Ibu & Anak Mommies Daily Mommies Info Mommies News Parenting

Ternyata Bayi Juga Bisa Membaca, Lakukan 6 Prinsip Ini

Kebingungan orang tua untuk mengajari anak membaca sudah tidak asing lagi ya mommies. Salah satu sebabnya adalah karena tuntutan bahwa ketika memasuki bangku sekolah dasar, anak harus bisa membaca. Padahal, mengajari membaca itu sendiri tidak diperkenankan sebelum anak berusia tujuh tahun.

Pusing kan, mommies?

Tenang, mommies. Ada satu metode dimana anak bisa diajari membaca, bahkan sejak dalam kandungan. Ups! Bukan mengajari. Prinsip metode ini adalah membacakan. Ya, membacakan dengan keras atau bahasa jawanya “read-aloud” dari Jim Trelease.

Berikut prinsip mutlak metode read-aloud yang bisa kita terapkan pada anak-anak kita:

1. Anak dan bayi bukan diajarkan untuk membaca.
Ya, mommies. Bayi dan anak “dirangsang” atau “distimulasi” agar senang membaca. Tujuannya agar terekam dalam memori anak dan bayi bahwa “membaca itu kegiatan yang menyenangkan”. Sehingga anak akan membaca dengan sendirinya bahkan dengan senang hati.

2. Sediakan lingkungan yang kondusif bagi anak dan bayi untuk membaca.
Lingkungan ini bisa kita bentuk pertama kali dimulai dari kita sebagai orang tuanya. Bagaimana bisa kita meminta anak untuk membaca, sedangkan anak sendiri tidak pernah ataupun jarang melihat kita membaca? Selain itu, kita modifikasi rumah kita sebagai kawasan ramah baca dengan menerapkan 3 B, yaitu B (Book/ Buku), B (Book basket/ keranjang buku) dan B (Bed lamp/ lampu tidur). Kita letakkan di daerah strategis yang biasa anak gunakan untuk bersantai ya, mommies. Kalau di Amerika sih, keranjang buku ditaruh di kamar mandi. Bagaimana dengan kita?

3. Lakukan kapanpun, dimanapun.
Kapanpun ada waktu membaca, dimanapun ada kesempatan untuk membaca, mari kita terapkan kegiatan ini bersama anak-anak kita. Jauhkan gadget dan juga TV, mommies. Bagi kita orang tuanya, jangan tergoda untuk terlalu sering membaca dari gadget dan lebih seringlah membaca dari buku. Apa bedanya? Artikel dalam gadget pembahasannya tidak seberapa mendalam dibandingkan bacaan di buku.

4. Tanggapi semua respon anak dan bayi saat membaca.
Mommies, ada beberapa gejala yang ditampakkan ketika bayi tertarik membaca lho. Ketertarikan itu terlihat di setiap bulan masa perkembangan bayi. Mulai dari mengeluarkan suara khas bayi, mulai menggapai-gapai buku, menggigiti buku sampai kepada berpura-pura membacakan buku untuk kita. Bahkan ketika bayi dibacakan buku saat di dalam kandungan, setelah lahir bayi masih familiar dengan bacaan yang kita ceritakan lho, mommies.

5. Bacakan semua untuk anak.
Mommies, membaca dalam metode ini tidak semata-mata membacakan tulisan dalam bukunya saja lho. Pertama, kita bacakan siapa yang mengarang bukunya. Ceritakan bagaimana latar belakang pengarang sehingga anak akan terbiasa memahami siapa yang menuliskan cerita. Kedua, bacakan sampulnya. Mulai dari judul, warna sampul, hewan yang ada dalam sampul dan sebagainya. Lalu masuklah ke dalam cerita. Tidak harus kaku sesuai dengan tulisan. Mengalir saja dan anggaplah kita sedang berimajinasi bersama anak. Ceritakan keadaan hutan, bagaimana suara hewan. Maka membaca akan menjadi sangat mengasyikkan.

6. Membacalah bersama anak, bukan membaca kepada anak atau membaca dengan anak.
Perbedaannya adalah membaca kepada anak adalah kita membaca satu arah kepada anak tanpa memperhatikan respon yang ditunjukkan. Anak akan senang beberapa saat, namun nantinya akan cepat bosan. Membaca dengan anak adalah kita dan anak membaca bersama-sama. Anak memberikan respon dan kita pun menanggapi cerita tanpa menghiraukan respon anak. Sedangkan membaca bersama anak adalah apapun respon yang anak berikan saat kita membacakan, kita tanggapi semua respon tersebut. Kita menganggap bahwa kita sedang ngobrol asyik bersama sahabat lama kita. Hmm, betapa hangatnya.

Dan masih banyak lagi prinsip yang harus kita lakukan saat membacakan buku dengan keras. Terpenting adalah konsisten dan jangan mudah lelah dengan permintaan anak untuk dibacakan ketika anak nantinya sangat senang membaca. Dengan demikian, perlahan-lahan anak akan bisa dan senang membaca dari hati mereka.

 

Sumber bacaan:

  • Adhim, M.A. (2015). Membuat Anak Gila Membaca. Pro-U Media. Yogyakarta
  • Trelease, J. (2017). The Read-Aloud Handbook: Membacakan Buku dengan Nyaring, Melejitkan Kecerdasan Anak. Noura. Jakarta Selatan.

Sumber gambar:

Maulia Nur Adrianisah

Saya seorang wanita yg bangga memiliki profesi utama menjadi ibu rumah tangga. Juga seorang istri dari sesosok laki-laki yg senang mengajar dan menulis. Namun lebih terlihat cahayanya ketika menulis, lalu tanpa disadari saya pun mengikuti jejaknya. Semoga apapun yg kami tuliskan, bermanfaat bagi banyak orang, khususnya kami sendiri sebagai manusia yg masih perlu banyak belajar.
Follow Me:

Related Posts

    • Maulia Nur Adrianisah says:

      terimakasih atas tanggapannya ya mom..
      utk buku yg baik bagi bayi, terserah mom mau buku apa.. tapi kriterianya ada di artikel selanjutnya ya mom.. 🥰

  1. Syarifah Mutia says:

    Waahh sangat menginspirasi😍 akhirnya bisa tau salah satu cara ampuh biar dede stay away from gadget.. tq mom infonya😘

    • Maulia Nur Adrianisah says:

      terimakasih mom atas responnya..
      iya mom, betul.. ini sebagai salah 1 cara utk mengenalkan dan menghargai pengarangnya, mom..
      😇

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *