Mommies Info

Mengenal Gejala Kanker Getah Bening yang Diderita Ustad Arifin Ilham

 

Indonesia kembali berduka atas wafatnya seorang pendakwah terkenal, KH. Muhammad Arifin Ilham, tepat pada hari Rabu, 22 Mei 2019 di Rumah Sakit Gleneagles, Pulau Penang pukul 23.35 waktu Malaysia. Ustad Arifin Ilham diketahui menderita kanker getah bening atau kanker limfoma.

Sebelumnya, beliau sempat menjalani proses pengobatan selama dua bulan yang kemudian sudah dinyatakan sembuh oleh dokter. Namun beberapa waktu lalu, pendiri majlis taklim Adz-Dzikra ini dikabarkan mengalami kondisi kritis sebelum berpulang.

Lalu, apakah itu kanker getah bening?
Apa sajakah gejalanya?

Kanker Getah Bening (KGB) atau yang disebut Kanker Limfoma ini adalah jenis kanker ganas yang menyerang sistem limfatik. Sistem limfatik ialah satu bagian krusial dari sistem pertahanan tubuh yang memiliki tugas penting. Limfatik membentuk barisan pertahanan yang berfungsi untuk melawan keberadaan infeksi maupun kanker.

Menurut penjelasan Dokter Spesialis Bedah dan Konsultan Bedah Onkologi dr. Sonar Sonny Panigoro Sp.B.Onk, sifat kanker getah bening memang terbilang unik karena diam-diam menggerogoti tubuh tanpa terdeteksi. Seringkali seseorang mendeteksinya terlambat sehingga sudah berkembang jauh.

Gejala kanker limfoma diantaranya adalah :

• muncul pembesaran pada kelenjar getah bening yang mungkin disertai dengan demam, gatal-gatal, keringat berlebih di malam hari, penurunan berat badan dan lain sebagainya.

• benjolan tidak sakit, permukaannya halus namun saat disentuh terasa keras seperti bola pingpong atau seperti menyentuh ujung hidung.

• paling sering terjadi di bagian leher dan supraklavikula.

• timbul perubahan kulit seperti eritoma, lepuh, erosi kulit dan lain-lain.

• gejala lanjutan bisa berupa penurunan antibodi, kulit sering infeksi dan bernanah.

Moms perlu waspada juga nih..
Jika ada gejala-gejala tersebut, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter dan lakukan pemeriksaan dini.

Besarnya peluang agar bisa sembuh dari penyakit kanker tergantung pada kapan pasien pertama kali datang berobat. Semakin dini pemeriksaan tentu peluang sembuh atau peluang hidup semakin besar.

Selain deteksi dini, kita harus melakukan tindakan preventif dengan menjaga gaya hidup seperti menerapka pola makan sehat, tidak merokok dan perbanyak aktivitas fisik.

Sumber :
tribunnews.com
cnnindonesia.com
jawapos.com

Aprilia Tika Primasanti

Aprilia Tika Primasanti

Seorang ibu yang bersemangat belajar untuk menjadikan hidupnya bahagia dengan membersamai keluarga dan semaksimal mungkin ingin bermanfaat dan membawa perubahan menuju lebih baik.

Related Posts