Mommies Info

Hari Malaria Sedunia, “Kenali dan Cegah Malaria di Masa Kehamilan”

Dalam rangka memperingati Hari Malaria Sedunia yang jatuh pada hari ini (25/04), maka Mommiesharing akan mengangkat isu mengenai penyakit Malaria. Dengan mengenali apa itu penyakit malaria, gejala, dampak serta cara pencegahannya, diharapkan penyakit malaria ini dapat ditangani dengan tepat dan cepat, serta meningkatkan kesadaran untuk peduli terhadap lingkungan, sehingga dapat memutus rantai penyebarannya.

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium. Parasit malaria yang terbanyak di Indonesia adalah jenis Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax. Proses penularan malaria dimulai dari nyamuk jenis Anopheles yang mengandung parasit malaria menggigit manusia.

Dikutip dari laman resmi WHO, tahun ini WHO bersama dengan RBM Partnership to End Malaria menggelar kampanye dengan tema ‘Zero Malaria Starts with Me’’. Tema ini diambil terkait penghitungan global kasus malaria melebihi 200 juta, yang mana setiap 2 menit seorang anak meninggal karena penyakit ini. Oleh karena itu, diharapkan kampanye ini dapat memainkan peran penting dalam mendorong kemajuan dan memerangi malaria global.

Di Indonesia sendiri, terdapat 3 wilayah endemis tinggi penyebaran penyakit Malaria, yaitu di NTT, Papua dan Papua Barat. Dilansir dari Tempo.co, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menargetkan Indonesia bebas endemis daerah tinggi malaria tahun 2020 dengan pengendalian malaria menuju eliminasi. Untuk mencegah penyebaran penyakit malaria, Kemenkes telah mengupayakan program Pekan Kelambu Massal, serta pemantauan penggunaannya di malam hari.

Penyakit malaria dapat menjangkit siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, perlu diketahui bahwa kelompok terbesar yang beresiko terjangkit penyakit malaria adalah ibu hamil. Hal tersebut dikarenakan ibu hamil mengalami penurunan sistem imun, meningkatnya volume sirkulasi darah, perubahan hormonal, perubahan keseimbangan asam basa, perubahan metabolisme karbohidrat, dan lain sebagainya,sehingga ibu hamil lebih rentan terhadap penyakit, termasuk malaria.

Untuk gejala penyakit malaria ini akan berbeda antara ibu hamil yang tinggal di wilayah endemis dan wilayah non endemis. Hal tersebut terjadi karena ibu hamil yang tinggal di wilayah endemis cenderung memiliki kekebalan yang lebih tinggi akan parasit malaria dibandingkan dengan ibu hamil yang tinggal di wilayah non endemis. Jika ibu hamil wilayah non endemis terjangkit malaria, maka akan timbul gejala berupa demam tinggi tanpa henti selama 2 minggu, sakit kepala, mual dan muntah, berkeringat dingin, nyeri otot, diare, BAB berdarah, dan kejang. Lain halnya pada ibu hamil yang tinggal di wilayah endemis, sering kali tidak timbul gejala, sehingga diperlukan pengecekan darah di laboratorium.

Pada kasus malaria berat, ibu hamil dapat mengalami komplikasi seperti anemia berat, malaria serebral, hipoglikemia, edema pulmonal, gagal ginjal akut, infeksi plasenta, puerperal sepsis, dan perdarahan post-partum. Tak berhenti disitu, dampak buruk dari penyakit malaria juga mampu menyerang janin. Jika ibu hamil terjangkit penyakit malaria, maka janin akan rentan mengalami anemia fetal, malaria kongenital, abortus dan lahir mati, serta berat badan lahir rendah.

Penyakit malaria ini memang terbilang berbahaya. Namun, penyebaran akan penyakit malaria ini dapat dicegah. Untuk mencegahnya, moms dapat melakukan hal-hal seperti di bawah ini:

  • Hindari bepergian ke daerah endemis
  • Konsultasikan ke dokter sebelum bepergian ke daerah endemis
  • Menggunakan kelambu berinsektisida saat tidur
  • Hindari gigitan nyamuk dengan menggunakan lotion anti serangga
  • Menyingkirkan dan menutup genangan air yang berpotensi sebagai sarang jentik nyamuk
  • Menaburkan abate ke dalam wadah air
  • Fogging secara berkala

Demikian informasi dari Mommiesharing seputar malaria. Kami harap moms sekeluarga selalu dalam keadaan sehat. Semoga bermanfaat 😊

 

Referensi:

Depkes, 2002, Malaria dalam Kehamilan

Tempo.co, 2018, Kemenkes Targetkan Indonesia Bebas Endemis Malaria pada 2020

www.who.int

Halodoc.com

 

Miranti Verdiana Ranu Muindro

Miranti Verdiana Ranu Muindro

Hello, I’m Mira and I’m One Happy Housewife! Allah has blessed me with an amazing husband and a wonderful son. I am half Javanese and half Sundanese. I love writing, organizing, home decorating, playing with my son, and planning out and making lists for everything! I am lucky enough to be a housewife and stay-at-home mom and do what I love everyday.

Related Posts