Health Mommies Info

Ribuan Warga Terserang ISPA Akibat Kabut Asap, Kenali Gejala dan Solusinya

Kabut asap yang terjadi sejak bulan Agustus lalu di Kalimantan dan Sumatera akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin pekat. Indeks kualitas udara yang semakin hari semakin meningkat angka nya membuat Sumatera dan Kalimantan dianggap sudah darurat asap. Akibatnya, berbagai penyakit, kecelakaan, bahkan kematian terjadi karena kabut asap.

Berikut kondisi kualitas udara di Pekanbaru versi BMKG:

Paparan kabut asap ini memiliki dampak langsung pada kesehatan sistem pernapasan, salah satunya adalah menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Dilansir dari Republika.co.id peningkatan jumlah penderita ISPA di Sumatera Selatan mencapai 274.502 orang periode Januari-Juni 2019, pekan lalu di Pekanbaru tercatat ada 1.136 warga terserang ISPA yang diduga akibat terpapar kabut asap. Suatu angka yang signifikan bukan, Mommies?

Menurut Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, kabut asap membuat anak-anak kecil dan orang tua rentan terkena ISPA. Beliau berharap agar pemerintah daerah segera mengatasi karhutla. Bantuan berupa masker dan pelayanan kesehatan pun telah dikirimkan Kemenkes untuk membantu pemerintah daerah.

Walau seringkali dianggap sepele, gangguan pernapasan seperti ISPA ini harus mendapatkan perawatan segera agar tidak semakin parah, terutama pada bayi, balita, anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

Lalu, apa sih ISPA itu? ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) adalah infeksi akut yang menyerang satu komponen saluran pernapasan bagian atas yang meliputi hidung, sinus, faring, dan laring. Dalam kasus karhutla ini, ISPA dipicu oleh kabut asap yang parah terhirup dan mengendap di saluran napas, ditambah melemahnya sistem kekebalan tubuh.

Dilansir dari Hellosehat.com, Berikut Beberapa Gejala Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA):
1. Hidung tersumbat dan pilek.
Sebaiknya penderita segera minum obat dan istirahat di rumah.
2. Batuk kering tanpa dahak yang dihasilkan dari paru-paru.
3. Demam ringan.
Demam ringan ini merupakan salah satu ciri tubuh yang sedang berjuang melawan virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh.
4. Sakit tenggorokan
5. Sakit kepala ringan
6. Bernapas cepat atau kesulitan bernapas
7. Kulit berwarna kebiruan akibat kurang nya oksigen.
8. Gejala sinusitis.
Seperti wajah terasa nyeri, hidung beringus, dan kadang-kadang disertai demam dan rasa sakit.
9. Badan terasa pegal atau nyeri sendi.
10. Sesak napas.

Jika terjadi gejala-gejala diatas, segera lah pergi ke dokter ya, Mommies. Agar ISPA segera tertangani dan tidak bertambah parah.

Selain gejala diatas, beberapa cara ini juga dapat dilakukan untuk mengatasi dan meringankan gejala ISPA akibat kabut asap. Yuk simak, Mommies..
1. Istirahat, untuk mengembalikan kekebalan tubuh.
2. Hindari paparan kabut asap saat gejala ISPA muncul dengan mengurangi aktifitas di luar ruangan.
3. Gunakan masker jika terpaksa harus ke luar ruangan dan terpapar kabut asap.
4. Konsumsi makanan bergizi dan perbanyak minum air putih.
5. Selain itu, beberapa obat seperti antihistamin, dekongestan, dan penghilang rasa nyeri juga dapat dikonsumsi untuk meringankan gejala ISPA. Terlebih lagi obat herbal seperti bawang putih, jahe panas, dan lemon panas juga dapat membantu meringankan gejalanya.

Semoga bermanfaat.

Sumber:
https://m.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190916103050-255-430773/5-cara-atasi-ispa-akibat-kabut-asap-karhutla

https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/pw797z415

https://hellosehat.com/penyakit/infeksi-saluran-pernapasan-atas-ispa/

Sumber Gambar:
https://kitabisa.com/campaign/merdekatanpaasap
https://www.bmkg.go.id/kualitas-udara/informasi-partikulat-pm10.bmkg

Ziana Walida

Fulltime mother & fulltime learnerđź’•
Follow Me:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *