Mommies Daily

Menjaga Keharmonisan bagi Pasangan LDM

Menikah tapi tak serumah atau yang orang biasa sebut dengan  LDM (Long Distance Marriage) adalah salah satu kondisi yang ingin dihindari oleh hampir semua pasutri. Selain karena rentan terhadap berbagai konflik, pada kondisi ini para pasutri dituntut untuk memberikan usaha ekstra agar bonding yang tercipta dengan pasangan tidak terkikis oleh jarak dan waktu. Terlebih bagi pasutri yang sudah memiliki anak, kebutuhan untuk bertatap muka dengan pasangan mutlak diperlukan agar bonding dengan sang buah hati dapat terbentuk.

Keterbatasan komunikasi menjadi salah satu alasan mengapa kondisi pernikahan jarak jauh rentan terhadap konflik. Pada kondisi pernikahan jarak dekat (tinggal seatap), bukan hanya komunikasi dan tatap muka yang bisa dilakukan secara intens tetapi juga keterikatan satu sama lain, kebutuhan kontak fisik hingga bahkan hubungan seksual bisa dilakukan pasutri tanpa terkendala jarak dan waktu.

Long Distance Marriage

Belajar dari para pejuang LDM yang telah “berhasil” menaklukkan jarak dan waktu, kali ini mommiesharing akan membahas bagaimana kiat menjaga keharmonisan pernikahan jarak jauh yang bagi sebagian calon pasutri dan pasutri masih menjadi momok yang sebisa mungkin ingin mereka hindari. Cekidot mommies

  1. Bersyukur

Sudah mensyukuri pasangan mommies hari ini? Jika belum, yuk ingat – ingat kembali apa yang membuat mommies jatuh hati dan akhirnya memutuskan menikah dengan suami. Seiring bertambahnya usia pernikahan, mommies tentu akan semakin mengetahui sifat – sifat jelek suami mommies, tetapi jangan lupakan kebaikan – kebaikan yang membuat mommies jatuh cinta yaa J. Rasa syukur mommies terhadap pasangan bukan hanya mampu menguatkan cinta mommies tetapi juga ikatan antara mommies dengan suami, terlebih jika saat ini mommies tinggal terpisah dengan suami. Syukuri orang yang menjadi suami mommies saat ini, seperti apapun kondisinya bukankah mommies sudah berjanji untuk membersamainya dalam setiap keadaan?

  1. Komitmen

Komitmen merupakan salah satu penyangga berdirinya sebuah hubungan. Karena merupakan penyangga, sudah tentu komitmen akan menentukan kokoh tidaknya sebuah hubungan berlangsung. Pada pernikahan jarak jauh, komitmen yang kuat antar pasangan merupakan hal yang sangat diperlukan agar hubungan tetap bertahan. Jika mommies atau pasangan sudah mulai lelah menjalani hubungan jarak jauh, ingat kembali komitmen yang mendasari hubungan kalian sedari awal. Ingat kembali janji yang mommies tetapkan ketika menjatuhkan pilihan kepada pasangan.

  1. Komunikasi

Dalam hubungan pernikahan jarak jauh, komunikasi intens mutlak diperlukan sebagai cara untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Dan di era digital sekarang ini, ragam alat dan metode komunikasi telah bermunculan yang akan mempermudah mommies melaukan komunikasi dengan suami. Tak jarang karena kesibukan satu sama lain pasangan LDM akan lupa berbalas pesan atau menelepon pasangan. Hal ini akan dengan mudah menciptakan kesalah pahaman dan asumsi yang bisa saja menimbulkan pertengkaran. Oleh sebab itu, komunikasi intens sangat diperlukan agar pikiran mommies terhindar dari beragam prasangka.

Pastikan komunikasi mommies dengan suami tetap berjalan secara intens untuk sekedar memberi kabar, menghilangkan rasa khawatir serta mencegah rasa curiga muncul.

  1. Menomor-satukan Pasangan

Disaat kejenuhan dan kesepian melanda, tak jarang terlintas di pikiran mommies untuk menelepon kawan lama atau saudara untuk sekedar berbagi cerita dan melepas penat. Namun, mommies juga harus mengingat bahwa di tempat terpisah, suami mommies juga tengah berjuang melawan rasa sepi dan lelah sama seperti yang mommies rasakan. Oleh sebab itu, akan lebih bijak jika mommies segera menghubungi suami mommies, untuk sekedar berbagi cerita dan melepas penat bersama. Pun sebaliknya, bila mommies sedang bergembira karena suatu hal, segera telpon suami dan kabarkan berita bahagia tersebut. Memprioritaskan pasangan merupakan salah satu unsur penting dalam membina keharmonisan rumah tangga.

  1. Trusting and trustworthy

Ketidak-tahuan menimbulkan asumsi yang kemudian akan berkembang menjadi prasangka. Jika tidak dikelola dengan baik asumsi akan mengakibatkan krisis kepercayaan.  Krisis kepercayaan inilah yang kemudian mengakibatkan beragam konflik bermunculan dalam sebuah hubungan. So mommies, jangan mudah berasumsi bila suami lupa memberi kabar atau sekedar membalas chat. Percayalah bahwa disana suami mommies juga tengah berjuang demi membahagiakan keluarga. Dan untuk semua perjuangan yang telah suami lakukan, mommies pun harus menjaga kepercayaan yang sudah dia berikan.

  1. Pengertian dan perhatian

Sudah mengingatkannya untuk menjaga pola makan mommies? Atau sekedar memberitahu cuaca di tempat mommies hari ini? Jika belum lekas lakukan . Sedikit perhatian dari mommies barangkali bisa membangkitkan semangat dalam diri suami yang mungkin sudah mulai meredup terkalahkan dengan kerinduan akan kehangatan rumah. Meski jarang terucap, para suami akan sangat senang mengetahui selalu ada seseorang yang tidak pernah bosan memperhatikannya.

  1. Memberikan sedikit kejutan

Di era teknologi yang serba canggih saat ini, tersedia beragam metode yang memungkinkan mommies mengirimkan hadiah atau kejutan kecil untuk suami. Tak perlu menunggu hari ulang tahunnya tiba mommies dan tidak harus memberikan kejutan berupa barang yang mahal. Buatlah suami terkesan dengan kejutan – kejutan kecil yang selalu mommies berikan.

  1. Lebih mandiri

Tinggal berjauhan dengan suami membuat mommies harus bersikap lebih mandiri dan cekatan agar segala permasalahan rumah  yang muncul selama suami pergi sebisa mungkin teratasi. Tak hanya itu, tinggal terpisah juga memaksa mommies untuk tidak terlalu manja manakala ada hal – hal yang mommies perlukan.

  1. Kualitas hubungan seksual

Tak dapat dipungkiri bahwa dalam hubungan pernikahan, seks menjadi salah satu isu yang kerap menimbulkan permasalahan. Mulai dari masalah ringa hingga bahkan perceraian. Dan dalam hubungan jarak jauh, intensitas hubungan seksual menjadi salah satu hal yang tidak bisa dilakukan sebagaimana pasangan yang tinggal serumah. Tapi mommies tidak perlu cemas. Kuantitas tidak selalu setara dengan kualitas. Oleh sebab itu, manfaatkanlah sebaik mungkin waktu yang tersedia ketika mommies bertemu dengan suami. Ciptakan moment dan hubungan yang berkualitas agar kerinduan mommies dengan pasangan terbayarkan.

  1. Memajang foto pasangan

Tips yang satu ini terdengar cukup remeh ya mommies? Tetapi memajang foto pasangan, baik dalam figura ataupun sebagai walpaper HP misalnya, dipercaya dapat menciptakan bonding yang lebih erat antara mommies dengan pasangan. Trik ini juga mampu sedikit mengobati rindu dan menghindarkan mommies dari pikiran – pikiran negatif yang mungkin bermunculan selama terpisah dengan pasangan.

  1. Simpan masalah hanya antara kalian

Pernahkah mommies mendengar istilah “masalah rumah tangga tidak boleh keluar dari pintu kamar, apalagi gerbang”? Tampaknya istilah tersebut benar – benar harus diterapkan demi terciptanya rumah tangga yang harmonis. Setelah menikah, tak jarang beragam konflik akan menghinggapi rumah tangga mommies dan pasangan. Pada kondisi seperti ini mommies dituntut untuk bersikap bijak dengan menjaga kerahasiaan terhadap teman, sahabat bahkan orang tua sekalipun. Sebab tak jarang, pendapat orang ketiga justru memperkeruh keadaan dan memanaskan suasana. So, be wise mommies J.

Pernikahan jarak jauh memang bukan hubungan ideal yang didambakan oleh hampir seluruh pasutri, akan tetapi karena berbagai alasan para pasutri dihadapkan pada situasi yang memaksa mereka untuk tinggal berjauhan, seperti permasalahan ekonomi yang menuntut suami bekerja dan tinggal terpisah dengan istri, pilihan melanjutkan studi oleh salah satu pasangan ataupun alasan lain yang tidak bisa dihindari. Meski bukan hubungan ideal, pada kenyataannya banyak pasangan berhasil melewati kondisi pernikahan jarak jauh dan bahkan tak sedikit pasangan yang berpendapat bahwa “jarak ternyata justru mampu menguatkan”.  Salam semangat untuk para pejuang LDM.

 

Lamtiyah Ikha Indriyana

Lamtiyah Ikha Indriyana

Ibu satu anak yang masih belajar dan berusaha mengelola waktu, tenaga dan pikiran demi menjadi ibu dan istri terbaik untuk keluarga

Related Posts