Health Ibu & Anak Kehamilan Kuliah Whatsapp Lifestyle Menyusui Menyusui Mommies Daily Mommies Info Parenting

Ibu Bunuh Bayi Diduga Lantaran Depresi, Berikut 3 Tips Ciptakan Kondisi Mental Sehat untuk Ibu Baru

Dilansir dari kompas.com, seorang ibu di Bandung membunuh bayi yang berusia 3 bulan (1/09/2019). Menurut Wakasatreskrim Polrestabes Bandung, tersangka mengaku mendapatkan bisikan gaib yang  menyatakannya belum siap mengurus seorang anak. Meski begitu, polisi masih belum mengetahui jelas apakah pisau yang digunakan sang ibu itu benar untuk membunuh anaknya karena tersangka masih sulit dimintai keterangan, Mommies. Sampai berita ditayangkan pada saat itu, sang ibu yang menjadi tersangka diamankan untuk dilakukan proses penyidikan. Kemudian sang ibu akan diperiksa oleh psikiater selama dua pekan lebih.

Dari kejadian tersebut, mungkinkah sang ibu mengalami halusinasi karena perubahan kondisi kesehatan mental setelah melalui proses kehamilan hingga melahirkan? Perlu Mommies ketahui ada 3 macam depresi yang dialami wanita pasca persalinan, yaitu:

1. Baby blues
Jenis depresi yang terbilang ringan, bisa terjadi sejak hari kedua hingga dua minggu setelah melahirkan. Saat itu Mommies mengalami perubahan mood seperti perasaan kecewa, kelelahan, murung, sedih hingga menangis. Kondisi ini rentan dialami oleh 30-80 persen wanita yang baru melahirkan.

Jenis depresi pasca melahirkan

Salah satu jenis depresi yang berdampak pada anak

2. Postpartum depresion (PPD)

Gejalanya hampir sama dengan baby blues tapi sedikit lebih gawat Mommies, sehingga menganggu aktivitas sehari-hari. Depresi ini mengakibatkan sang ibu kurang konsentrasi, tak mampu merawat dirinya sendiri dan berdampak pada aktivitas sosial. Ada juga gejala fisiknya yang mirip dengan hypothyroidism yaitu sensitif dengan dingin, kelelahan, kulit kering atau sembelit.

3. Psikosis postpartum (PPP)
Kondisi depresi ini tergolong berat, gejalanya seperi gangguan pikiran, halusinasi, delusi atau respon yang tidak pantas pada anak. Namun gejalanya sering kali tidak terdeteksi karena bisa bersamaan dengan baby blues atau PPD atau malah setelahnya. Menurut Susan Hatters Friedman, pakar psikologi dari Universitas of Auckland in New Zealand, wanita dengan kondisi PPP bisa kehilangan kesadaran dengan kenyataan hidupnya. Jadi sebetulnya sang ibu yang membunuh bayi baru lahir itu dengan kondisi PPP di luar kesadaran ya Mommies.

Perubahan kondisi kesehatan mental yang terjadi sejak kehamilan hingga persalinan memang butuh diperhatikan. Apalagi menjalani tahapan sebagai orang tua, tentu Mommies butuh dukungan dan pencegahannya juga. Lalu bagaimana menciptakan kondisi mental yang sehat saat menjadi seorang ibu, berikut tipsnya:

1. Penuhi kebutuhan fisik
Dimulai sejak kehamilan Mommies perlu menjaga gaya hidup sehat dengan makanan bernutrisi, minum air mineral yang cukup serta berolahraga. Terutama pasca melahirkan, butuh lebih banyak asupan sehat yang perlu diserap Mommies dan bayi. Sejumlah riset mengemukakan bahwa DHA bisa memperbaiki suasana hati. Vitamin B kompleks juga membantu menyeimbangkan homocystein (salah satu asam amino) tubuh. Jika homocystein tidak seimbang dapat mempengaruhi tingkat stres. Mommies juga bisa menggunakan waktu berjemur bayi untuk ikut menikmati vitamin D matahari dan menghirup udara segar. Gunakan juga di setiap kesempatan untuk sedikit menggerakan badan Mommies agar otot lebih rileks.

Makanan sehat pasca persalinan

Makanan sehat memberi manfaat mental yang sehat

2. Terbuka komunikasi dengan suami
Mommies bisa mengutarakan perasaan pada suami untuk meringankan ganjalan yang ada di pikiran. Bisa dimulai sejak merencanakan kehamilan hingga persalinan nantinya. Dukungan suami tentu sangatlah penting saat wanita telah berstatus sebagai ibu. Menjadi suatu hal yang penting dikomunikasikan juga tentang gejala baby blues dan depresi lainnya sejak kehamilan. Jika merasa kelelahan, ada baiknya mengomunikasikan dengan suami, keluarga atau orang yang dipercaya membantu agar bisa beristirahat sejenak.

3. Hubungi tenaga ahli
Saat Mommies mulai merasa ada perasaan tidak nyaman, bisa menghubungi tenaga ahli untuk meminta bantuan. Ada baiknya mempunyai kenalan dengan tenaga ahli untuk mencegah gejala depresi pasca melahirkan lebih parah. Saat ini juga tersedia konsultasi secara online jika kondisi bertatap langsung belum memungkinkan.

Kondisi kesehatan mental tidak bisa diremehkan karena sama pentingnya seperti kesehatan fisik. Perlu dukungan dan bantuan dari pasangan, keluarga bahkan teman dekat untuk menjaga keseimbangan kesehatan mental pasca melahirkan. Jika mental Mommies sehat, tentu berdampak baik juga pada mental anak.

Sumber:
https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/regional/read/2019/09/12/16545831/ibu-yang-bunuh-bayinya-di-bandung-diperiksa-psikiater

https://www.google.com/amp/s/id.theasianparent.com/ibu-bunuh-anak-di-bandung/amp

https://www.motherandbaby.co.id/article/2017/12/38/8894/3-Jenis-Depresi-Pasca-Melahirkan

https://www.cigna.co.id/health-wellness/5-tips-hidup-sehat-mencegah-postpartum-depression

https://www.alodokter.com/bunda-konsumsi-makanan-ini-setelah-melahirkan

Mommies Kulwap Postpartum Depression  bersama Gita Aulia, M.Psi

Sumber ilustrasi:
https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2019/09/02/e139dc5b-bb5f-41f5-b98d-0f8ffc235e9a_169.jpeg?w=650&q=90

https://hellosehat-com.cdn.ampproject.org/i/s/hellosehat.com/wp-content/uploads/2017/09/Inilah-Pentingnya-Peran-Suami-dalam-Mengatasi-Baby-Blues-802×339.jpg

https://ilmupoint.com/wp-content/uploads/2018/12/0.-5-Makanan-Sehat-untuk-Ibu-Menyusui-Ibu-Cantik-Bayi-Sehat-Ibu-Cantik-Bayi-Sehat.png

April Fatmasari

Seorang istri sekaligus ibu rumah tangga yang masih belajar memaknai universitas kehidupan dengan tulisan.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *