mudah terpapar virus

Nah sekarang Mommies udah tahu kan tentang virus cacar monyet (monkeypox) ini. Jangan panik yah Moms atas beredarnya kabar virus ini. Yang terpenting selalu jaga kebersihan dan jangan lupa untuk selalu booster imun dengan vitamin. Jika timbul gejala cacar baiknya segera pergi ke dokter untuk mendapatkan perawatan medis.. Semoga kita dijauhkan dengan virus yang berbahaya yah Mommies.. Amiin..

 

Salam Hangat Penuh Cinta

 

Hafida

 

Source :

Dr. Imelda Wijaya, MARS

www.cnnindonesia

www.who.int

www.kemkes.go.id

 

Hafida Satya Aryani

Hafida Satya Aryani

Mom of Precious Child. Full Stay at Home Mom

Related Posts