Health Mommies News

Waspada! Inilah 8 Bahaya Sering Makan Mie instan

Pernahkah Anda makan mie instan, mommies? Mayoritas dapat dipastikan jawabannya adalah pernah. Bagi orang Indonesia makan mie bukanlah hal aneh. Kemudahan dalam memasak, rasa yang enak serta beragam dan harga yang murah merupakan alasan banyak orang menyukainya.

 

Konsumsi mie instan

Sumber : databoks, 2018

Tingginya minat konsumen makanan berupa mie di Indonesia pada tahun 2017 mencapai 12,63 miliar bungkus dan menempati peringkat nomor dua di dunia menurut World Instant Noodles Association (WINA). Bukankah sangat mengejutkan, mommies?

 

Dilansir dari kompas.com, pada hari jumat lalu (08/11/2019) ada sebuah iklan lama tentang mie instan yang kembali viral setelah diunggah oleh sebuah akun bernama Kementerian Humor Indonesia. Iklan tersebut banyak dibagikan oleh ribuan orang dan mendapat banyak komentar. Beberapa komentar menyinggung tentang bahaya apabila terlalu sering mengonsumsi mie instan. Benarkah itu? Nah, berikut bahaya apabila terlalu sering mengonsumsinya.

 

1. Kerusakan Jaringan Otak

Mengonsumsi mie instan secara sering berarti Anda menumpuk zat-zat kimia berbahaya dalam tubuh dan dapat berefek ke rusaknya jaringan otak akibat dari berkurangnya transmisi sinyal ke otak. 

 

2.Beresiko Kanker

Mie instan biasanya mengandung Butylated hydroxyanisole (BHA) dan t-butylhydroquinone (TBHQ) yang berfungsi untuk membuat mie dapat disimpan dalam waktu lama. Kedua bahan tersebut bersifat karsinogenik yang berarti dapat menyebabkan kanker.

 

3. Beresiko Keguguran

Konsumsi mie dalam jumlah banyak maupun sering bagi Ibu hamil akan meningkatkan resiko keguguran. Hal ini dikarenakan zat yang terkandung di dalam bumbu dan pengawet mie dapat mempengaruhi perkembangan janin.

 

4. Kerusakan Organ

Zat yang digunakan untuk membekukan mie disebut propylene glycol. Zat anti beku tersebut menjaga mie dari pengeringan dengan memperhatikan kelembaban.

Propylene glycol tersebut terserap di jantung, hati dan ginjal. Zat berbahaya tersebut dapat mengakibatkan kerusakan dan kelainan korban, melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda.

 

5.Sindrom Metabolik

Sindrom ini menyebabkan potensi Anda terkena penyakit jantung, stroke dan diabetes meningkat. Alasannya adalah karena tumpukan zat-zat kimia berbahaya di dalam tubuh seperti pewarna makanan, pengawet makanan dan zat aditif yang dikandung mie instan.

 

6. Sumber Nutrisi Yang Tidak Baik

Mie sering disebut sebagai makanan yang tidak sehat karena mengandung karbohidrat, natrium dan lemak yang tinggi. Sayangnya, mie tidak banyak mengandung protein, vitamin, mineral, dan serat.

Tubuh kita hanya akan menerima nutrisi yang buruk apabila kita mengonsumsi mie terlalu sering atau terlalu banyak. Bahkan dapat berakibat buruk bagi kesehatan Anda, misalnya menyebabkan obesitas, hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan kerusakan ginjal.

 

7. Mengandung MSG

Monosodium glutamate (MSG) membuat mie instan lebih kaya rasa. Kandungan MSG dapat memicu reaksi alergi yang menyebabkan rasa terbakar, panas di dada, kemerahan pada wajah dan sakit kepala.

 

8.Perhatikan Kemasannya

Kemasan mie terkadang ada yang dibungkus menggunakan bahan sterofoam yang mengandung bahan Bisphenol A (BPA). Zat tersebut berbahaya bagi bayi hingga dewasa karena dapat mengganggu cara kerja hormon, memengaruhi kinerja otak, menghambat perilaku hingga resiko penyakit jantung.

 

Apabila Anda memerhatikan kandungan nutrisi di dalam mie instan yang tidak seimbang dan banyaknya zat yang merugikan tubuh, maka akan lebih baik untuk membatasi konsumsi mie instan. Selain itu, sebagai upaya menambah gizi dalam semangkuk mie Anda dapat menambahkan bahan tambahan lainnya. Semoga bermanfaat.

 

Sumber : 

 

Sumber gambar :

Ciptaningtyas D. A. Ikaningrum

Seorang Ibu muda yang ingin sepenuhnya membersamai anak di rumah dan menjadikan rumah sebagai tempat bermain yang menyenangkan.
Follow Me:

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *