Health Ibu & Anak Mommies Info

Waspada! Penyakit Kawasaki Kembali Terdeteksi, Kenali Gejalanya

Kesehatan buah hati merupakan salah satu hal yang menjadi momok bagi orang tua. Terkadang penyakit yang menyerang anak berada di luar kendali orangtuanya, karena pada dasarnya seorang anak sedang belajar mengenali lingkungannya sehingga orang tua tidak bisa sepenuhnya mengontrol.

Untungnya, kini akses informasi mudah diperoleh membuat orang tua lebih melek tentang berbagai penyakit yang bisa menyerang anak. Namun, tidak ada yang dapat memprediksi kapan, bagaimana, dan apa penyakit yang mungkin saja diderita oleh buah hati.

Sebuah berita yang cukup mengejutkan di posting oleh akun instagram @sharingmombaby, seorang bayi bernama Samuel terserang penyakit langka yang disebut Kawasaki. Samuel tutup usia pada tanggal 29/09/2019 setelah berjuang melawan penyakitnya. Samuel melalui beberapa diagnosis yang berliku hingga akhirnya terdiagnosis dengan penyakit Kawasaki. Namun karena diagnosis tersebut sedikit terlambat, Kawasaki yang diderita Samuel sudah berat hingga berujung pada kematiannya.

Penyakit Kawasaki masuk ke dalam salah satu penyakit langka, bahkan banyak pasien penyakit ini yang belum terdiagnosis. Sangat disayangkan kan mommies ? Oleh karena itu, yuk kita cari tahu lebih dalam tentang penyakit Kawasaki.

 

Definisi Penyakit Kawasaki

Penyakit Kawasaki adalah penyakit akibat vaskulitis akut menyeluruh hingga menyebabkan komplikasi jangka panjang pada jantung. Penyakit ini awalnya ditemukan oleh orang Jepang bernama Tomisaku Kawasaki di tahun 1967. Kawasaki biasa menyerang mulut, kulit, dan kelenjar getah bening pada anak usia di bawah 5 tahun.

Kawasaki penyebabnya masih belum pasti hingga saat ini, dugaannya disebabkan oleh infeksi, toksin, atau kelainan imunoregulator. Oleh karena itu seringkali Kawasaki tidak terdiagnosis karena gejalanya mirip dengan penyakit infeksi lain seperti Campak dan Demam Berdarah.

 

Gejala Penyakit Kawasaki

Sumber : HealthyChildren, 2017

 

Gejala dari penyakit Kawasaki bervariasi. Biasanya gejalanya akan dibagi menjadi 3, yaitu :

 

Stadium demam akut (7-14 hari)

  • Terjadi gejala demam selama lebih dari 3 hari
  • Injeksi konjungtiva
  • Kelainan pada bibir dan rongga mulut berupa kering, kemerahan, serta pecah-pecah
  • Telapak tangan dan kaki membengkak serta memerah
  • Ruam kulit
  • Limfadenopati biasanya berupa munculnya benjolan di leher
  • Meningitis aseptik
  • Diare
  • Gangguan hepar atau gangguan fungsi hati

 

Stadium sub akut (10-25 hari)

  • Ditandai hilangnya demam
  • Ruam kulit
  • Limfadenopati
  • Muntah
  • Pasien nampak kelelahan
  • Injeksi konjungtiva meningkat.
  • Jari tangan dan kaki terkelupas
  • Sendi mengalami nyeri dan pembengkakan
  • Terdapat nanah dalam urine
  • Disfungsi miokardium
  • Trombositosis

 

Stadium konvalesen

Dimulai ketika gejala klinis hilang sampai laju endap darah kembali normal, biasanya 6-8 minggu setelah hilangnya penyakit anak baru akan kembali normal.

 

Diagnosis Penyakit Kawasaki

Diagnosis penyakit Kawasaki biasanya dilakukan apabila seorang anak memiliki gejala-gejala yang sesuai. Kriteria penyakit Kawasaki berdasarkan pada Kawasaki Disease Research and The American Hearth Association (AHA) meliputi :

  1. Demam lebih dari 5 hari
  2. Terdapat 4 dari 5 gejala yang telah dijelaskan di atas
  3. Penyakit tidak dapat dijelaskan oleh penyakit lain yang diketahui

Adanya demam dan minimal terdapat 4 dari 5 gejala yang disebutkan sebelumnya maka diagnosis dapat ditegakkan. Sementara itu, pasien yang hanya memiliki 3 gejala atau kurang dapat didiagnosis penyakit Kawasaki apabila ditemukan kelainan arteri koronaria.

Apabila anak anda terdiagnosis mengalami penyakit Kawasaki maka pengobatan harus segera dilakukan. Akan lebih baik apabila masih di stadium awal. Pengobatan tersebut berguna untuk mencegah kerusakan pada jantung yang dapat mengancam nyawa buah hati anda. Better worry than sorry kan mommies? Semoga bermanfaat.

 

 

Sumber :

 

Sumber gambar :

Ciptaningtyas D. A. Ikaningrum

Seorang Ibu muda yang ingin sepenuhnya membersamai anak di rumah dan menjadikan rumah sebagai tempat bermain yang menyenangkan.
Follow Me:

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *