Parenting

Kiat Menjadi Sahabat Anak

Menjadi orang tua adalah hal yang paling membanggakan, terlebih lagi jika melihat anak yang semakin hari semakin pintar. Cukup melihat wajah anak saat ia tidur, mendengar gelak tawanya, menatap mata indahnya dapat menjadi stress release setelah seharian berjibaku dengan pekerjaan dan kemacetan di jalan.

Betul?

Berbagai makanan terbaik, pakaian terbaik, sekolah terbaik pasti akan diberikan oleh orang tua tanpa peduli berapa besar nominalnya. Sudah sewajarnya orang tua selalu memberikan yang terbaik demi si anak. Namun, terkadang orang tua lupa bahwa anak bukan mutlak miliknya, tidak sepenuhnya orang tua memiliki hak atas si anak. Ego orang tua yang memaksakan kehendak anak tanpa memikirkan kenyamanan si anak pun kerap terjadi. Misalnya, anak diwajibkan sekolah di A, les di B,  kursus C, tanpa meminta pendapat dan persetujuan anak. Alih-alih baik untuk anak, anak stress sejadi-jadinya.

Well…fenomena tersebut bukan lagi hal tabu di jaman millennial sekarang ini. Orang tua berlomba-lomba melibatkan anak dalam berbagai kegiatan agar si anak sukses kelak. Tidak ada yang salah dengan tujuannya, namun yang perlu dikoreksi adalah cara mewujudkannya.

Perlu diketahui oleh para orang tua bahwa stress yang dialami anak dapat memberikan dampak yang begitu besar bagi perkembangan mental anak. Anak menjadi pribadi yang pemurung, pendiam, prestasi menurun, rendah diri karena merasa kurang bersosialisasi dengan teman seusianya, mudah depresi, dan melakukan kenakalan yang tidak seharusnya adalah sedikit contoh dari akibat stress pada anak.

Lalu, bagaimana agar tujuan orang tua dapat tercapai tanpa membuat anak stress?

Kuncinya hanya satu, jadilah sahabat bagi anak.

Bukan hal yang sulit kok menjadi sahabat bagi anak. Moms dan Dads bisa simak tips dibawah ini:

  • Pahami karakter dan kemampuan anak

Setiap anak memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda, bahkan pada anak kembar identik sekalipun. Sebelum Moms dan Dads mengarahkan minat kepada anak, sebaiknya selami dulu dunia anak. Perhatikan bagaimana gaya belajar yang anak sukai, tipe pembelajar yang seperti apakah si anak, di bidang apakah yang paling menonjol dari si anak. Dengan begitu Moms dan Dads akan lebih mudah untuk mengarahkan si anak tanpa membuatnya stress dalam menjalaninya.

  • Jadilah pendengar yang baik

Anak yang bahagia adalah anak yang memiliki komunikasi yang baik dengan orang tuanya. Jadilah pendengar yang baik bagi anak. Selalu tanyakan perasaannya di hari itu, apa saja yang ia lakukan dan temui hari itu, serta berempatilah pada tiap apa yang ia ceritakan. Dengan begitu, anak akan tumbuh menjadi anak yang penuh cinta.

  • Berikan sentuhan

Jangan lewatkan satu hari pun tanpa menyentuh dan mencium anak ya, Moms dan Dads. Melalui sentuhan dan ciuman, anak akan merasa dicintai dan berharga. Anak yang tumbuh di dalam keluarga penuh cinta akan menjadi pribadi yang penyayang, memiliki karakter yang lembut, ramah, dan berbudi pekerti luhur. Jadilah yang pertama memeluk anak saat ia sedih dan jadilah yang pertama memberikan pujian ketika anak berhasil dalam pencapaiannya.

  • Libatkan anak dalam memutuskan sesuatu atas dirinya

Sebelum Moms dan Dads memutuskan dimana anak akan disekolahkan atau dikursuskan, alangkah baiknya jika Moms dan Dads mengajak anak untuk survey ke sekolah atau tempat kursus yang sudah Moms dan Dads targetkan terlebih dahulu. Jika memungkinkan, biarlah anak mencoba atau trial di tempat tersebut. Pilihlah sekolah atau tempat kursus yang mana anak merasa nyaman disana.

  • Tidak menghakimi saat anak melakukan kesalahan

Kesalahan adalah proses belajar. Sering kali orang tua memarahi anak saat anak melakukan kesalahan. Tanpa disadari, hal ini dapat membuat anak menjadi trauma dan rendah diri. Saat anak melakukan kesalahan, sebaiknya orang tua berempati terlebih dahulu. Selanjutnya Moms dan Dads dapat mengajak anak berdiskusi dan mencari solusi agar kesalahan tidak terulang kembali.

Sudah siap menjadi sahabat anak? So, jangan ragu untuk terapkan tips di atas ya, Moms dan Dads. Tidak ada kata terlambat untuk membangun generasi yang lebih baik.

Sumber bacaan:

Zakaria, Mia dan Dewi Arumsari. 2018. ”Jeli Membangun Karakter Anak”. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.

Miranti Verdiana Ranu Muindro

Miranti Verdiana Ranu Muindro

Hello, I’m Mira and I’m One Happy Housewife! Allah has blessed me with an amazing husband and a wonderful son. I am half Javanese and half Sundanese. I love writing, organizing, home decorating, playing with my son, and planning out and making lists for everything! I am lucky enough to be a housewife and stay-at-home mom and do what I love everyday.

Related Posts