Health Ibu & Anak Mommies Creative Mommies Daily Mommies Info Mommies News Mommies Story Parenting

Mari Menyayangi Diri dan Sekitar Kita dengan Melakukan Relaksasi

Mommies..
Beberapa bulan terakhir ini, banyak sekali terjadi kasus-kasus memilukan dalam suatu keluarga. Seperti pada artikel mommiesharing sebelumnya tentang istri yang tidak mendapatkan support dari suami lantas melampiaskan pada anaknya dan ibu yang membunuh bayinya karena depresi.

Pada kasus istri yang melampiaskan emosinya kepada sang anak, hal itu disebabkan karena tekanan psikis dari suami dan lingkungannya (mertua). Sedangkan pada kasus lain, ibu membunuh bayinya karena diduga mengalami psikosis pospartum (PPP) karena adanya bisikan bahwa sang ibu tidak mampu untuk merawat anaknya.

Mommies..
Selain kedua kasus tersebut, banyak sekali kasus lain yang sumber utamanya adalah pikiran dan perasaan negatif yang muncul sebagai suatu respon atas keadaan yang sedang dialami, baik karena diri sendiri ataupun pengaruh lingkungan di sekitarnya. Sayangnya, respon yang ditunjukkan seringkali tidak adaptif atau tidak sesuai dengan permasalahan yang dihadapi.

Misalnya saja, anak sedang mengalami tantrum. Tidak sedikit ibu yang berfikiran ataupun merasa, “ih.. anak ini ngeselin banget sih! maunya apa coba sampai guling-guling dan mengamuk begitu. Bikin malu saja..”. Atau ibu yang baru saja memiliki anak, ada beberapa yang berfikir dan merasa bahwa, “duh.. susah sekali jadi orang tua.. duh, kanapa tidak mau tidur ya? duh, kenapa suami tidak mau membantu?.. duh, saya rasanya tidak berguna menjadi ibu” dan sebagainya.

Hasil eksekusi dari perasaan dan pikiran tersebut adalah tidakan-tidakan yang kurang pas, seperti menendang anak, membunuh anak, memarahi suami, dan sebagainya.

Apabila kita bisa sedikit saja mengambil jeda antara kita, emosi, pikiran serta permasalahan, maka akan sangat mungkin tindakan yang kita ambil jauh lebih sesuai dan tentu saja nyaman bagi kita sendiri.

Terdapat banyak cara, salah satunya adalah dengan melatih diri kita untuk melakukan relaksasi. Berikut tahapan sederhananya:
1. ketika pikiran dan perasaan negatif itu muncul, katakan pada diri sendiri “STOP” atau “EITS, JANGAN TERUSKAN!” atau kalimat yang membuat mommies merasa bisa menghentikan pikiran dan perasaan negatif tersebut. Hal ini akan membantu kita memutus pikiran dan perasaan yang tidak penting sebelum mengambil tindakan selanjutnya.

2. Posisikan diri senyaman mungkin. Kalau mommies mau sambil lihat jendela, oke. Mau sambil rebahan, oke. Mau sambil duduk, no problemo. Menutup mata atau membuka mata juga boleh. Intinya, buatlah diri mommies senyaman mungkin terlebih dahulu.

3. Rasakan nafas mommies, dan tidak perlu terburu-buru.

4. Mulailah dengan bernafas seperti biasa. Perlahan rasakan saat menarik nafas dan menghembuskan nafas.

5. Setelah selesai menghembuskan nafas, tariklah nafas secara mendalam melalui hidung, gembungkan perut, tahan dalam hitungan 3 detik, hembuskan perlahan melalui mulut sampai perut mengempis.

6. Kembali bernafas seperti biasa, lalu ulangi bernafas dengan perut sampai mommies merasa lebih tenang dan nyaman ya mommies. Jangan khawatir, sesuaikan aturan irama nafas menurut kemampuan mommies masing-masing ya.

Mungkin terlintas mengenai manfaat latihan relaksasi ini, yaitu untuk memproduksi hormon endorfin dalam tubuh. Hormon endorfin sendiri berfungsi untuk menimbulkan rasa tenang, bahagia, tenang dan mengurangi nyeri atau rasa sakit.

Harapannya setelah mommies merasa lebih tenang dan lebih nyaman dengan diri mommies sendiri, pikiran dan emosi menjadi lebih terbuka dan lapang.

Jika mommies merasa sendiri, carilah orang yang bisa mensupport mommies dalam melakukan suatu tindakan atau mommies bisa ambil gadget lalu carilah informasi berkenaan dengan permasalahan mommies. Abaikan berita negatif.

Apabila mommies butuh bercerita, mommies boleh kok mengirimkan pesan langsung (Direct Message) kepada Instagram atau Facebook mommiesharing. Semoga dengan demikian, mommies merasa lebih bersemangat dan bertenaga untuk mengahadapi permasalahan mommies ya.

Jangan lupa untuk tetap menyayangi diri sendiri tanpa membahayakan orang lain ya, mommies.

Sumber Bacaan:

Sumber Gambar:

Maulia Nur Adrianisah

Saya seorang wanita yg bangga memiliki profesi utama menjadi ibu rumah tangga. Juga seorang istri dari sesosok laki-laki yg senang mengajar dan menulis. Namun lebih terlihat cahayanya ketika menulis, lalu tanpa disadari saya pun mengikuti jejaknya. Semoga apapun yg kami tuliskan, bermanfaat bagi banyak orang, khususnya kami sendiri sebagai manusia yg masih perlu banyak belajar.
Follow Me:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *