Health Mommies Daily Mommies Info Mommies News Mommies Story

Penerimaan Diri, Awal Berteman dengan Keadaan

Mommies..

Tidak ada manusia di dunia ini yang tidak memiliki permasalahan. Banyak yang bisa tetap lentur dengan keadaan, namun tidak sedikit juga yang terbanting karena permasalahan.

Pada banyak permasalahan yang dihadapi, penerimaan diri merupakan kunci utama untuk berteman dengan keadaan. Baik itu dengan diri sendiri, permasalahan, orang lain, pekerjaan, emosi, pikiran dan sebagainya.

Definisi Penerimaan Diri

Menurut Anderson (dalam Sugiarti, 2008), penerimaan diri atau self acceptance adalah keberhasilan untuk menerima kekurangan dan kelebihan diri kita apa adanya. Penerimaan terhadap diri juga bisa diartikan pula bahwa kita telah menemukan karakter diri kita serta dasar yang membentuk kerendahan hati serta integritas.

Ciri-ciri Penerimaan Diri

Lalu, ciri-ciri seseorang dengan penerimaan diri yang baik adalah:

  1. Memiliki harapan yang realistis terhadap dirinya. Artinyaharapan yang diinginkan sudah disesuaikan dengan kemampuan diri, sehingga individu tidak merasa ketinggian dalam mencapai harapannya.
  2. Yakin dengan standar-standar pengetahuan terhadap dirinya tanpa terpaku bisikan-bisikan tetangga.
  3. Memiliki pertimbangan berkenaan dengan keterbatasan diri dan tidak memandang dirinya secara irasional (tidak masuk akal) dan memandang diri sendiri tidak berguna.
  4. Menyadari kelebihan aset yang dimiliki diri sendiri dan bebas untuk menarik atau melakukan keinginannya.
  5. Sadar akan kekurangan diri dan tidak menyalahkan diri sendiri atas kekurangan diri.

Contoh sederhana saja dari perilaku penerimaan diri ini, kita ingin bisa tampil selalu cantik dihadapan suami kita. Kita memiliki versi cantik yang ternyata sangatlah tinggi standarnya, misalnya saja dandanan bermerek, ke salon tiga kali dalam sebulan, harus diet dan sebagainya. Padahal budget yang dimiliki tidak cukup, berat badan yang kita miliki tergolong kurang. Bukan malah kita merutuk diri, “saya masih kurang langsing“, atau “wajah saya masih kurang mulus“. Ini adalah bentuk dari pikiran irasional. Biasanya beberapa diantara kita akan “melabel” diri, “ih.. aku jelek banget.. nggak kayak ibu tetangga“, atau bahkan ada yang mengkritik, “wajahnya dicantikkan sedikit, bu.. biar suami nggak kemana-mana matanya” dan sebagainya.

Kita bisa berdialog dengan diri kita, mematut diri. Lantas muncul pikiran, “saya bisa kok tampil cantik apa adanya, toh yang paling paham suami saya adalah saya“, atau “ooh… wajah saya kering, agar terlihat lebih segar, coba saya cari di google pasti ada cara tradisional untuk menyegarkan wajah, sehingga tidak perlu biaya banyak“, atau “Oooh… badan saya terlalu kurus, saya tidak cocok kalau berdiet lagi. Kalau saya tambahkan sedikit saja berat badan saya, akan tampak lebih menarik”.

Banyak lagi contoh lain dari penerimaan diri. Entah berkenaan dengan cara pandang kepada anak, suami bahkan emosi dan pikiran kita. Jadi, mari kita coba untuk lebih menerima diri kita. Dengan demikian, salah satu kunci untuk berteman dengan keadaan telah kita kuasai.

Sumber Bacaan:

  • Permatasari, V., & Gamayanti, W. (2016).¬†Gambaran Penerimaan Diri (Self-Acceptance) Pada Orang yang Mengalami Skizofrenia. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, 3(1), 139-152.
  • Sugiarti, L. (2008). Gambaran Penerimaan
    Diri pada wanita Involuntary
    Childless. Skripsi. Jurusan Psikologi
    Fakultas Psikologi Universitas
    Indonesia.

Sumber Gambar:

Maulia Nur Adrianisah

Saya seorang wanita yg bangga memiliki profesi utama menjadi ibu rumah tangga. Juga seorang istri dari sesosok laki-laki yg senang mengajar dan menulis. Namun lebih terlihat cahayanya ketika menulis, lalu tanpa disadari saya pun mengikuti jejaknya. Semoga apapun yg kami tuliskan, bermanfaat bagi banyak orang, khususnya kami sendiri sebagai manusia yg masih perlu banyak belajar.
Follow Me:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *