Mommies Info

#JusticeForAudrey, Stop Bullying Sekarang Juga!

Fenomena bullying kini menjadi sorotan khalayak ramai setelah kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh siswi SMA terhadap siswi SMP berusia 14 tahun di Pontianak, Kalimantan Barat. Aksi pengeroyokan ini terbilang sadis karena telah meninggalkan luka fisik dan juga mental yang mendalam bagi korban.

Dua hari belakangan ini, peristiwa tersebut mendadak viral di media sosial. Rasa simpati warganet atas kasus tersebut terus menggema dengan tagar #JusticeForAudrey. Tak sampai disitu, warganet pun membuat petisi online melalui laman Change.org yang kini telah lebih dari 3,5 juta tanda tangan (11/04 12:57 WIB).

Berdasarkan informasi yang dilansir dari detik.com bahwa pelaku yang melakukan pengeroyokan adalah sebanyak 3 orang, sedangkan 9 sisanya hanya menyaksikan pengeroyokan tersebut tanpa ada usaha untuk melerai. Hal ini membuat Tika Febriyani, dosen Universitas Lampung jurusan Bimbingan Konseling angkat bicara. ”Tidak hanya pelaku dan korban bullying saja yang perlu perhatian. Namun, orang-orang yang melihat kejadian bullying secara langsung (bystander) juga perlu mendapat perhatian khusus. Dikarenakan kemungkinan mereka mengalami dampak psikologis dari melihat peristiwa tersebut”, paparnya.

“Ada beberapa penyebab (tindakan) bullying, seperti kurangnya perhatian orang tua, rasa ingin berkuasa, pernah menjadi korban kekerasan, akibat sering bertengkar atau berkelahi, meniru perbuatan kekerasan dari film, sinetron, game dan lain-lain”, ungkap dosen yang berparas cantik ini.

Kasus yang dialami Audrey mungkin hanya segelintir atas fenomena bullying yang ada di Indonesia. Entah ada berapa anak lain yang menjadi korban bully tanpa tercium oleh media. Hal ini akan terus berlangsung jika tidak ditangani dengan sigap dan tepat. Tika mengatakan bahwa untuk mengatasi fenomena bullying ini butuh kerjasama dari berbagai pihak untuk menjalankan peran dan tanggung jawabnya masing-masing, seperti orang tua, guru, teman, masyarakat, dan pemerintah.

“Bagi korban bullying, dukungan dari keluarga, teman, dan masyarakat luas sangat dibutuhkan. Bagaimana kita membantu korban untuk bangkit kembali dari situasi sulitnya, dari rasa cemas, trauma, dan depresi yang dialami, serta membantu ia kembali memiliki rasa kepercayaan dirinya.”, ujarnya.

Sebagai orang tua, tentunya anda tidak menginginkan anak anda menjadi pelaku ataupun korban bully. Tindakan preventif haruslah dilakukan sedini mungkin agar kasus semacam ini tidak lagi terjadi dikemudian hari. Di penghujung wawancara tim Mommiesharing dengan Tika, beliau menyebutkan bahwa ada 9 poin yang harus diperhatikan agar anak terhindar dari perilaku dan tindakan bullying, yakni

  1. Kenali karakteristik kepribadian anak
  2. Bangun komunikasi yang baik dengan anak
  3. Mengajarkan anak untuk tidak lari dari masalah
  4. Mengajarkan anak untuk berani melawan dan melapor
  5. Kenali dengan baik siapa saja teman anak anda
  6. Bangun kepercayaan diri anak
  7. Optimalkan bakat dan potensi anak
  8. Berikan kasih sayang dan cinta kepada anak
  9. Bangun relasi yang baik dengan guru di sekolah

Kasus ini telah membuka mata jutaan masyarakat akan fenomena bullying yang selama ini kerap dianggap hal yang biasa. Stop bullying sekarang juga! Kami berharap, keadilan dapat ditegakan di bumi Indonesia agar tak ada Audrey yang lainnya.

Anda dapat memetik hikmah dan pelajaran dari kasus ini. Peran anda sebagai orang tua begitu penting dalam menumbuhkan karakter anak anda. Luangkanlah selalu waktu untuk melakukan komunikasi produktif setiap harinya dengan anak anda, sehingga ia akan merasa dicintai. Anak yang tumbuh dengan penuh cinta, maka ia akan menabur cinta pada sesama😊

Miranti Verdiana Ranu Muindro

Miranti Verdiana Ranu Muindro

Hello, I’m Mira and I’m One Happy Housewife! Allah has blessed me with an amazing husband and a wonderful son. I am half Javanese and half Sundanese. I love writing, organizing, home decorating, playing with my son, and planning out and making lists for everything! I am lucky enough to be a housewife and stay-at-home mom and do what I love everyday.

Related Posts