Mommies Daily

Istilah ‘Bau Tangan’ : Mitos atau Fakta?

 

Mommies, pernahkah kita mendengar pernyataan bahwa bayi jangan terlalu sering digendong, karena nanti akan ‘bau tangan’? Kalimat ini seringkali membuat kita galau. Di satu sisi kita tidak tega untuk tidak menggendong sang buah hati, namun di sisi lain ada perasaan, “aduh, nanti jadi bau tangan karena kebiasaan digendong.”.

Ternyata bau tangan itu mitos lho, Mom!. Pada dasarnya, bayi yang baru lahir itu mengenali dunia sebagai tempat yang baru dan juga asing baginya. Selama 9 bulan dia berada di perut ibu yang aman, nyaman dan tenang. Lalu tiba-tiba harus menghadapi dunia yang terang, bising dan tidak dikenalnya. Kita saja kalau harus pergi ke tempat yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya, ada perasaan khawatir. Bagaimana dengan si kecil yang benar-benar baru mau mempelajari dunia ini?

Oleh karena itu, digendong sejatinya merupakan kebutuhan dasar bagi bayi. Digendong memberikan perasaan nyaman serta aman bagi bayi. Berada dalam dekapan ibu membuatnya merasa seperti dalam kandungan yang selama ini dikenalnya. Nah, hal ini menjawab mengapa ketika digendong, si bayi kok bisa tidur dengan pulas, tapi ketika ditaruh di tempat tidur seketika langsung terbangun.

Bayi bisa merasakan jika jauh dari ibu lho, Mom. Sudah seharusnya kita bangga sebab bisa menjadi seseorang yang paling dibutuhkannya. Jadi mom tak perlu khawatir bayi jadi ‘bau tangan’. Justru nanti kitalah yang akan merindukan masa-masa ketika sang buah hati masih mau digendong oleh kita.

Sekarang ada banyak produsen yang menyediakan produk untuk membantu menggendong. Pilihannya banyak sekali. Apapun pilihan Mommies, yang harus diperhatikan adalah Safety Rules dalam menggendong, atau yang juga biasa disebut babywearing. Rules yang telah disepakati oleh UK Sling Manufacturer & Retailers Consortium pada tahun 2012 ini dikenal dengan sebutan T.I.C.K.S yang terdiri dari kalimat :

 T = Tight: Gendongan cukup erat dan nyaman bagi penggendong dan bayi. Posisi bayi menempel seperti didekap, dan tidak melorot.

I = In View At All Times: Dapat selalu melihat wajah bayi, penggendong tidak perlu sampai membuka kain untuk melihat wajah bayi. Jika digendong dalam posisi cradle, pastikan wajah bayi menghadap ke atas.

C = Close Enough To Kiss: Kepala bayi berada di bawah dagu penggendong, sehingga mudah dicium. Posisi ini memudahkan penggendong untuk cepat merespon tanda-tanda yang bayi berikan.

K = Keep Chin Off Chest: Jaga napas bayi tetap baik dengan memposisikan dagunya menempel dada. Pastikan selalu ada jarak antara dagu dengan dada. Tangan bayi berada di samping wajahnya agar leluasa baginya untuk mengatur posisi wajah.

S = Supported Back: Pada posisi tegak (upright position), bayi berada dalam posisi alaminya, atau yang lebih dikenal dengan M-Shape. Dimana gendongan menopang penuh antara kedua lipatan paha bayi, pantat bayi secara menyeluruh, hingga punggungnya, sehingga posisi terlihat seperti jongkok.

Dengan memahami T.I.C.K.S, Mommies jadi semakin pede menggendong, dan rasanya ingin terus mendekap si bayi kemanapun Mommies pergi. Happy babywearing, Mommies!

 

Sumber :
-http://babyslingsafety.co.uk/
-https://haloibu.id/2018/07/babywearing-menggendong-dengan-aman-nyaman/
-https://haibunda.com/parenting/20170614110554-60-6313/bunda-perlu-tahu-sering-digendong-nggak-bikin-bayi-bau-tangan-kok
-https://unsplash.com/photos/EKSRKJn_9a4

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *