Mommies Info

WASPADA ! Modus Dan Motif Penculikan Anak dengan Cara Ini 

Akhir-akhir ini kembali beredar kabar berita penculikan anak yang terjadi di salah satu masjid di Bekasi. Kejadian penculikan tersebut terekam kamera CCTV yang terpasang di masjid. Sebelum membawa pergi korban, pelaku sempat memberikan makanan sebagai iming-iming kepada korban. Kendati demikian, kasus ini sedang dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Kasus penculikan anak yang masih marak di negara kita ini membuat para orangtua menjadi khawatir dan cemas ya moms..

Kenali Modus dan Motifnya

Komisi Perlindungan Anak Indonesia mengkaji bahwa jenis dan motif penculikan antara lain yaitu ekonomi individual dan berjejaring, seperti trafficking, dendam dan adanya masalah tertentu.
Ada beberapa modus yang biasa dilakukan oleh pelaku penculikan yakni :

1. Mengajak anak bermain.
2. Memberi makanan dan minuman.
3. Jebakan melalui siber, biasanya diawali dengan saling chatting di akun media sosial kemudian si pelaku mengajak korban bertemu di suatu tempat. Setelah itu baru si pelaku melancarkan aksinya.

Perlu moms ketahui bahwa saat ini pola penculikan sudah bergeser mengikuti perkembangan digital yang semakin canggih yakni menggunakan metode daring. Metode daring ialah para pelaku mengincar postingan foto-foto wajah maupun postur tubuh anak.

Tindakan Preventif

Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati menyampaikan bahwa orang tua perlu menanamkan kepada anak agar tidak mau diajak orang yang tidak dikenal, ditawari sesuatu ataupun diiming-imingi benda apapun juga tidak serta merta mau diajak oleh orang yang mengatasnamakan orang tuanya.

Demikan juga jika di jalan ada hal-hal yang mencurigakan, maka anak dapat meminta pertolongan orang di sekitarnya. Misalnya, dengan berteriak ketika dalam keadaan darurat. Selain itu, orang tua juga perlu memperkenalkan rute aman sekolah, baik ketika berangkat maupun pulang, sehingga anak dapat tetap mandiri tapi aman.

Pihak KPAI juga menghimbau kepada para orang tua untuk tetap berpikir bijak dan jernih agar tidak khawatir berlebihan yang bisa berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Sebab rasa kekhawatiran yang berlebih akan mengurangi kepercayaan diri anak dalam bersosialisasi. Orang tua tetap perlu mengedukasi anak dengan baik terkait tindakan penculikan, dengan penjelasan yang sesuai usia tumbuh kembangnya.

Adapun jika kita atau orang disekitar kita mengalami kejadian ini, maka segera lapor ke pihak kepolisian. Jeratan hukum bagi pelaku penculikan anak, sesuai UU 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak pasal 83, mereka yang memperdagangkan, menjual, atau menculik anak untuk diri sendiri atau dijual, dijatuhi pidana maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp 300 juta.

Tentunya menjadi harapan kita semua, bahwa tak ada lagi kasus penculikan anak. Selain melakukan tindakan preventif, jangan lupa untuk selalu bermunajat kepadaNya agar anak-anak kita selalu dilindungi dari marabahaya apapun.

Sumber :

kpai.go.id

tempo.co

Aprilia Tika Primasanti

Aprilia Tika Primasanti

Seorang ibu yang bersemangat belajar untuk menjadikan hidupnya bahagia dengan membersamai keluarga dan semaksimal mungkin ingin bermanfaat dan membawa perubahan menuju lebih baik.

Related Posts