Parenting

Tips Berdamai Dengan “Terrible Two”

Adakah Moms disini yang sedang menghadapi si Kecil yang mudah tantrum/sering membantah ketika memasuki usia 2 tahun? Jika ada, artinya Moms tidak sendirian. Ketika memasuki usia 2 tahun, anak akan lebih sering membantah, ingin kemauan nya dituruti, bahkan sampai tempertantrum. Fase inilah yang sering disebut dengan fase “Terrible Two”.

Terrible Two adalah fase normal yang terjadi pada setiap anak yang memasuki usia dua tahun. Pada masa ini, biasanya anak akan sering membantah (berkata “tidak”), emosi tidak stabil, dan tantrum saat keinginannya tidak terpenuhi. Hal ini terjadi karena anak mulai merasa dewasa sehingga ingin melakukan segala sesuatu sendiri. Padahal sebagai orang tua tentu akan khawatir jika anak melakukan sesuatu sendiri yang dapat membahayakan dirinya, disinilah seringkali terjadi perdebatan antara orang tua dan si kecil.
Walaupun si Kecil kerapkali memancing emosi & menguji kesabaran Moms, pada masa ini ia banyak sekali mengalami perkembangan dalam dirinya baik itu dari segi motorik, kecerdasan, sosial, dan emosinya. Yang saya amati, menginjak usia 2 tahun anak akan lebih banyak memiliki kosa kata dan juga ia akan mendorong dirinya sendiri untuk lebih mandiri (makan sendiri & memakai baju sendiri misalnya). Ia juga sudah mengerti tentang aturan yang harus ditaati, sudah bisa bermain peran, dan ingin menjadi lebih dewasa (memakai barang miliki orang tau seperti sandal, tas, topi, dll, misalnya). Namun, terkadang ia kurang bisa mengkomunikasikan perasaannya dengan baik sehingga seringkali marah & frustrasi sendiri.

Tips Menghadapinya:
1. Tetap tenang jangan emosi
Saat si kecil tantrum, sebaiknya tetap tenang dan tahan emosi ya, Moms. Karena jika Moms merasa kesal dengan tantrum nya, itu akan membuatnya semakin menjadi. Biarkan menangis dan acuh maka ia akan menghentikan tangisnya sendiri. Setelah berhenti baru tolong ia dengan memberikan pelukan & pengertian.
2. Tegas dan Konsisten dengan peraturan yang telah dibuat
Selalu tanamkan pada si Kecil bahwa peraturan tetaplah peraturan yang harus ditaati dan tidak akan berubah dengan tangisan dan teriakannya. Karena jika terbiasa dituruti anak akan tumbuh menjadi pribadi yang manja dan sulit untuk beradaptasi dengan segala situasi di kemudian hari.
3. Alihkan perhatian
Saat anak tantrum, alihkan perhatiannya dengan cara menyanyikan lagu kesukaan dan bercerita/memperlihatkan hal yang ia suka. Karena anak kecil itu mudah ter-distract maka mengajaknya bermain biasanya akan membuat tantrumnya reda.
4. Memberikan pengertian
Anak usia dua tahun sudah bisa lho Moms diajak bernegosiasi dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti. Berikan ia penjelasan mengapa Moms melarang si Kecil melakukan sesuatu dan jelaskan tentang akibat jika melakukannya. Dengan sikap tenang maka anak akan mudah mencerna dan berusaha mengungkapkan perasaannya kepada Moms.
5. Memberikan pilihan
Ketika si Kecil diajak mandi lalu ia membantah dengan berkata “tidak”, maka Moms sebaiknya memberikan pilihan kepadanya. Contoh, “Adek mau mandi pakai shower atau pakai bathtub? Adek mau makan pakai bubur atau telor dadar?”. Dengan memberikan pilihan maka anak akan memilih sesuai yang ia inginkan dan hal tersebut meminimalisir kesempatannya untuk berkata “tidak”. Yang penting pilihan yang diberikan harus bisa benar-benar diwujudkan oleh orang tua.

Semoga bermanfaat.

Ziana Walida

Fulltime mother & fulltime learnerđź’•
Follow Me:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *