Mommies Info Mommies News

Ingin Anak Disiplin? Perhatikan 5 Prinsip Ini

Telah terjadi di Manado pada Selasa (1/10) lalu, berita mengenai siswa yang meninggal saat yang diberikan hukuman. Dikutip dari newsdetik.com ada enam siswa yang datang terlambat saat itu. Mereka disuruh untuk berjemur selama 15 menit dan lari keliling lapangan sebanyak 20 putaran setelahnya. Namun, sebut saja F, pingsan setelah memasuki putaran keempat. F dinyatakan meninggal dunia saat berada di rumah sakit.

Kedisiplinan merupakan sesuatu yang harus dibentuk sejak dini, baik oleh orang tua, maupun guru sebagai pengganti orang tua di sekolah. Hal yang dilakukan untuk membentuk disiplin salah satunya adalah dengan pemberian hukuman atau punishment. Menurut Hurlock, punishment adalah suatu penderitaan yang diberikan secara sengaja oleh guru atau orang tua karena kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan oleh anak, sebagai ganjaran atau pembalasan.

Mommies, dengan adanya teori dan fakta tersebut, tentu kita sangat ingin mendisiplinkan anak kita tanpa menyakiti mereka. Inilah prinsip pemberian hukuman agar tujuan kita mendisiplinkan anak tercapai dan anak tidak terluka dengan hukuman yang kita berikan:

1. Merupakan jawaban atas suatu pelanggaran
Hal ini bermakna kita sebagai orang tua dan guru, harusnya bersungguh-sungguh terlebih dahulu untuk melatih, mendidik dan membimbing anak kita dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental yang baik. Dalam hal ini, kita hendaknya menerapkan kepada diri kita terlebih dahulu sebagai contoh bagi anak-anak kita. Jangan lupa, berikan juga pengetahuan berkenaan dengan konsekuensi jika kita dan anak melanggar peraturan tersebut dan alasan mengapa konsekuensi tersebut harus dipilih.

2. Berikan hukuman setelah anak mendapatkan informasi logis atas kesalahannya.
Dalam hal ini, komunikasi adalah hal penting yang harus kita lakukan. Setelah kita menanamkan pengetahuan dan kita sendiri menerapkan hal tersebut agar anak dapat mencontoh, namun anak melanggarnya, adakan dialog dua arah. Berikan anak pencerahan berkenaan dengan kesalahannya.

3. Peserta didik boleh dihukum sebelum guru atau orang tua memberikan nasihat dan bimbingan.
Anak diberikan peringatan ketika melakukan kesalahan dan segera diberikan hukuman. Tujuannya adalah agar anak berfikir mengenai kesalahan yang telah dilakukannya. Setelah itu, ajaklah anak untuk berdiskusi mengenai kesalahan yang telah dilakukan dan harapan setelah hukuman dijalankan.

4. Sedikit ataupun banyak bersifat tidak menyenangkan.
Hal ini dapat berarti mengurangi beberapa hal dari kesenangan anak. Misalnya, jika anak tidak mengerjakan Pekerjaan Rumah, maka waktu bermain gadget yang awalnya tiga jam sehari menjadi satu jam sehari. Atau anak tidak diizinkan untuk memakan cemilan kesukaannya dalam waktu tiga hari.

5. Selalu bertujuan untuk kebaikan.
Maksudnya adalah hukuman diberikan untuk kepentingan anak itu sendiri. Terkadang, ada kan mommies, orang tua atau guru yang sebal dan geram dengan kesalahan anak, sehingga hukuman tersebut tidaklah murni mendidik anak, namun berisi emosi dari guru atau orang tua. Hati-hati mommies, hal itu justru membuat hukuman tidak memberikan efek lho.

Semoga kejadian tersebut tidak terulang lagi ya, Mommies. Pemberian hukuman memang perlu. Namun, makna dari adanya hukuman tersebut lebih penting. Oleh karena itu, mari kita sampaikan harapan kita kepada anak secara baik dan hukumlah anak sesuai dengan kesepakatan yang telah kita bicarakan bersama anak ya, Mommies.

Sumber bacaan:

Sumber gambar:

Maulia Nur Adrianisah

Saya seorang wanita yg bangga memiliki profesi utama menjadi ibu rumah tangga. Juga seorang istri dari sesosok laki-laki yg senang mengajar dan menulis. Namun lebih terlihat cahayanya ketika menulis, lalu tanpa disadari saya pun mengikuti jejaknya. Semoga apapun yg kami tuliskan, bermanfaat bagi banyak orang, khususnya kami sendiri sebagai manusia yg masih perlu banyak belajar.
Follow Me:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *