Mommies Daily Mommies Info Mommies Story Parenting

Hari Ayah Nasional, Momen Merefleksikan Peran Ayah dalam Keluarga

Mommies, orang tua yang ideal terdiri dari ayah dan ibu dalam suatu keluarga. Begitu juga dalam pengasuhan serta pendidikan keluarga ideal, membutuhkan sosok ayah dan ibu. Ada paradigma di zaman dulu bahwa peran ayah dianggap sebatas mencari nafkah, namun secara perlahan bergeser. Para ayah mulai banyak yang terlibat dalam mendidik anak.

Peringatan Hari Ayah Nasional (12/11/2019) bisa menjadi momentum untuk merefleksikan peran ayah di dalam keluarga. Menurut Ross D. Parke, peran ayah dalam pengasuhan akan membuat anak lebih berkembang dalam segala aspek seperti aspek motorik, sosial emosional dan koginitif. Seorang ayah dapat memainkan peran mendidik anak dari sudut kekuatan maskulinnya.

Mommies, ragam kegiatan yang maskulin yang bisa dilakukan bersama ayah, biasanya bersifat tantangan. Apa tujuan tantangan itu? Sesungguhnya untuk menjadikan jiwa anak lebih bersemangat, memacu adrenalin agar tersalurkan dan tentu untuk merangsang keingintahuan serta mencoba hal baru. Jika kendala ayah adalah waktu karena harus bekerja di luar rumah, ayah harus memanfaatkan waktu seefektif dan semaksimal mungkin agar berkualitas bersama anak.

Hari ayah nasional hanyalah momen karena sesungguhnya hari ayah adalah saat ayah benar-benar hadir utuh bersama anak meski sebentar. Kegiatan apa yang bisa dilakukan ayah dalam mengasuh serta mendidik anak?

Berikut ragam aktivitas yang bisa dijadikan referensi ayah, antara lain:

1. Aktivitas fisik
Meski anak masih balita, ayah perlu memberi contoh baik serta menstimulasi agar menyukai olahraga. Anak tidak butuh ayah jago berolahraga tapi mereka lebih membutuhkan keseruan dan kesan kebersamaan dalam aktivitas olahraga bersama ayah. Sekedar bermain bola, bersepeda, lari atau aktivitas outdoor lainnya.

Ayah lakukan olahraga bersama anak

Aktivitas fisik ayah dan anak dengan berolahraga

2. Aktivitas rumah tangga
Jika ayah mempunyai inisiatif,  bisa mengambil peluang aktivitas rumah tangga sebagai kegiatan mendidik anak secara maskulin. Misalnya berbelanja bersama anak ke pasar sesuai catatan ibu, membongkar dan menata gudang, mengecat, mengganti lampu, mencuci sepeda atau mobil atau beres-beres rumah. Tujuannya agar anak memahami bahwa ayah tampil sebagai pelindung, penolong keluarga serta mengajak anak segera bertindak menyelesaikan masalah.

3. Aktivitas ruhani
Bagi muslim, ada ibadah yang khusus untuk kaum lelaki. Secara otomatis, ayah berperan mengajarkan anak lelaki seperti shalat wajib berjamaah di masjid atau shalat Jumat. Anak perempuan tetap boleh ikut berjamaah di masjid tapi tidak sebanyak lima waktu. Tentu butuh kesabaran ayah agar sukses mengajak anak terbiasa ke masjid.

4. Aktivitas berkisah

Berkisah bukan hanya bisa dilakukan oleh ibu. Nyatanya, ada pendongeng seorang laki-laki. Sederhananya, ayah bisa memanfaatkan momen bercerita sebagai waktu yang membahagiakan dan penuh kenangan dengan memasukkan nilai-nilai kebaikan yang ingin dimiliki anak, apalagi di momen Hari Ayah Nasional seperti saat ini. lingkungan sekitar.

5. Aktivitas berkisah
Anak bisa diajak berbaur bersama, mengenal lingkup sosial lebih luas dari lingkungan sekitar rumah. Misalnya saat ada kerja bakti, membantu hajatan tetangga atau peringatan hari besar dan lain sebagainya. Anak juga berpeluang lebih banyak belajar saat ayah mengambil peran di lingkungan karena berinteraksi dengan bermacam orang. Bisa jadi, anak memahami bahwa ayah mempunyai jiwa melayani dan berkorban.

Mommies, agar peran ayah yang mendidik anak bisa terlaksana, tentu sebagai ibu harus bahagia dalam menjalankan aktivitas rumah tangga. Saat mengerjakan dengan bahagia, maka orang lain akan ikut mengambil peran dengan senang. Mungkin bisa menjadikan momen Hari Ayah Nasional untuk mengucapkan terima kasih dengan bahagia atas kebaikannya selama ini.

Berbagi bahagia

Berbagi kebahagiaan bukan berbagi beban

Seperti menurut Septi Peni Wulandani, berbagilah kebahagiaan bukan berbagi beban. Dalam membagi kebahagiaan juga memerlukan ilmu. Ada baiknya, ibu dan ayah menambah keilmuan tentang pengasuhan. Saat ini, banyak komunitas yang mengajak ayah untuk terlibat aktif dalam pengasuhan.

Jika ayah belum juga terlibat dalam pengasuhan, semoga Mommies tetap berbesar hati dalam mengasuh dan mendidik anak. Komunikasikan dengan pancaran bahagia setiap perkembangan anak, bukan hanya bercerita keluh kesah atau forward pesan nasehat. Tetap mendoakan agar ayah mau menjalani perannya dalam mendidik anak. Selamat Hari Ayah Nasional untuk keluarga Indonesia!

Sumber:
https://id.theasianparent.com/peran-ayah-dalam-keluarga/amp

https://m.bisnis.com/amp/read/20181112/236/858931/hari-ayah-ini-pentingnya-peran-ayah-menurut-psikolog

https://m.klikdokter.com/amp/3616627/jadi-ayah-sporty-lakukan-4-olahraga-ini-bersama-anak-anda

Istadi, Irawati. 2017. Rumahku, Tempat Belajarku. Yogyakarta. Pro-U Media

Sumber ilustrasi:
– sukita.info
klikdokter.com
berbagibahagia.org

April Fatmasari

Seorang istri sekaligus ibu rumah tangga yang masih belajar memaknai universitas kehidupan dengan tulisan.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *