Mommies Info

Gejala Autis Ringan yang Sering Tak Disadari Orang Tua

Hi mommies…

Kali ini, Mommiesharing akan membahas mengenai autisme di level yang paling ringan. Kenapa hanya membahas autisme ringan? Karena gejala autisme ringan ini sering kali dianggap biasa, hingga tidak disadari oleh orang tua. Sementara, autisme ringan ini juga butuh treatment khusus karena memiliki potensi untuk sembuh lebih besar jika ditangani secara tepat dan cepat.

Sebelum beralih ke gejalanya, Mommiesharing akan menjelaskan dulu apa yang dimaksud dengan autisme ini. Autisme adalah gangguan perkembangan yang mempengaruhi keterampilan bicara dan sosialisasi seseorang. Berdasarkan gejala dan tingkat keparahannya, kini autisme disebut dengan Autism Spectrum Disorder (ASD). ASD dibagi menjadi 3 level, yang mana level 1 adalah autisme dengan gejala dan tingkat keparahan paling ringan dan level 3 adalah autisme dengan gejala dan tingkat keparahan paling berat.

Autisme ringan dikenal pula dengan istilah High-Functioning Autism atau sindrom Asperger. Pada jenis autisme ini, anak-anak memiliki tingkat gejala klasik yang lebih rendah, dan kadang-kadang orang tua bahkan tidak dapat melihatnya sampai mereka membaca setiap gejala.

Untuk mengenal lebih dalam lagi mengenai autisme ringan ini, Mommiesharing akan memberikan informasi akan tanda-tanda dan gejalanya yang telah dirangkum dari beberapa sumber. Berikut rangkumannya:

  • Anak dengan autisme ringan masih memiliki kemampuan berbahasa dan kognitif yang normal, bahkan dapat pula di atas rata-rata. Namun, mereka tidak dapat menggunakan bahasa yang mereka miliki untuk memulai percakapan, mengungkapkan keinginannya, serta kesulitan untuk memberikan umpan balik saat diajak bercakap.
  • Umumnya anak dengan autisme klasik akan cenderung menghindari interaksi sosial, sementara autisme ringan akan mencari interaksi sosial dan ada keinginan untuk berteman. Hanya saja, mereka tidak mengerti bagaimana cara melakukannya.
  • Anak dengan autisme parah mungkin tidak melakukan kontak mata sama sekali. Berbeda halnya dengan anak dengan autisme ringan yang memiliki pandangan mata sekilas.
  • Anak dengan autisme klasik akan berbicara mengandalkan echolalia (pengulangan kata atau frasa). Sementara, anak dengan autisme ringan akan melalui tahap dimana mereka menggunakan echolalia yang kemudian akan tumbuh dan mulai membentuk kalimat sebenarnya.
  • Pada anak dengan autisme baik ringan maupun berat, seringkali berperilaku “stimming”, seperti menggigit kuku, memainkan rambut dengan cara membuat gerakan memutar menggunakan jari, menggoyangkan kaki, melompat dan berputar-putar, mondar-mandir atau berjalan jinjit, mengulangi kata atau kalimat tertentu, mengendus orang atau benda, mengatur ulang benda tertentu, membenturkan kepala berulang, menggaruk secara berlebihan, dan sebagainya. Bahkan, mereka dapat menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengatur mainan dibandingkan memainkan mainan mereka.
  • Kasus anak dengan autisme identik dengan gerakan yang tidak terfokus. Orang awam beranggapan bahwa anak dengan autisme cenderung pasif. Perlu diketahui, bahwa beberapa dari mereka bisa jadi sangat aktif, namun ada pula yang pasif. Anak dengan autisme yang aktif memang terlihat sangat lincah. Namun, para ahli mengatakan bahwa gerakan lincah mereka tidak terfokus.
  • Adapun gejala lain yang umumnya dimiliki oleh anak dengan autisme adalah adanya sifat impulsif, suka melukai diri sendiri, memiliki sifat tantrum yang keras, menunjukkan kurangnya rasa takut atau lebih takut daripada yang diperkirakan, memberikan respon yang tidak biasa terhadap suara, bau, rasa, serta memiliki kebiasaan makan dan tidur yang tidak teratur. Gejala-gejala tersebut mungkin normal, namun bagi mereka dengan keterlambatan bahasa, harus lebih diperhatikan.

 

Jika anak moms menunjukan adanya gejala seperti di atas, sebaiknya segera konsultasi ke dokter atau psikolog anak. Penting untuk moms ingat bahwa tingkat spektrum autisme dapat berubah dengan terapi dan perawatan yang tepat. Jurnal Pediatrics menerbitkan penelitian yang melaporkan bahwa satu model intervensi awal meningkatkan IQ anak-anak dengan rata-rata 17,6 poin. Selain itu, intervensi awal, terutama sebelum usia tiga tahun, dapat meningkatkan perilaku adaptif, fungsi sosial, penggunaan bahasa, dan masalah perilaku. Sooo…jangan putus asa ya, moms. Yakinlah selalu ada solusi di setiap masalah 😉

 

Sumber bacaan:

Hardy, Marcellina MSEd BCC. “Symptoms of Mild Autism”

<https://autism.lovetoknow.com/Symptoms_of_Mild_Autism>

Holland, Kimberly. “Understanding the 3 Levels of Autism”. 18 Juli 2018. Reviewed by Timothy J.Legg PhD CRNP

<https://www.healthline.com/health/levels-of-autism>

Miller, Kate and Wilson. “What is Considered Mild Autism”.

<https://autism.lovetoknow.com/Considered_Mild_Autism>

Osborn, Corrine O’Keefe. “Does My 3 Year Old Has Autism?”. 7 Agustus 2018. Reviewed by Karen Cross FNP, MSN

<https://www.healthline.com/health/signs-of-autism-in-3-year-old>

Rudy, Lisa Jo. “What Does Mild Autism Mean?”. 6 Mei 2019. Reviewed by a board-certified physician.

<https://www.verywellhealth.com/what-is-mild-autism-260244>

Tiffany. “15 Ciri-Ciri Autis Ringan yang Patut Dikenali”. 2018

<https://dosenpsikologi.com/ciri-ciri-anak-autis-ringan/amp>

images from : momdadi.com

 

Miranti Verdiana Ranu Muindro

Hello, I’m Mira and I’m One Happy Housewife! Allah has blessed me with an amazing husband and a wonderful son. I am half Javanese and half Sundanese. I love writing, organizing, home decorating, playing with my son, and planning out and making lists for everything! I am lucky enough to be a housewife and stay-at-home mom and do what I love everyday.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *