Health Lifestyle Mommies Daily Mommies Info

Fenomena Viral Langit Merah di Muaro Jambi! Yuk Lakukan 9 Solusi Ini untuk Atasi Krisis Iklim

Beredar viral fenomena langit berwarna merah di Muaro Jambi pada hari Sabtu (21/9). Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo Soetarno menjelaskan bahwa fenomena itu dikenal dengan istilah Mie Scattering atau Hamburan Mie. Langit berwarna merah, sinar matahari tertutup asap tebal. Menurut Agus, hal itu masih berhubungan dengan titik api di Muaro Jambi yang sangat tinggi.

BMKG mencatat hasil analisis citra satelit Himawari 8 pada hari Sabtu (21/9) di sekitar Muaro Jambi tampak titik api panas dan sebaran asap yang sangat tebal. Jika pada satelit tampak wilayah lain dengan asap kebakaran hutan dan lahan berwarna coklat namun di Muaro Jambi menunjukkan berwarna putih yang berarti lapisan asapnya sangat tebal. Tebalnya asap dan tingginya konsentrasi debu partikulat polutan berukuran < 10 mikron (PM 10), menunjukkan kondisi tidak sehat pada saat itu.

Fenomena mie scattering jika ditinjau dari teori fisika atmosfer dikarenakan adanya hamburan sinar matahari oleh partikel mengapung di udara yang berukuran kecil (aerosol). Terlebih jika diameter aerosol polutan di atmosfer sama dengan panjang gelombang sinar (tampak) matahari.

Dari kebakaran hutan yang menjadi penyebab langit berwarna merah ini, ternyata juga mengakibatkan perubahan iklim yang terjadi saat ini. Selain itu, cuaca ekstrim, kekeringan, gagal panen merupakan beberapa dampak krisis iklim.

Hal inilah yang menggerakkan anak-anak muda yang tergabung dalam Gerakan Global Climate Strike (GCS) menggelar aksi peduli krisis iklim pada Jumat (20/9/2019) dengan mengusung tema jeda untuk iklim. Di Indonesia sendiri aksi serupa akan dilakukan di 14 kota besar, dari Jakarta, Surabaya, sampai Kupang, dengan nama “Aksi Jeda untuk Iklim”.

Aksi jeda untuk iklim

Selain menyerukan isu krisis iklim, energi dan lingkungan, aksi ini juga ditujukan untuk menyambut Pertemuan PBB tentang Perubahan Iklim yang akan digelar tanggal 23-24 September 2019 di New York, Amerika Serikat.

Lalu apa sih yang bisa Mommies lakukan untuk mendukung aksi tersebut. Simak solusinya berikut ini

1. Jika memungkinkan, cobalah untuk mengubah moda transportasi Anda dengan berjalan kaki, bersepeda atau gunakan transportasi umum.

2. Makan makanan lokal atau hasil tanam pangan sendiri.

3. Menghemat penggunaan air dan listrik.

4. Membeli bibit untuk menanam pohon, mangrove atau tanaman apapun.

5. Memulai hidup minim sampah, setidaknya mengurangi plastik masuk ke rumah serta penggunaan tisu atau kertas.

Minim Sampah, Lawan Polusi Plastik

6. Mengompos sampah untuk mengurangi efek gas metan di TPA.

7. Ikut dalam aksi bersih-bersih lingkungan terdekat.

8. Mendidik anak-anak agar menjadi manusia yang peduli, tanggung jawab dan siap menghadapi perubahan iklim.

9. Hidup dengan cukup, sederhana dan tidak berlebih dengan membeli barang berdasar kebutuhan bukan hanya keinginan.

Nah Mommies bisa mulai darimana untuk membantu atasi krisis perubahan iklim ini?

Sumber:
https://m.cnnindonesia.com/nasional/20190922105904-20-432662/bnpb-fenomena-langit-merah-jambi-disebabkan-hamburan-mie

https://m.kbr.id/berita/internasional/09-2019/ingin_akhiri_era_energi_fosil__anak_muda_sedunia_gelar_aksi_global/100540.html

https://www.instagram.com/p/B2sx7uWhkCG/?igshid=17mr0yu0l2vkj

https://www.instagram.com/p/B2oHw0HAs6y/?igshid=1m8jua19w2d3r

Sumber gambar:
https://www.gonews.co/assets/news/22092019/gonews_xuscf_76760.jpg
https://www.bengkulutoday.com/jeda-untuk-iklim-semua-orang-akan-turun-ke-jalan
https://mobile.twitter.com/EHBalikpapan/status/1003949996259962880/photo/1

April Fatmasari

Seorang istri sekaligus ibu rumah tangga yang masih belajar memaknai universitas kehidupan dengan tulisan.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *