Health

Mitos dan Fakta Seputar Daging Kambing Yang Kita Harus Tahu

Haii Mommies..

Tanggal 11 Agustus seluruh umat Islam di seluruh dunia merayakan hari raya Idul Adha. Pada momen Lebaran Idul Adha selain tradisi berkurban dan berbagi, salah satu tradisi yang tidak bisa dilewatkan dari hari raya ini adalah menyantap daging kambing dan sapi. Di balik rasanya yang lezat, daging sapi dan kambing memiliki nutrisi berbeda. Menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr Johanes Chandrawinata, SpGK daging kambing lebih menyehatkan untuk tubuh karena daging kambing memiliki kandungan lemak dan kolesterol yang lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi.

Kandungan Gizi Daging Kambing vs Daging Sapi
Dalam takaran 100 gram daging, lemak daging kambing hanya 3,03 gram, sementara lemak daging sapi 7,72 gram. Kolesterol daging kambing juga sedikit lebih rendah, yakni 75 miligram, dan kolesterol daging sapi 80 miligram. Selain itu, untuk zat besi, daging kambing juga lebih banyak dengan 3,73 gram, sedangkan daging sapi hanya 2,24 miligram. Kemudian, seng (zinc) pada daging kambing sebesar 5,27 miligram dan sapi 4,61 miligram.

Makan Daging Kambing Menyebabkan Hipertensi Tidak Benar
Daging merah sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi terlalu banyak, mengingat jumlah kandungan lemak jenuhnya yang cukup tinggi. Lemak jenuh telah lama dikenal dapat meningkatkan kolesterol dan memicu penyakit jantung. Oleh karena itu, asupan lemak jenuh dari makanan tidak boleh melebihi dari 20 gram setiap hari.
Namun daging kambing sebenarnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena kenaikan tekanan darah setelah mengonsumsinya tetap tergolong lebih kecil daripada daging sapi atau ayam. Ini karena kandungan lemak jenuh daging kambing yang jauh lebih rendah dari keduanya.
Lemak jenuh daging sapi pada umumnya berkisar sekitar 6 gram, dan ayam mengandung hampir 2,5 gram lemak jenuh per porsinya. Sementara itu, kadar lemak jenuh daging kambing hanya sekitar 0,71 gram per 100 gramnya.
Daging kambing justru diperkaya oleh lemak tak jenuh, sekitar 1 gram per porsi, dibanding daging sapi atau ayam. Lemak tak jenuh adalah jenis lemak baik yang membantu menyeimbangkan kadar kolesterol darah, mengurangi peradangan dalam tubuh, dan menstabilkan detak jantung.

Tips Aman Makan Daging Kambing
Moms bisa mengolah daging kambing dengan cara dimasak jadi sop atau ditumis. Pastikan Moms juga menyeimbangkan nutrisi saat makan daging kambing. Jangan cuma makan daging dan nasi saja, namun juga perbanyak sayuran yang kaya serat, vitamin, dan mineral untuk menemani Moms makan daging kambing.

Tetap Batasi Konsumsi Daging Merah
Makan daging kambing bukanlah penyebab utama dari melonjaknya tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, boleh saja untuk tetap makan daging kambing. Tapi Moms harus tetap membatasi porsinya. Karena apapun jenis dagingnya, jika tinggi lemak dan dikonsumsi secara berlebihan, semua daging sebenarnya sama-sama berisiko meningkatkan tekanan darah dari penumpukan lemak jenuh dalam tubuh. Terlebih lagi, risiko tensi darah naik dari bumbu dan cara pengolahan daging terutama bisa meningkat pada orang-orang yang sudah memiliki kolesterol tinggi sebelumnya atau penyakit lainnya.

Nah sekarang Mommies sudah tahu kan fakta seputar daging kambing yang belum Moms tahu. Daging kambing tetap aman kok untuk dikonsumsi selama Moms bijak mengatur porsinya, konsumsi daging tidak akan menyebabkan tekanan darah tinggi atau meningkatkan kadar kolesterol. Cermat jugalah dalam memilih bagian daging dan cara mengolahnya. Moms dapat membuang bagian lemaknya saat hendak memasak, dan menggunakan jenis minyak goreng yang lebih sehat untuk memasak agar kesehatan tetap terjaga.

 

Salam Hangat Penuh Cinta

 

Hafida

 

Source :
www.hellosehat.com
www.klikdokter.com

Hafida Satya Aryani

Mom of Precious Child. Full Stay at Home Mom

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *