Ibu & Anak

Stimulasi Kecerdasan Newborn dengan 7 Aktivitas ini

Hi moms..
Lagi-lagi kami akan membahas soal stimulasi. Namun, kali ini akan lebih spesifik pada perkembangan usia anak, terutama untuk newborn. Kenapa harus newborn? Karena kami paham akan kebutuhan orang tua baru. Tak sedikit orang tua baru yang tahu bahwa stimulasi dapat dilakukan sejak usia 1 bulan.

Seperti yang diketahui bahwa stimulasi amatlah penting dilakukan agar perkembangan anak optimal. Memberikan rangsangan yang tepat sesuai usia adalah salah satu upaya mencerdaskan otak anak. Siapa yang tak mau memiliki anak yang cerdas?! Saya yakin semua moms yang membaca artikel ini pasti ingin memiliki anak yang cerdas.

Saat bayi berusia 1 bulan, panca indera bayi mulai berkembang. Moms dapat lakukan hal-hal berikut untuk menstimulasi panca inderanya :

  • Mengajak berkomunikasi
    Menangis adalah salah satu sarana utama bayi dalam berkomunikasi. Melalui menangis, ia menunjukan bahwa ia sedang membutuhkan sesuatu atau memberi isyarat bahwa ada sesuatu yang tak nyaman baginya. Saat usia bayi menginjak usia 1 bulan, bayi mulai dapat diajak komunikasi dua arah meskipun masih terbatas senyum dan bersuara “ah” atau “oh”. Oleh karena itu, ajaklah ia berbicara, mengoceh, dan bernyanyi.
  • Menyediakan mainan gantung
    Pada usia 1 bulan, penglihatan bayi sudah mulai berkembang. Memberikan mainan gantung akan membantu bayi memfokuskan perhatian dan merangsang visualnya.
  • Bermain tekstur
    Untuk bermain tekstur, moms bisa menyediakan boneka atau mainan yang memiliki multi tekstur, seperti lembut-kasar, lunak, keras, dsb. Biarkan bayi memegang mainan tersebut dan merasakan sensasi yang berbeda. Melalui kegiatan ini, indera peraba bayi akan terstimulasi.
  • Eksplorasi wajah dan tubuh
    Permainan ini dapat membantu bayi meningkatkan kesadaran terhadap tubuhnya sendiri dan orang-orang terdekatnya. Moms bisa mendekatkan hidung mom ke tangan bayi sambil berkata “ini hidung bunda” dan lakukan hal yang sama dengan mendekatkan tangan bayi ke hidungnya sendiri sambil berkata “ini hidung adik”.
  • Ekspresi wajah dan suara
    Memperlihatkan berbagai ekspresi wajah dan memperdengarkan suara yang berbeda-beda mampu mengembangkan kemampuan penglihatan dan pendengaran bayi. Moms dan Dads bisa melakukan gerakan seperti memonyongkan mulut, menggerakan hidung, menjulurkan lidah, menguap, batuk-batuk, mengernyitkan dahi, dan lain sebagainya.
  • Mengayuh sepeda
    Gerakan mengayuh sepeda mampu mengasah kemampuan motorik bayi, sekaligus mengembangkan kemampuan berpikirnya. Selain itu, gerakan ini juga akan dibutuhkan ketika bayi mengalami sembelit disaat sudah memasuki tahap MPASI. Gerakan ini dapat dilakukan dengan cara membaringkan tubuh bayi di bidang datar. Kemudian, moms gerakan kakinya seperti gerakan mengayuh sepeda. Lakukan secara perlahan.
  • Memberikan pijatan lembut
    Memberikan pijatan lembut setelah mandi, pasalnya mampu merangsang indera peraba bayi. Selain itu, pijatan lembut akan membuatnya merasa lebih rileks.

Moms tidak perlu khawatir jika si kecil belum memberikan respon banyak dari stimulasi yang moms berikan. Hal tersebut adalah wajar karena perkembangan panca indera si kecil yang belum sempurna. Sebaiknya lakukan stimulasi secara rutin dan kontinyu, namun jangan berlebihan ya, moms agar si kecil tidak overstimulated dan tetap merasa nyaman.

Sumber bacaan:
Jamaan, SpOG , Dr.dr. Taufik. 2017. Guide to Pregnancy & Healthy Baby. Bogor: Onbloss Creative Mandiri.

Miranti Verdiana Ranu Muindro

Miranti Verdiana Ranu Muindro

Hello, I’m Mira and I’m One Happy Housewife! Allah has blessed me with an amazing husband and a wonderful son. I am half Javanese and half Sundanese. I love writing, organizing, home decorating, playing with my son, and planning out and making lists for everything! I am lucky enough to be a housewife and stay-at-home mom and do what I love everyday.

Related Posts