Menyusui Mommies Info Mommies News

Manajemen ASIP Bagi Ibu Bekerja, Mengapa Tidak?

Bagi seorang ibu, memberikan ASI untuk sang buah hati dalam jangka waktu dua tahun penuh adalah suatu cita-cita. Tidak terkecuali bagi ibu yang bekerja. Pemberian ASI-Perah adalah salah satu jalan yang bisa ditempuh agar bayi tetap bisa mendapatkan ASI meskipun ibunya sedang bekerja.

Ketika waktu cuti hampir selesai, manajemen ASIP merupakan tema besar yang menjadi pertanyaan bagi para ibu. Hampir semua ibu mempertanyakan, “bagaimana agar stok ASIP bisa mencukupi kebutuhan si kecil selama saya bekerja?”.

Terdapat beberapa hal yang bisa diterapkan dalam manajemen ASIP agar bisa mencukupi kebutuhan si kecil selama ibu bekerja. Berikut pointnya:

1. Tetapkan target stok ASIP bukan berdasarkan penuhnya isi botol. Berikanlah ASI atas dasar kecukupan untuk si kecil. Selain itu, memberikan ASI merupakan perintah Tuhan. Jadi, mari perbaharui niat dalam meng-ASI-hi semata-mata untuk memenuhi perintah Tuhan semata, bukan karena untuk mengisi penuhnya botol dan freezer. Stigma, “memenuhi isi botol sampai tumpah dan berlimpah” akan membebani ibu sehingga membuat ibu menjadi insecure dalam menyediakan stok ASIP.

2. Perhatikan asupan makanan. Kelengkapan asupan gizi pada makanan akan mempengaruhi jumlah ASIP. Selain itu, berat badan anak akan lebih mudah bertambah dengan gizi yang cukup dan seimbang.

3. Saat berada di rumah, usahakan untuk tetap memberikan ASI secara langsung kepada bayi. Pemberian ASI langsung secara singkat, baik bagi psikologis ibu dan bayi.

4. Selama bekerja, usahakan untuk tetap meluangkan waktu untuk memerah ASI. Usahakan untuk meluangkan waktu tiga jam sekali untuk memerh ASI. Agar proses pemerahan bisa dilakukan dengan lebih leluasa, ada baiknya untuk membicarakannya terlebih dahulu kepada atasan anda, sehingga dukungan bisa didapatkan.

5. Jangan lupa untuk memberikan label keterangan pada tiap kemasan khusus ASIP. Keterangan seperti tanggal dan jam bisa membantu mengetahui jangka waktu terbaik disimpannya ASIP.

6. Sabar, tekun dan telaten. Menyiapkan ASIP bukanlah perkara mudah. Terlebih harus dilakukan selama dua tahun penuh. Ketika jadwal memerah ASI tertunda sekali saja, maka hasil perah akan sulit untuk bertambah. Oleh karena itu, mintalah kepada suami untuk memberikan dukungan agar memerah ASI dapat dilakukan secara rutin.

Masih banyak lagi tips manajemen ASIP agar produksi ASI bisa mencukupi persediaan sang bayi saat ibu bekerja. Sebanyak apapun itu informasinya, usahakan untuk menerapkan semaksimal mungkin informasi yang dimiliki terlebih dahulu. Semoga mommies selalu diberikan kesehatan dan kelancaran untuk memberikan yang terbaik bagi buah hati ya, mommies.

Sumber bacaan:
https://parenting.orami.co.id/magazine/ketahui-bagaimana-manajemen-asi-perah-untuk-ibu-bekerja/
Ig : @olevelove

 

Sumber gambar:

https://www.arunabalimom.com/manajemen-asip/amp/

http://cha2enwe.blogspot.com/2017/12/kesalahan-manajemen-asip.html?m=1

Maulia Nur Adrianisah

Saya seorang wanita yg bangga memiliki profesi utama menjadi ibu rumah tangga. Juga seorang istri dari sesosok laki-laki yg senang mengajar dan menulis. Namun lebih terlihat cahayanya ketika menulis, lalu tanpa disadari saya pun mengikuti jejaknya. Semoga apapun yg kami tuliskan, bermanfaat bagi banyak orang, khususnya kami sendiri sebagai manusia yg masih perlu banyak belajar.
Follow Me:

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *