Mommies Info Mommies News Parenting

Viral!Anggota TNI di Aceh Selamatkan Bocah yang Dipasung Kedua Orangtuanya: Perhatikan 4 Bahaya Hukuman Fisik bagi Anak

Mommies, saat ini tengah beredar video anak yang dipasung sedang diselamatkan oleh seorang anggota TNI di Aceh. Anak tersebut dipasung dengan menggunakan rantai di rumahnya oleh orang tuanya sendiri. Kedua orang tuanya beralasan memasung anaknya karena tidak mau mengaji.

Namun, setelah ditelusuri dari pengakuan sang anak ternyata terungkap bahwa ia dipasung karena tidak membawa uang dari hasil mengemis. Anak tersebut juga mengungkapkan bahwa ia dipaksa mengemis oleh orang tuanya. Mirisnya uang hasil ia mengemis tersebut digunakan untuk membeli sabu oleh orang tuanya.
Dikutip dari Tribunnews.com (21/9/2019) setelah dilakukan interogasi dan tes urin dari orang tua anak tersebut menunjukkan hasil bahwa kedua orang tua tersebut positif mengkonsumsi sabu. Selain itu, terungkap bahwa anak tersebut telah dipaksa mengemis oleh ayah tiri dan ibunya selama dua tahun terakhir. Apabila anak tersebut tidak membawa uang dari hasil mengemis ia dipukul dan disiksa oleh ibunya.
Membaca berita di atas rasanya miris sekali ya Mommies. Melihat alasan kedua orang tua anak tersebut menyiksa anaknya rasanya sangat keterlaluan dan patut dikenai hukuman oleh pihak berwajib.
Kita sebagai orang tua memang terkadang diuji kesabarannya ketika menghadapi anak yang tidak mau menurut dengan kita. Kadang sikap mereka memicu emosi orang tuanya, sehingga terkadang orang tua tidak mampu mengontrol emosi mereka dan memberi hukuman fisik kepada anak. Tapi hal tersebut tidak seharusnya dijadikan alasan untuk para orang tua memberikan hukuman fisik dan menyiksa anak. Karena hukuman fisik dapat memberikan dampak buruk pada anak lho Mommies. Tahukah Mommies apa saja dampak buruknya? Berikut adalah dampak negatif dari memberi hukuman fisik kepada anak:
1. Menumbuhkan perilaku agresif pada anak
Menurut American Psychology Association (APA), berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa hukuman fisik untuk mendisiplinkan anak cenderung menumbuhkan perilaku yang bermasalah pada diri anak. Contoh perilaku bermasalah tersebut adalah agresivitas dan pembangkangan. Ketika orang tua menghukum anak dengan hukuman fisik maka anak belajar bahwa kekerasan merupakan perilaku yang dibenarkan.
2. Berkurangnya jumlah materi abu-abu pada otak
Berdasarkan studi pada tahun 2009 menyatakan bahwa anak-anak yang pernah dipukul mengalami pengurangan jumlah materi abu-abu pada otaknya. Materi abu-abu memiliki fungsi untuk mengubah informasi yang diterima seseorang dari pendengaran, emosi dan pengendalian diri menjadi data kimiawi yang dapat dipahami oleh otak.
3. Kesehatan mental terganggu
Hasil penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat pada tahun 2012 menunjukkan bahwa 2%-7% gangguan kesehatan mental ada kaitannya dengan hukuman fisik, terutama gangguan depresi, kecemasan dan paranoia. Enam persen dari peserta penelitian mengaku pernah mendapatkan hukuman fisik dari orang tua mereka. Hukuman fisik yang mereka terima seperti didorong, ditampar, dicengkeram dan dipukul.
4. Minum-minuman keras, penyalahgunaan obat-obatan dan bunuh diri
Sebuah studi di Ontario yang melibatkan 4888 partisipan menunjukkan hasil bahwa mereka yang memiliki riwayat mendapatkan hukuman fisik pada masa kanak-kanak mengalami kecemasan seumur hidup, ketergantungan pada alkohol dan penyalahgunaan obat-obatan. Studi lain juga menunjukkan bahwa 37 persen dari 758 partisipan orang dewasa muda yang pernah dipukuli memiliki kemungkinan untuk bunuh diri.
Mommies, ternyata cukup serius ya dampak dari memberikan hukuman fisik pada anak. Hukuman fisik ternyata juga bukanlah jalan yang efektif untuk mendisiplikan perilaku anak. Masih banyak cara lain yang lebih positif untuk mendisiplinkan perilaku anak, salah satunya dengan cara mengambil sesutu yang anak senangi untuk beberapa saat ketika anak mulai menunjukkan perilaku yang tidak sesuai. Semoga untuk kedepannya tidak ada lagi kasus kekerasan fisik pada anak.
Sumber :
  • McMillan HL, Boyle MH, Wong MY-Y, et al. Slapping and spanking in childhood and its association with lifetime prevalence of psychiatric disorders in a general population sample. Can Med Assoc J 1999;161:805–9.
Sumber Gambar :
Sumber Video :

Ayu Putri

Seorang ibu rumah tangga yang berusaha menjadi bermanfaat untuk sesama.
Follow Me:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *