Mommies Daily

Selamat Datang Adik Baru

SELAMAT DATANG ADIK BARU

Assalamu’alaikum mommies..
Bagaimana kabarnya hari ini??
Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal’afiat yaa..

Adakah para mommies yang tengah bahagia menanti kelahiran anak kedua?
Adakah terselip rasa khawatir dan was-was gimana nanti menghadapi respon anak pertama yang otomatis berstatus ‘kakak’ untuk pertama kalinya? Jangan-jangan nanti si kakak jealous atau bahkan rewel?
Nah, saya mau sharing nih pengalaman saya pribadi tentang mempersiapkan calon kakak dalam menyambut kedatangan ‘adik baru’..
Let’s enjoy..

PERSIAPAN SEBELUM KEDATANGAN SANG ADIK

Pertama, saya ucapkan selamat ya untuk para mommies yang tengah berbahagia melewati masa kehamilan kedua, ketiga atau bahkan yang keempat saat ini..
Betapa harunya ya bisa kembali merasakan denyut jantung baru di dalam tubuh kita ya.. sambil mengulang memori saat kehamilan pertama dulu seperti ngidam, morning sickness, kesempatan ngintip calon bayi lewat Ultra Sono Grafi atau yang lebih sering kita sebut USG, belanja baju dan perlengkapan bayi dan sebagainya. Seru deh pokoknya. Ups, tapi ada satu yang berbeda saat ini. Yap, mommies juga kudu mempersiapkan si sulung alias anak pertama juga lhoo supaya dia siap menyandang status baru menjadi seorang kakak.

Apa saja sih yang harus mommies lakukan?

1. Ajaklah serta si kakak ke klinik atau rumah sakit saat kita cek atau kontrol kehamilan. Sampaikan kepadanya bahwa ada adik di dalam perut mommy, tentunya dengan bahasa yang mereka pahami. Biasanya respon pertama mereka antara bingung tapi senang karena mereka merasa bakal punya teman baru.
Seperti halnya, anak sulung saya dulu begitu gembira saat mendengar suara degupan di perut saya saat diperiksa dengan alat cek detak jantung janin. Bunyinya kan nyaring ya?
Apalagi kalau dicek USG, dia begitu antusias seolah-olah dia juga ingin melihat perkembangan calon adik barunya.
Hal yang perlu diperhatikan adalah jika memungkinkan, ajak serta juga suami atau orang dewasa lain agar membantu menjaga si kakak saat kita sedang diperiksa oleh dokter atau bidan ya mommies.

2. Libatkan si kakak dalam pemberian nama untuk sang calon adik. Pastikan mommies sudah menyiapkan beberapa pilihan nama untuk memudahkan si kakak dalam memilih dan menentukan.

3. Dalam tradisi Jawa, belanja segala tetek bengek persiapan kelahiran baru bisa dimulai saat menginjak sekitar usia kehamilan 7-8 bulan. Jangan lupa saat berbelanja, ajaklah si kakak untuk ikut memilih beberapa perlengkapan calon adik bayi, misalnya saat membeli baju, tanyalah pendapatnya tentang warna atau gambar yang bagus menurutnya. Meski terlihat repot ya mommies, tapi kegiatan ini akan sangat berkesan bagi si kakak.

Kemudian yang perlu mommies ketahui saat waktunya nanti si adik sudah terlahir ke dunia, betapa pentingnya kita memberi contoh bagaimana cara memperlakukan si adik yang masih bayi, misalkan kalau ingin memegang adik harus pelan-pelan dan sebagainya. Jika usia sang kakak sudah lebih besar, mommies boleh melibatkannya dalam merawat adik seperti mengambil tissue basah dan popok saat adik pup atau menghibur adik saat menangis. Jangan lupa berilah pujian dan ucapan terima kasih jika kakak sudah mau berusaha membantu.

MENGHADAPI RESPON NEGATIF SI KAKAK BARU

Merupakan hal wajar jika kakak merasa cemburu atau merasa diduakan. Yap mommies, penyebabnya adalah setelah ‘adik baru’ lahir, otomatis perhatian kita lebih banyak tercurahkan ke adik. Akibatnya, si kakak menjadi lebih rewel, tantrum bahkan hingga bertingkah usil pada adiknya. Tenang mommies.. Sejatinya si kakak bersikap demikian karena merasa dirinya tak dinomersatukan lagi. Semenjak kedatangan adik baru, dia tak lagi merasakan perhatian kedua orangtuanya secara utuh.

Lalu apa dong solusinya?

1. Berikan waktu khusus bagi kakak. Mungkin ketika si adik sedang terlelap, saatnya mommies meluangkan waktu memberikan perhatian utuh untuk si kakak. Tanyakan apa saja yang dia kerjakan di sekolah, bisa juga dengan membuat daftar menu bekal seminggu kedepan dan lainnya. Bermainlah bersamanya meski kondisi fisik kita sedang capek. Jangan lupa, peluklah ia.

2. Bila si kakak rewel bahkan hingga tantrum, coba tenangkan. Mintalah pada suami atau orang dewasa lainnya agar menjaga si adik sebentar. Kemudian bawalah si kakak pindah ke ruangan lain yang lebih nyaman dan aman. Cobalah alihkan perhatiannya pada hal-hal yang ia senangi. Tenangkan dan tunggu hingga si kakak berhenti dari tantrum, lepas itu baru kita minta si kakak untuk menyampaikan apa keinginannya. 

Poin yang sangat penting tapi sering terlupakan adalah kita tak boleh menertawakan anak saat ia tantrum. Mengapa demikian? Sebab anak akan berpikir bahwa marah itu hal yang lucu dan membuat semua orang tertawa, sehingga bisa saja suatu hari ia akan mengulanginya lagi.

Demikian sharing dari saya. Semoga bisa sedikit membantu kegalauan para mommies ya.
Terimakasih

Aprilia Tika Primasanti

Aprilia Tika Primasanti

Seorang ibu yang bersemangat belajar untuk menjadikan hidupnya bahagia dengan membersamai keluarga dan semaksimal mungkin ingin bermanfaat dan membawa perubahan menuju lebih baik.

Related Posts