Mommies Daily

Menyusui Sebagai Stimulasi Tumbuh Kembang Bayi

Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi alamiah terbaik dan memiliki zat gizi lengkap yang dibutuhkan selama enam bulan pertama kehidupan bayi.
ASI Eksklusif mengandung antibodi, hormon antivirus, anti-alergi, anti parasit dan faktor pertumbuhan yang tak mampu digantikan oleh susu lain manapun. Memberikan ASI untuk sang buah hati kita merupakan langkah terbaik dalam mencegah gizi buruk yang bisa berujung stunting.

Dalam laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 90% kematian balita terjadi di negara berkembang dan lebih dari 40% penyebab kematian tersebut adalah penyakit diare dan ISPA, yang sebenarnya mampu dicegah dengan pemberian ASI Eksklusif.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 450/MENKES/SK/VI/2004 menetapkan bahwa ASI Eksklusif diberikan selama 6 bulan dan dianjurkan untuk dilanjutkan sampai dengan anak berusia 2 tahun atau lebih dengan pemberian makanan tambahan yang sesuai.

Tahukah mom, bayi lebih bahagia bila disusui di tempat yang tenang dan nyaman, apalagi jika dibelai-belai kepalanya sambil menatap matanya. Bayi juga sangat suka bila ibu mengajaknya berbicara meskipun si bayi belum bisa berkata-kata dan menjawabnya.

Adapun aktivitas menyusui berperan penting sebagai stimulasi meliputi berbagai aspek perkembangan bayi diantaranya :

1. Perkembangan Fisik
Asupan-asupan nutrisi bayi terjaga melalui pemberian ASI hingga usia 6 bulan yang dapat memacu pesatnya pertumbuhan fisik pada bayi terutama dalam perkembangan tulang dan ototnya. Jam tidur yang panjang dan nutrisi makanan dari ASI yang optimal akan membantu menambah berat badan sang buah hati.

2. Perkembangan Berpikir
Jika bayi terbiasa disusui terus menerus, otomatis ia akan mengenali wajah, aroma tubuh dan merekam suara ibu dan juga ayah dengan menggunakan kelima inderanya. Maka menjadi hal lumrah jika bayi mudah merasa tidak nyaman dan jadi menangis saat ia mencoba menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi, misalnya digendong oleh orang lain ataupun berada pada lingkungan baru.

3. Perkembangan Bahasa
Mommies, saat kita menyusui, usahakan untuk mengajak ‘ngobrol’ dan berbicara agar si kecil terbiasa mengenali cara mengucapkan kata-kata. Tahapan berbahasa seiring pertumbuhan bayi adalah mengoceh pada usia 4-8 bulan yaitu mengeluarkan suara berhuruf vokal dan konsonan seperti ‘uuu’ ‘aaa’ ‘dada’. Selanjutnya saat usia 8 bulan hingga jelang 1 tahun, bayi mulai bisa mengucapkan kata tanpa makna.

4. Perkembangan Sosial dan Emosi

Dalam proses aktivitas menyusui, bayi merasa selalu dalam dekapan ibu dan juga dekat dengan ayah. Hal ini bisa membangun ikatan emosional untuk si kecil. Tak heran, jika bayi melihat orang asing mendekatinya maka ia akan menangis. Hal ini karena bayi masih membutuhkan waktu untuk dapat mengenali orang lain selain kepada ayah dan ibunya.

Amazing!!

Betapa pentingnya proses menyusui bagi tumbuh kembang bayi. Maka jangan lewatkan dan jangan sia-siakan kesempatan untuk bisa menyusui ya mommies.

Semoga bermanfaat.

Terimakasih.

Aprilia Tika Primasanti

Aprilia Tika Primasanti

Seorang ibu yang bersemangat belajar untuk menjadikan hidupnya bahagia dengan membersamai keluarga dan semaksimal mungkin ingin bermanfaat dan membawa perubahan menuju lebih baik.

Related Posts