Kuliah Whatsapp

Ketika Pernikahan Tak Sesuai Ekspektasi – Resume Mommieskulwapp #5 Mommiesharing

Ringkasan Materi

(Oleh Fitria Budhi Nursabvira, S.Psi, M,Psi – clinical psychologist)

Menikah adalah impian setiap orang, bertemu dengan seseorang yang tepat kemudian menjalani pernikahan sesuai dengan impian bersama. Pernikahan adalah karunia Allah yang layak disyukuri.

Salah satu keistimewaan pernikahan adalah merupakan bagian dari ibadah.
Maka sudah selayaknya setiap orang yang telah Allah beri kesempatan untuk menikah akan sangat bersyukur dengan menjadikan pernikahannya sebagai sarana untuk menambah ladang ibadah.

Dalam kehidupan pernikahan, semua orang tentu memiliki harapan tentang pasangan hidup ideal yang diinginkan, serta kondisi keluarga yang dicitakan. Berbagai harapan ideal ini tentu sesuatu yang sangat wajar dan diperlukan dalam rangka untuk melakukan hal terbaik sejak proses pernikahan hingga saat menjalani hari-hari dalam kehidupan berumah tangga. Dengan harapan itu, akan membuat seorang laki-laki dan perempuan lajang memilih jodoh terbaik yang bisa diusahakan, serta menciptakan kehidupan rumah tangga terbaik yang mampu diupayakan.

Hidup berumah tangga itu tidak melulu begitu gitu saja. Menjalani kehidupan pernikahan adalah tentang mengerti, memahami serta menyesuaikan karakter diri dan pasangan. Kita harus belajar terus menerus untuk mengerti, memahami dan menyelami sifat, karakter pasangan. Kemudian berusaha untuk menyesuaikan dan menyelaraskan dengan sifat, karakter kita sendiri. Ini proses yang cukup rumit pada mulanya, namun akan mudah didapatkan dengan kesungguhan dan ketekunan.

Pernikahan menjadi fase berikutnya dari kehidupan seseorang. Mereka yang memutuskan menikah harus membangun rumah tangga bersama dengan pasangan dan meraih cita-cita hidup bersama. Selama masa itu, tentu tiap pasangan suami-istri memiliki tantangan berbeda.

Harapan yang sangat ideal tidak serta merta bisa didapatkan hanya karena kedua belah pihak dari suami dan istri sudah menyatakan janji untuk hidup bersama dalam suka dan duka.

Semua tentu menginginkan pernikahan yang ideal. Namun banyak pasangan yg justru merasakan kekecewaan setelah menjalani pernikahan, baik pada pasangan maupun pada kehidupan pernikahan itu sendiri.
Karena berbagai harapan itu tidak selalu bisa menjadi kenyataan, dan kenyataan tidak selalu bisa diterima dengan sikap yang lapang.

Semua tentu menginginkan pernikahan yang ideal. Tetapi ketika pernikahan yang anda impikan jauh dengan ekspektasi yang anda bangun selama ini,lalu kita mendapati ada diantara kita yang justru menyesal atau kecewa dalam pernikahannya, bagaimanakah menyikapinya?


SESI TANYA JAWAB

  1. Nama : Mom X – Domisili : Surabaya – Usia anak : 17 bulan dan 2 bulan

Pertanyaan:

Posisi saya sekarang sedang pisah ranjang dg suami. Karena suami sudah tidak menganggap saya sebagai istrinya. Selama kurang lebih 3 bulan (sebulan sebelum lahiran) suami mulai bersikap dingin terhadap saya. Ini terjadi gara-gara saya dulu sering merajuk untuk kontrak rumah. Soalnya sejak pertama nikah 2 tahun yang lalu saya tinggal serunah dengan mertua dan saudara2 ipar (satu rumah ada 4 kepala keluarga termasuk saya dan suami)

Keluarga saya tidak tahu permasalahan ini, saya hanya bercerita kalau lagi “diem-diem an” sama suami. Keluarga saya menyuruh saya untuk balik ke rumah mertua, kumpul bersama suami. Tapi disisi lain, kalau saya pulang kesana, saya merasa sendirian, suami hampir tidak pernah ada dirumah. Hampir tidak pernah pegang anak. Disana memang banyak orang, tapi sibuk sendiri. Saya sudah merasa asing tinggal disana semenjak suami berkata seperti itu.

Apa yang harus saya lakukan, apakah mengikuti saran keluarga saya untuk berkumpul kembali, dan bersabar menghadapi suami saya (entah bersabar sampai kapan) serta bersikap seperti biasanya, seperti tidak ada masalah yang pelik. Atau saya tetap dengan pendirian saya tinggal di rumah keluarga saya sampai dia datang menjemput saya dan anak-anak.

Jawaban:

Bismillah
Jika seorang suami menjadi kurang / tidak dapat memberikan kewajibannya terhadap isteri bukan berarti isteri boleh meninggalkan rumah, karena memang tidak ada dalam hukum Islam atau mungkin agama lainnya yang membolehkan seorang Isteri meninggalkan rumah tanpa izin. Tindakan isteri meninggalkan suami ini sering dianggap ringan atau sepele oleh sebagian wanita namun dalam hukum islam tindakan ini akan sangat fatal, sehingga agama melarang keras tindakan ini.  Bunda meninggalkan rumah tidak akan menyelesaikan masalah justru akan memperberat masalah.

Setan selalu berusaha untuk membujuk dan mengajak manusia untuk berbuat sesuatu yang tidak diridhoi Allah dan RasulNya,salah satunya meninggalkan rumah dan suami. Setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya, begitu pula dengan permasalahan bunda dengan suami. Masih banyak harapan bagi pernikahan anda kok. Hal ini masih bisa anda bicarakan guna memperoleh jalan keluar yang terbaik. Apa yang harus anda lakukan? Hal pertama yaitu kembalilah pada suami anda, pulanglah ke suami anda.

Baiknya masing2 individu saling introspeksi diri, saling memaafkaan kesalahan, berbicara dari hati ke hati. Bangun kembali dari awal, jika anda dan suami masih menginginkan rumah tangga anda kembali utuh ,perbaiki komunikasi satu sama lain.

Dengarkan apa alasannya kenapa sampai saat ini suami belum bisa mewujudkan cita-cita anda untuk tinggal mandiri, kenapa kemarin-kemarin dia bersikap dingin pada anda dan anak, apa permasalahannya.

Disini anda harus memegang peranan sebagai istri yang harus lebih berusaha untuk sabar menghadapi suami yg seperti itu.  Jika anda telah mendapatkan alasan kenapa suami anda begitu, anda pun berhak mengungkapkan keluh kesah anda, perasaaan anda,apa yang mengganjal dan harapan2 anda bagi rumah tangga anda. Namun menggunakan kata2 yang baik dan halus, tidak emosi, pilah pilih kata yang baik dan tidak menyinggung perasaan suami. Teruslah berusaha semaksimal dan tentu saja diiringi doa, maka tidak ada usaha yang sia2.

Sampaikan dan minta pada suami anda untuk sama-sama bekerja sama memperbaiki rumah tangga ini, saling memaafkan, belajar memperbaiki diri dari kesalahan dan kekurangan masing-masing, dan berusaha membangun kembali rumah tangga ini menjadi rumah tangga yang bahagia dan di berkahi Allah. Jika anda dan suami masih ingin mempertahankan rumah tangga ini.

Jangan menyerah ya bunda, terus berusaha dan berdoa.  Namun apabila anda sudah berusaha semaksimal mungkin, dan suami ternyata tidak melakukan kewajiban-kewajibannya sebagai suami, jangan lelah berdoa dan mintalah yang terbaik dan petunjuk bagi rumah tangga anda pada Allah. Saya tidak mau menyarankan anda untuk menyerah dan memilih mengakhiri saja, karena masih ada harapan dan kesempatan kedua untuk anda dan suami memperbaiki juga mengusahakan agar semua menjadi lebih baik lagi. Tetap semangat ya mom dan semoga bisa membantu.

Tanggapan Mom X :

Untuk izin sudah dikantongi. Suami memberi izin. Seperti anak pertama dulu, selepas 40 hari saya boleh pulang kerumah keluarga saya. Dulu suami hampir tiap minggu selalu mmpir kerumah keluarga saya, ya walaupun saya harus selalu mengingatkan untuk mampir kesini. Tapi anak yang kedua ini sudah sebulan ini dia tidak kesini. Minggu kemarin saya minta tolong untuk diantar pompa asi, tapi dia lebih mengutamakan hobinya yaitu futsal. Alhasil dia batal kesini. Sabtu besok, saya juga sudah minta tolong dia kesini, tapi dia beralasan ada event futsal yg tidak bisa dia tinggalkan. Selain untuk bertemu dengan anak-anak, keluarga saya juga heran. Kok dia tidak kesini, apa tidak kangen sama anaknya.

Untuk kembali ke suami, sudah saya pertimbangkan, insyaallah awal bulan saya mau kembali kesana, bersabar menurunkan ego, bertahan demi anak-anak. Dan mencoba bersikap seperti awal2 pacaran dan awal pernikahan dulu. Tapi, misal dia tetap bersikap dingin, apa yg harus saya lakukan? Secara saya disana hanya hidup sendiri. Alhamdulillah setiap sujud tdk pernah terlupa buat mendoakannya, mendoakan pernikahan kita. Belakangan saya lebih pasrah. Berserah.

Intinya saya tidak mau pisah, saya masih bertahan demi anak2

Jawaban dari Tanggapan :

Baik mba,

Selalu ada kesempatan untuk setiap pasangan memperbaiki rumah tangganya ya. Jangan menyerah, lakukan yang terbaik demi anak-anak. Apabila suami terkadang sejenak memilih hobinya, tak mengapa tapi ingatkan selalu beliau dengan kata-kata yang baik dan santun bahwa ia masih memiliki tanggung jawab yg lbh penting dibandingkan hobinya yaitu anak dan istri.

 

  1. Nama : Rahmania – Domisili : Surabaya – Usia anak : 10 bulan

Pertanyaan:

Bagaimana menghadapi pasangan yang susah dikasih tahu, nggak berubah-ubah. Terkadang marah, padahal itu untuk kebaikannya? Dan kita kasih tahunya juga baik-baik, tidak berkata kasar, tapi pasangan selalu beranggapan begitu. Terimakasih

Jawaban:

Bismillah
Untuk membuatnya menjadi sosok yang penurut anda tak boleh memaksa dan membuatnya merasa tersudut.  Yang harus anda lakukan adalah, tidak menyuruhnya melakukan sesuatu, tetapi berilah contoh. Bila kemudian ia masih tak juga berubah, abaikan dia. Jangan hiraukan dan jangan tunjukkan kemarahan apapun kendalikan emosi anda. Pria tak akan pernah menjadi sosok penurut bila kita tak berhenti mengoceh tentang sesuatu hal. Gunakan sedikit kata saat anda ingin menyampaikan sesuatu, padat, jelas dan efektif. Jangan emosi, rendahkan suara anda.  Jika dia berhasil melakukan yang anda kehendaki, jangan pelit memberikan mereka pujian saat mereka melakukan hal yang mengagumkan. Minimal pelukan dan ciuman yang dapat membuat mereka merasa dihargai. Tak ada cara instant,selain bersabar dan berkepala dingin, anda juga harus mampu meredam diri, dan tidak terbawa emosi. 

Semoga berhasil ya Mom.

 

  1. Nama : yola yolanti  – Domisili : pekanbaru – Usia anak : 2 bulan

Pertanyaan:

Mom saya mau bertanya. Bagaimana sikap kita menghadapi ketika ibu saya ingin begini, mertua saya ingin begini. Disatu sisi kita tetap harus ambil 1 pendapat. Dari sisi suami, dia pasti ingin mengikuti orang tuanya, dan begitu juga dengan saya pasti ingin mengikuti orangtua saya. Bagaimana dong mom. Bantu ya mom. Kita jadi sering slek kalau sudah seperti itu

Jawaban:

Bismillah
Dalam agama, seorang suami mempunyai hak atas isterinya yang harus senantiasa dipelihara, ditaati dan ditunaikan oleh isteri dengan baik. Setelah wali atau orang tua sang isteri menyerahkan kepada suaminya, maka kewajiban taat kepada suami menjadi hak tertinggi yang harus dipenuhi Sang isteri harus taat kepada suaminya dalam hal-hal yang mengandung kebaikan, sepanjang tidak bertentangan dengan syari’at. Hal inilah yang justru akan mendatangkan surga bagi dirinya.

Taat kepada orang tua bagi seorang perempuan hukumnya wajib namun kewajiban ini dibatasi selama perempuan itu belum menikah. Bila sudah berkeluarga, seorang istri diharuskan lebih mengutamakan taat kepada suami. Selama ketaatan itu masih berada di koridor syariat dan tak melanggar perintah agama.

Oleh karena itu, sebaiknya orang tua tidak diperkenankan mengintervensi kehidupan rumah tangga putrinya. Termasuk memberikan perintah apa pun kepadanya.

Pascamenikah maka saat itu juga, anaknya telah memasuki babak baru, bukan lagi di bawah tanggungan orang tua, melainkan menjadi tanggung jawab suami.

Meski demikian, kewajiban kita sebagai anak bukan berarti harus memutus tali silaturahim kepada orang tua atau tidak mendengarkan mereka sama sekali. 
Kita harus mampu menjaga hubungan baik dgn keluarga kita. Salah satunya dengan ikhtiar , pada kasus mom ikhtiarnya dpt dilakukan dgn memberikan penjelasan baik2 menggunakan kata2 yang sopan,halus, lemah lembut, memilih sikon yang tepat utk menyampaikan hal tsb kepada ibu anda. Katakan pada beliau meskipun begitu tidak akan mengurangi rasa hormat dan perhatian anda pada beliau.

Semoga bisa membantu ya mom 

 Tanggapan Mom Yola :

Terima kasih mbak fifi atas penjelasannya. Tapi saya sering tidak sepaham dengan keinginan mertua dan suami saya tetap nuruti keinginan orang tuanya. Disana saya sering merasa sedih mba. Ya tapi tetap saya jalani dengan ikhlas dan orangtua saya marah dan menganggap saya lemah karena terlalu mengikut saja

Jawaban dari tanggapan :

Selama ini apakah suami masih bisa diajak berdiskusi berdua dengan mba? Jika suami masih bisa anda ajak bicara, masih ada kesempatan mom untuk anda mengungkapkan pendapat dan keluh kesah yg anda rasakan perihal ini.

 

  1. Nama : Novyana – Domisili : Banda Aceh – Usia anak : Pregnancy 20w

 Pertanyaan:

Pernikahan itu kan sebagai sarana untuk kita mencapai cita-cita. Tapi, gimana ya cara kita mengkomunikasikan cita-cita kita yang lebih spesifik. Misal, tentu semua orang ingin keluarga sampai surga. Tapi kan ada jalan menuju situ, yang sulit untuk di sinergikan, dengan alasan sulit mengutarakan cita2 kita sendiri kepada suami. Bagaimana cara mengatasinya?

Jawaban:

Bismillah
Masuk ke dalam surga bersama dengan keluarga tercinta tentu menjadi harapan setiap muslim, Sehingga cinta yang telah kita jalin dan perjuangkan di dunia kembali kita rasakan nikmatnya di surga kelak. Agar kehidupan pernikahan dan rumah tangga kita berbuah surga tentu harus dipersiapkan semenjak kehidupan di dunia. Bagaimana caranya : 

Menyamakan tujuan dan visi yang jelas yaitu ingin membangun kehidupan rumah tangga bahagia di dunia hingga ke surganya. Suami istri idealnya saling bahu membahu membangun keluarga sakinah. Saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan. Saling meringankan, bukan saling membebani. Saling mendukung kemajuan satu sama lain. Buatlah kebersamaan yang dapat meningkatkan ketaatan dan ketakwaan kita pada Allah Swt.

Katakan secara langsung keinginan-keinginan anda atau cita-cita anda pada suami bahwa anda ingin meraih surga bersama. Tentu dengan kata-kata yang baik, sopan, tidak menggurui atau menyudutkan, halus, lembut dan di situasi serta suasana yg tenang
Temukan momentum yang tepat untuk berkomunikasi dengan suami bisa anda temukan dengan cara mengenali moodnya. Jika anda lihat mood suami sedang bagus, itulah momentum yang tepat untuk berkomunikasi dengan lancar. Dalam situasi mood yang bagus, semua hal akan bisa diterima dan diapresiasi secara positif. Sebaliknya, dalam situasi mood yang buruk, semua hal mudah diterima dan diapresiasi secara negatif. Karena itu sangat menentukan kualitas komunikasi dan kualitas respon dari pasangan anda.

Selain itu kesediaan diri untuk menerima masukan dari pasangan merupakan unsur yang membentuk suasana interaksi suami istri yang menyenangkan. Dengan membuka diri untuk menerima masukan pasangan, suasana akan lebih kondusif dan menyenangkan,
Jika selama ini anda sudah melakukan beberapa teknik komunikasi dengan pasangan dan hasilnya kurang memuaskan, cobalah lagi hal-hal baru. Kehidupan rumah tangga sungguh sangat dinamis. Kondisi bisa berubah setiap waktu, maka jangan malas dan jangan enggan untuk selalu mencoba cara, teknik dan tips baru agar bisa membuat nyaman berbicara dengan pasangan.

Semoga bisa membantu ya mom 

 

  1. Nama: Ardini  – Domisili: Denpasar – Usia anak: 8 mos

 Pertanyaan:

Benarkah dibelakang kesuksesan suami ada istri yg hebat? Lalu, gimana caranya agar suami mendapat support yang maksimal, sementara harus membagi waktu dengan anak?

Jawaban :

Bismillah
Betul sekali mom, tepatnya dibalik kesuksesan suami ada istri hebat disampingnya. 
Sebagai pasangan yang terikat oleh pernikahan, suami dan istri pasti saling memerlukan, saling tergantung, saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. . Mereka telah menjadi satu bagian yang saling menguatkan ataupun melemahkan. Saling mendukung dalam kebaikan ataupun keburukan.  Tidak ada suami yang bisa menggapai sukses tanpa peran istri. Demikian pula sebaliknya, tidak ada istri yang bisa menggapai sukses tanpa peran suami. Sungguh besar peran istri dalam kesuksesan suami, sebagaimana sangat besar peran istri dalam keterpurukan suami.

Setiap ibu pasti memiliki euforia karena memiliki anak, sehingga sebagian besar perhatiannya tertuju pada anaknya. Sehingga seringkali suami merasa diabaikan dan tidak diperhatikan. Bagaimana caranyq agar kita pun tetap dpt memberikan support pada suami meskipun kita sibuk mengurus anak?

Pertama jaga selalu komunikasi antara suami istri, minimal kita selalu berkata-kata dengan baik, lemah lembut, memberikan perkataan yang selalu positif baginya. Jangan sampai anda luput dr tidak menanyakan keadaan suami anda saking sibuknya mengurus anak.

Berikan senyuman dan sapaan paling hangat saat suami hendak pergi dan pulang kerja, atau saat mengawali dan mengakhiri hari2nya. Hindari mengeluh ini itu, cari waktu yang tepat sampai suami siap mendengar setiap keluh kesah dan permasalahan di rumah.
Berikan selalu perhatian meskipun itu kecil menurut kita. Sekecil apapun perhatian yang anda berikan pada suami ternyata bisa berarti besar buat dia. Misalnya membuatkan minuman ketika santai atau dia plg beraktivitas, membuatkan hidangan kesukaannya, menyiapkan keperluannya seperti pakaiannya dll. Berikan rasa peduli anda, rasa nyaman saat suami tampak sedang dirundung masalah. Tanyakan padanya apa yg sedang terjadi pd dirinya. berikan perhatian dan rasa nyaman dengan berada di sampingnya yang akan membuat suami merasa mendapat dukungan. Berikan dukungan yang penuh pada kegiatan atau berbagai rencana yg hendak ia jalani. Saat pasangan mengeluh dengarkan dan jangan anggap remeh, anda harus memberikan dukungan padanya.

Atur jadwal untuk bepergian bersama, juga berikan kejutan2 kecil untuknya. Sempatkan selalu untuk menunjukkan rasa sayang dan sikap mesra pada suami. Mengobrol dan berdiskusi bersama mengenai hal apapun, mengenai anak,, ajak suami bermain bersama dengan anak juga.

Dan satu hal lagi, jangan pernah lupa untuk selalu berdoa agarsenantiasa.suami kita selalu berada dalam lindungan Allah, dimudahkan dan disukseskan pekerjaan atau usahanya, dan selalu terjaga serta selalubertambah.rasa cinta dintara anda dan suami.
Semoga bisa membantu ya mom.

 

  1. Nama : Rezka – Domisili : Tangerang – Usia anak :10 mo*

Pertanyaan:

Apa yg harus dilakukan saat suasana di rumah sudah mulai terasa hambar,apalagi suami kalau di rumah kerjanya hanya main game saja, bagaimana caranya membangun komunikasi yang baik ?

Jawaban :

Bismillah
Coba ingat kembali hal-hal positif yang dimiliki pasangan kita. Ingat-ingat juga hal-hal apa yang membuat kita dulu ingin menikah dengannya, hal-hal romantis apa yang pernah dilakukan pasangan dan dilalui bersama. Berusaha membangun kepercayaan kembali, jangan gengsi meminta maaf dan saling memaafkan, akui kesalahan masing2, perbaiki komunikasi, coba mengerti kekurangan dan kelebihan pasangan.

Luangkan waktu untuk quality time berdua bersama suami, berkencan dengan suami tanpa anak-anak bisa saja dilakukan. Lakukan kembali hal-hal menyenangkan yang biasa anda dan suami dulu lakukan. Suasana ini bisa membuat kita dan pasangan merasakan ketertarikan dan excitement yang dulu pernah dirasakan. Utarakan bahasa verbal dan bahasa tubuh yang menggambarkan cinta pada pasangan, misalnya kata2 yg romantis, I love you, pujian, berikan hadiah,sentuhan fisik,pelukan,tindakan mesra, ciuman mesra, pijatan lembut, saling menghargai, saling percaya dan keterbukaan. Berusahalah untuk melakukan segala upaya untuk memperbaikinya hubungan pernikahan. nikmatilah momen berdua untuk selalu intim dengannya.

Hadapilah setiap problem yang ada. Cari jalan keluarnya bersama pasangan, jangan sendiri-sendiri. Terimalah pasangan apa adanya. Ingatlah kebaikan dan kelebihannya bukan kejelekan dan kekurangannya.

Jika ada perilaku pasangan yang membuat anda kurang berkenan segera bicarakan. Masalah yang dibiarkan berlarut hanya akan menjadi hal yg tidak bermanfaat.
Lupakan gadget sejenak, tatap matanya saat bicara, berikan sentuhan2 fisik, nikmatilah waktu2 berdua kembali dengan suami.

 

  1. Nama : Rhodita Umayah  – Domisili : Palembang – Usia anak : 4 bulan

 Pertanyaan:

Bagaimana tips agar kita meminimalisir pertengkaran yg terjadi akibat dari kurang kerjasama antara kedua pasangan yang baru mempunyai anak? Sebagai contoh : suami katanya capek kerja istri maunya sih di bantu dikit jaga anak ketika diperlukan

Jawaban :

Bismillah
Konflik merupakan suatu hal yang tidak pernah luput dari semua perkawinan. Satu-satunya langkah untuk keluar dari konflik adalah dengan bersedia untuk berdiskusi, di mana dalam diskusi itu kedua pihak mau berkomunikasi secara terbuka dan mau saling mendengarkan. 
Jangan segan untuk mengatakan pada suami bahwa anda terkadang membutuhkan bantuannya, namun dengan bahasa yang baik , tidak emosi dan melihat situasi serta mood suami .

Hindari penilaian. Seruan dan ujaran negatif, seperti misalnya , “, Coba kamu ada di posisi saya” .”Kamu tdk akan pernah mengerti saya”, dll . Anda bisa memilih mengeluarkan unek-unek anda to the point, yaitu yang menjelaskan harapan dan keinginan namun tentu saja dengan cara yg baik dan santun.

Sisihkan waktu. temukan waktu yang pas dan di suasana yang tenang untuk membahas tentang pembagian waktu untuk mengasuh anak. Karena sebagai suami dan istri , harus bersama-sama ikut berperan dalam mengasuh anak.

Cari jalan keluar yang sesuai dan mampu anda dan suami tempuh. Misalnya kapan saja sih waktu yang ayah sanggupi utk mengasuh si kecil, tentu saja hrs hasil kompromi anda dan suami.

Jangan segan untuk mengingatkan pasangan dan berbagi pengetahuan cara untuk mengasuh si anak. Misalnya ketika anak rewel ajarkan pasangan bagaimana harus belajar menenangkannya.

Terkadang mom, kita juga perlu memahami dan memaklumi bahwa mungkin alasan suami menyerahkan “tanggung jawab” mengurus bayi karena anda dianggap lebih pandai dalam menyelesaikannya. Namun mom, sekali lagi tetap jaga komunikasi dan diskusi untuk mengatasi setiap permasalah dalam rumah tangga agar ketentraman dan kenyamanan dapat dirasakan bersama

 

  1. Nama : Ummu Khansaa – Domisili : Kaltim – Usia anak : 6thn

 Pertanyaan:

Apakah bisa dibilang ada rasa ketidaksyukuran dalam diri kita terhadap ALLAH SWT apabila kita merasa kehidupan pernikahan kita tidak sesuai dengan kenyataannya?
Bagaimana menyikapinya?

Jawaban :

Bismillah
Tentu tidak salah jika kita memiliki harapan dan cita-cita. Juga tidak masalah jika kita pernah berharap mendapatkan pasangan yang ideal sesuai gambaran kita.
Tapi di atas itu semua, mari kembali kita sadari, bahwa di dunia ini tak ada makhluk yang sempurna. Sebagaimana diri kita, pasangan kita juga bukanlah manusia yang sempurna. Ketika kita dirundung kekecewaan karena ternyata pendamping hidup tidak seperti apa yang dibayangkan, hal tersebut bisa menjerumuskan kita berpikir negatif dan timbul penyesalan telah memilih dia.sebagai pasangan kita. Bukankah ketika kita memutuskan untuk memilih atau menerima seseorang untuk menjadi pendamping hidup krn ada kebaikan-kebaikan dalam dirinya. Mari luruskan kembali niat kita menikah. Jika pernikahan kita lakukan semata-mata dalam rangka menaati perintah Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah, niscaya tak akan ada kekecewaan dan penyesalan dalam kehidupan pernikahan.

Penyesalan dan kekecewaan yang berkepanjangan hanya menegaskan bahwa diri kita termasuk golongan orang-orang yang tidak pandai mensyukuri karunia Allah. Ingatlah begitu banyak kenikmatan dan karunia yang sudah Allah berikan untuk kita. Siapa pasangan kita dan bagaimana kehidupan pernikahan kita ini pun merupakan ketetapan-Nya.

Jadi bagaimanapun kehidupan kita dan seperti apapun pasangan hidup kita, tetaplah bersyukur. Karena insyaa Allah dari rasa syukur itu Allah akan menambahkan karunia-Nya dalam diri dan kehidupan kita, sebagaimana firman-Nya. Saya harap segala kekurangan pasangan kita tidak menjadikan alasan berkurangnya rasa sayang dan rass hormat kita pada suami. Bukankah kita mencintainya karena Allah? Menikahi kelebihan dan kekurangannya suami karena tidak ada manusia yang sempurna.

 

  1. Nama : Titis Yunika  – Domisili : Malang – Anak : masih hamil

 Pertanyaan:

Yang mau saya tanyakan, bagaimana cara kita mengatur mindset kita agar selalu bisa berpikiran dan berlaku positif? Baik itu pada pasangan maupun pada keluarga

Jawaban :

Bismillah
Hendaknya kita selalu melihat hal-hal kebaikan, sisi-sisi kelebihan dari pasangan, bukan mencari-cari kesalahan, kelemahan, kekurangan dan hal-hal negatif dari pasangan
Buang jauh-jauh rasa curiga dan cemburu adalah dengan berkomunikasi secara terbuka.
Ungkapkanlah dengan cara yang baik dan hindari perkataan yang menuduh atau menyalahkan. Sehingga dengan mengetahui yang sebenarnya akan membuat pikiran anda terbuka. 

Kendalikan pikiran anda, pilah pilih mana pikiran anda buruk atau baik. Jangan sampai pikiran yang buruk tsb mempengaruhi dan mengendalikan perilaku anda. Sebisa mungkin, kamu harus mengendalikan pikiranmu dan arahkan ke hal-hal yang positif. Karena jika terpengaruh pikiran negatif akan membuat anda sulit berpikir jernih, dan sering mengambil keputusan yang salah.

Cobalah lebih toleran dan berpikir matang serta dewasa. Dalam berbagai kesempatan, seringkali pasangan kita tidak bisa menepati perkataan atau janjinya. Hal tersebut tidak harus ditanggapi terlalu serius dengan memikirkan hal-hal negatif. Bersabarlah dan tunggulah penjelasan dari pasangan untuk mengetahui alasan yang sebenarnya.Dengan menjadi seseorang yang toleran dan bisa berpikir matang serta berpikir jauh kedepan akan membuat anda tidak mengambil keputusan ,dan kesimpulan yang gegabah.
Cobalah menjadi seorang pemaaf terhadap berbagai kesalahan atau kekurangan suami dan keluarganya.

Karena seseorang yang pandai dalam memaafkan orang lain akan bisa memaklumi banyak hal dan lebih bijak dalam mengambil setiap keputusan. Jangan menyamakan perilaku pasangan anda dengan orang lain. Misalnya, jika suami memiliki teman yang suka selingkuh, sehingga membuatmu berfikir jika pasanganmu melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh temannya. Padahal, seringkali kenyataannya tidak demikian. Latihlah terus pikiran anda agar terbiasa berpikir positif, karena pikiran akan mempengaruhi bagaimana anda bertindak.

Tanggapan Mom Titis :

Terima kasih untuk penjelasannya mbak @Psikologi Fifi. Setuju dengan kata kata pikiran mempengaruhi bagaimana anda bertindak. Ndak ada masalah sebenarnya dengan pasangan. Mungkin saya yg perlu adaptasi ya. Saya seseorang yg pemikir sekali. Bagaimana ya cara mengatasinya?

Jawaban dari Tanggapan :

Coba lebih rileks lagi mom menjalani atau menghadapi suatu hal, baik nya jangan sedikit-sediki anda pikirkan secara berlebihan. Coba sedikit lebih santai dalam memikirkan suatu hal itu. Karena apabila mom terlalu berlebihan dalam memikirkan suatu hal, takutnya akan membebani diri sendiri.

 

  1. Nama : Mom Nunik

 Pertanyaan:

Saya dan suami tinggal mengontrak sejak awal menikah dan kebetulan, karyawan dan sepupu-sepupu suami saya ikut tinggal bersama dan semuanya laki-laki, awalnya saya biasa, tapi lama kelamaan saya merasa risih, bagaimana ya baiknya mom? Setiap kali ada masalah-masalah kecil di rumah karena mereka, saya jadi marah dan ngomelnya ke suami. Saya jadi merasa bersalah sama suami kadang mba. Mohon nasihatnya mba fifi

Jawaban :

Baik mba

Ada baiknya mengapa kalo sudah berumah tangga, tidak boleh ada pihak luar yang ikut mendiami rumah kita. Karena apa,ya salah satunya bisa mendatangkan gejala atau permasalahan seperti ini.  Anda berhak mengatakan pada suami bahwa anda risih dan tidak nyaman dengan perlakuan mereka. 

Jelaskan bahwa agama pun melarang seseorang yang bukan muhrim tinggal satu atap. 
Dan anda juga berhak untuk menegur mereka jika mereka berbuat yang tidak baik, tapi menggunakan kata-kata yang baik ya mom

 

  1. Nama : Ade Nurlaeli – Asal : Cirebon – Usia anak : 2,5 m

Pertanyaan:

Bagaimana menumbuhkan Rasa Sayang (lagi) kepada suami setelah dia menyakiti hati dan perasaan? Karena kalau yang saya rasakan sekarang saya hanya menjalani kewajiban tanpa menyayanginya. Dan Bagaimana caranya untuk selalu KUAT karena walaupun sekarang kami berdamai, tapi pertengkaran terakhir kemarin membuat saya sangat sakit hati, yang pada akhirnya setiap nada bicaranya meninggi saya selalu menangis dan dia selalu bilang saya ini mendrama

Jawaban :

Maafkan pasangan anda sepenuhnya, jangan ada yang tersisa. Maafkan dengan tulus dan ikhlas. Tutup semua lembaran lama, luka lama. Jika anda ingin memulai dari awal, memperbaiki semuanya, hapus semua pengalaman yang menyakitkan tentang suami pada anda.  Komunikasikan pada suami, bahwa membangun kembali tidak mudah bagi anda. Minta suami agar lebih bersabar dalam memahami anda. Hapuskan semua pikiran-pikiran negatif dalam benak anda, mulailah semuanya dengan rasa percaya kembali pada pasangan

Tanggapan Mom Ade :

Sewaktu dia ngga pernah lg marah, saya sudah yakinkan hati saya mba untuk memafkan dia, tapi waktu saya sudah ingin menumbuhkan rasa sayang lagi sama dia, dia melakukan hal yg sama

Jawaban dari tanggapan :

Nah inilah yg namanya kerikil atau cobaan dimana kita ingin membangun atau memperbaiki, pasti ada hambatannya. Tapi saya percaya, mom bisa kok melewatinya. Karena mom pun masih memberikan kesempatan pada diri sendiri dan suami untuk membangun lagi rumah tangga yang bahagia. Ingatlah mom, bahwa tidak ada pasangan yang sempurna, tidak ada suami yang sempurna. Namun setidaknya dia mau berusaha untuk memperjuangkan anda

 


PENUTUP DARI PSIKOLOG FIFI :

Baik mommies

Pernikahan dan rumah tangga adalah proses pembelajaran sepanjang hidup. Kita harus selalu belajar beradaptasi dalam menjalaninya. Belajar selalu memahami pasangan masing-masing guna memperoleh tujuan pernikahan yang bahagia. Semoga mommies-mommies sekeluarga selalu dilimpahkan kebahagiaan.

Terima kasih atas pertanyaan-pertanyaan dan waktu luangnya.

Mohon maaf apabila ada jawaban saya yang tidak berkenan

Lamtiyah Ikha Indriyana

Lamtiyah Ikha Indriyana

Ibu satu anak yang masih belajar dan berusaha mengelola waktu, tenaga dan pikiran demi menjadi ibu dan istri terbaik untuk keluarga

Related Posts