Mommies Creative Mommies Daily

Mengenal Lebih Dekat Permainan Sensori dengan 7 Manfaatnya

Saat ini nampak bertebaran di media sosial, kesadaran orang tua tentang pentingnya bermain aktif dengan memposting ide-ide permainan. Ada juga himbauan bahaya pemberian gadget terlalu lama atau terlalu dini pada anak sehingga orang tua mencari ragam alternatif kegiatan bermain di rumah. Mommies, di usia 0-2 tahun, anak sedang dalam masa sensorimotor yang mudah menyerap informasi melalui semua indra yang dimiliki.

Permainan sensori sangat baik dilakukan untuk stimulus perkembangan anak. Permainan sensori atau sensory play adalah permainan yang menggunakan satu atau lebih indra yang dimiliki anak, seperti indra penglihatan, pendengaran, penciuman, perabaan, perasa. Selain itu Mommies, ada dua indra lain juga yang diaktifkan yaitu vestibular dan proprioseptif. Indra vestibular yaitu indra yang memberi informasi tentang posisi tubuh dalam ruang terkait gerak keseimbangan. Indra proprioseptif yang memberi informasi tentang keberadaan aktivitas anggota tubuh seperti bisa merasakan luka di kaki tanpa melihat luka tersebut.

Lalu apa manfaatnya saat anak-anak aktif bermain yang melibatkan indra di tubuhnya? Banyak manfaat yang didapatkan anak, di antaranya sebagai berikut:

1. Mendukung perkembangan bahasa anak dengan mengenal benda langsung.
Misal anak memegang  jelly, diperkenalkan kata kenyal, licin, halus. Dalam permainan sensori, anak akan lebih mudah menyerap dan mengingat informasi daripada hanya memberitahu tanpa benda konkret.

2. Membantu hubungan saraf yang mendukung perkembangan berpikir, belajar dan kreativitas anak.
Misalnya, saat bermain, anak akan berpikir cara menuang agar tidak tumpah. Anak juga akan belajar tekstur, bentuk, pola dari biji-bijian, kerikil, pasir dan sebagainya.

3. Menstimulasi ketrampilan motorik halus anak.
Saat melakukan permainan sensori dengan peralatan seperti sendok, spons, botol, anak mengoordinasikan mata dan tangan untuk menuang, meremas dan lainnya.

4. Mengembangkan ketrampilan motorik kasar dengan berlari, melompat, mengangkat, melempar dan sebagainya.

Permainan sensori untuk melatih motorik kasar

5. Menstimulasi kreativitas dan daya imajinasi anak.
Mommies, apakah anak pernah bertanya saat bermain? Itu adalah salah satu proses keilmuan anak untuk pengamatannya. Misal bermain melelehkan es batu dengan air hangat/taburan garam, anak akan mengamati, bertanya, menyimpulkan dan mengomunikasikan.

6. Mengajarkan anak mengontrol diri.
Anak akan belajar bermain dengan cara tepat. Misalnya, tidak melempar batu ke atas.

7. Memberi efek menenangkan untuk perkembangan sosial emosional.
Anak akan bebas eksperimen dan eksplorasi saat bermain. Anak akan belajar fokus, mengambil keputusan,  mengembangkan harga diri dan kepercayaan diri.

Ragam permainan sensori sangat luas dan banyak. Tugas orang tua adalah mendampinginya bermain untuk lebih bereksplorasi. Selamat bermain bersama anak, Mommies!

Sumber:

– Rangkuti, Julia Sarah. 2016. Rumah Main Anak. Depok: Sahabat Sejati Publishing

– Tim Rumah Dandelion. 2016. Keajaiban 7 Indra. Rumah Dandelion

Sumber gambar:

– alittlepinchofperfect.com

– youtube.com

April Fatmasari

Seorang istri sekaligus ibu rumah tangga yang masih belajar memaknai universitas kehidupan dengan tulisan.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *