Menyusui

6 Tips Agar ASI Lancar Pasca Melahirkan

Menjadi ibu adalah sebuah perjuangan, setelah melewati perjuangan hamil dan melahirkan, seorang ibu memiliki kewajiban memberikan ASI eksklusif kepada anaknya selama kurang lebih 2 tahun. Menyusui tidak hanya perkara bayi nangis lalu langsung disodorin payudara langsung diem, tetapi ada banyak hal dibalik itu semua yang seorang ibu perjuangkan. Ada yang setelah melahirkan ASI keluar sedikit, ada yang sampai kelebihan ASI hingga menjadi mastitis, ada yang berjuang melawan puting pendek bahkan puting lecet, dan lain sebagainya. Semua itu dilewati seorang ibu hanya untuk memberikan ASI eksklusif kepada anaknya.

Alhamdulillah, bersyukur sekali saya dikaruniai ASI yang melimpah bahkan sampai berlebih. Maka di sini saya akan berbagi kepada Moms semua supaya ASI lancar setelah melahirkan. Karena setelah proses persalinan, tidak menunggu waktu lama saya sudah bisa langsung menyusui bayi saya.

Apa saja tipsnya agar ASI lancar?

1. Rajin konsumsi daun katuk
Sejak usia kandungan memasuki 20 minggu, suami menyarankan untuk makan sayur bening dari daun katuk. Karena daun katuk memiliki khasiat sebagai pelancar ASI. Dengan keyakinan bahwa setelah melahirkan nanti dapat lancar menyusui. Sebenarnya saat usia ini ASI sudah mulai keluar tetes demi tetes tapi tidak banyak.

2. Rutin melakukan breast care
Perawatan payudara yang saya lakukan adalah pijat payudara dan membersihkan payudara serta menarik puting agar tidak datar. Perawatan ini sudah saya lakukan semenjak hamil. Untuk pijat payudara biasanya saya serahkan pada jasa pijat di sekitar tempat tinggal saya atau bidan. Hasilnya, ASI menjadi lancar dan proses perlekatan saat menyusui lebih mudah.

3. Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sesaat setelah bayi lahir
Bersyukur sekali setelah Hazal keluar dari rahim saya, kami langsung bisa melakukan IMD. Kata bidan yang membantu proses persalinan, IMD ini penting untuk meningkatkan bonding antara ibu dan anak. Selain itu juga baik untuk melatih bayi mencari puting dan merangsang ASI keluar. Saat seperti ini adalah saat-saat hormon oksitosin bekerja baik, sehingga baik sekali untuk merangsang produksi ASI.

4. Rajin menyusui atau pumping
Karena produksi ASI itu supply by demand maka semakin sering menyusui, payudara akan semakin memproduksi ASI sesuai kebutuhan. Karena saya direct breastfeeding maka saya jarang pumping kecuali ketika dibutuhkan yaitu saat payudara terlalu penuh tetapi Si Kecil sudah kenyang menyusu.

5. Menyusui dengan urutan yang benar
Maksudnya, menyusui dengan payudara kiri dulu hingga dirasa kosong baru pindah ke payudara kanan, begitu pula sebaliknya. Hal ini untuk menghindari ASI membendung yang dapat memicu terjadinya mastitis.

6. Selalu bahagia
Karena kunci utama ASI lancar adalah ibu yang bahagia. Cerita pengalaman saya saat LDM sama suami, saya sedih lalu ASI saya berkurang. Tetapi setelah suami pulang ASI saya langsung bertambah dengan sendirinya. Maka dari itu, Moms perlu support system selama menyusui, bisa dari orang terdekat (suami atau orangtua) dan juga dari diri sendiri. Jika diri kita senantiasa bersyukur, maka kita akan bahagia. Happy Mommy happy child, so be happy Moms.

Semoga bermanfaat.

Ziana Walida

Ziana Walida

Fulltime mother & fulltime learneršŸ’•
Follow Me:

Related Posts