Mommies Daily

Perhatikan 3 Kunci Komunikasi Efektif Dengan Pasangan Selama #DiRumahAja

Adanya himbauan #dirumahaja, menjadikan aktivitas Mommies, suami dan anak berbeda. Meski langkah tersebut masih menuai pro dan kontra tapi perlu melakukan semaksimal yang bisa dilakukan. Kebijakan tersebut mempengaruhi orang tua yang bekerja menjadi work from home, anak yang bersekolah formal menjadi belajar di rumah, sehingga sering bertemu dan berkumpul. Tentu Mommies membutuhkan adaptasi lagi dan komunikasi yang benar dan baik terutama dengan pasangan.

Ada kondisi saat suami ingin bekerja, tiba-tiba anak ingin mengajak bermain atau belajar bersama. Belum lagi saat kakak dan adiknya bertengkar, rumah berantakan, suami dikejar deadline pekerjaan, bisa jadi mempengaruhi emosi Mommies. Atau dihadapkan kondisi dengan suami yang tetap masuk bekerja dan Mommies mendampingi anak-anak belajar di rumah, tentu ada kecemasan tersendiri. Jika tidak dikomunikasi dengan efektif akan membahayakan laju bahtera rumah tangga.

Menurut Najelaa Shihab M.Psi, pendidik sekaligus pendiri Yayasan Keluarga Kita, komunikasi efektif adalah komunikasi yang meningkatkan percakapan dan kelancaran. Sedangkan, komunikasi yang kurang efektif adalah komunikasi yang menginterogasi, memerintah dan penuh nasehat.

Lalu apa saja yang dibututuhkan agar komunikasi dapat efektif? Ada 3 hal yang menjadi kunci komunikasi secara efektif bersama pasangan, antara lain:

1. Pemberi pesan
Dalam menyampaikan pesan perlu melihat waktu yang tepat agar suami nyaman mendengarkan. Sampaikan pesan dengan jelas saat emosi juga stabil. Kemudian mencoba klarifikasi apakah pesan yang ditangkap suami. Mommies juga bisa menatap pandangan suami dan sentuhan yang lembut.

2. Isi pesan
Wanita mempunyai verbal center di kedua bagian otak, sedangkan verbal center laki-laki hanya pada otak bagian kiri. Biasanya menyebabkan perempuan lebih senang bercerita panjang lebar dibanding laki-laki. Ada baiknya menyampaikan pesan inti secara langsung agar laki-laki dapat menangkap pesan sehingga terjadi komunikasi efektif. Sampaikan inti kekhawatiran, kecemasan atau kelelahan serta harapan supaya suami memahami.

Penerima pesan dalam komunikasi efektif

Penerima pesan dalam komunikasi efektif

3. Penerima pesan
Saat menerima pesan pastikan untuk bisa fokus mendengarkan. Berusaha fokus pada isi pesan itu lebih baik daripada menerka-nerka atau berasumsi dari pesan yang didengar. Selain itu, Mommies bisa berusaha memahami perasaan suami sebagai penyampai pesan untuk saling menghargai satu dengan lainnya.

Komunikasi efektif akan berjalan baik saat pasangan juga memerhatikan tiga unsur di atas. Selain itu, komunikasi bukan sekedar dianggap sebagai pertukaran kata-kata antar suami istri. Sehingga, perlu saling mendiskusikan tentang waktu dan cara komunikasi yang disukai pasangan. Komunikasi yang baik, efektif dan congruent adalah saat disampaikan dengan jelas, jujur dan terbuka.

 

Sumber:
– Komunikasi efektif dari kelas BJI sekolah rumah tangga batch 1 bersama Febrianti Almeera
– Komunikasi aku, kamu dan kita dari kuliah telegram komunitas ibu profesional bersama Maria Ulfah
– https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/perbedaan-cara-berpikir-perempuan-dan-laki-laki/amp/
– https://m.kumparan.com/amp/kumparanmom/cara-terapkan-komunikasi-efektif-yang-bikin-keluarga-lebih-bahagia-1rMzzHnl2Hm

 

Sumber gambar:
– lifestyle.okezone.com
– rencanamu.id

April Fatmasari

Seorang istri sekaligus ibu rumah tangga yang masih belajar memaknai universitas kehidupan dengan tulisan.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *