Ibu & Anak

Apa Itu Faltering Growth? Dan Seperti Apa Ciri – Cirinya ?

Apa Itu Faltering Growth ? Dan Seperti apa Ciri – Cirinya ?

Haiii Mommince (Mommy Hits nan Kece..) Hadirnya buah hati membawa kebahagiaan bagi setiap orang tua. Tidak terkecuali bagi saya dan suami yang sudah menunggu selama 14 bulan hingga akhirnya muncul dua garis merah di test pack. Persiapan demi persiapan menyambut buah hati pun kami lakukan dari mulai yoga hamil setiap hari, senam pagi, berlatih hypnobirthing, fisik, mental dan juga financial kami persiapkan dengan sebaiknya semampu yang kami dapat lakukan. Sembilan bulan yang sudah dinantikan pun lahir. Peran baru sebagai ibu pun dimulai. Begadang setiap malem karena direct breast feeding, sempat bolak – balik kena bendungan ASI (alhamdulillah ngga sampe di insisi) kalau orang awam sih bilang mastitis, ganti popok, dan segepok aktifitas – aktifitas lainnya khas ibu baru, kami juga rutin membawa ke dokter spesialis anak untuk imunisasi dan mengecek tumbuh kembang setiap bulan. Sebulan, dua bulan, tiga bulan selalu dipantau kenaikan berat badan, panjang badannya, hingga lingkar kepalanya. Alhamdulillah semua normal dan baik. Hingga akhirnya di bulan keempat kenaikan berat badan mulai tidak sewajarnya. Dokter spesialis anakpun mulai memberikan “alert” bagi kami sebagai orang tua nya.

Screening Pertumbuhan Bayi selama ASI Eksklusif

Tepatnya di usia empat bulan waktu control rutin untuk imunisasi, kenaikan berat badannya tidak sesuai usia nya. Bahkan dokter juga sempat menyampaikan kalau panjang badan baby Q sesuai untuk anak usia tiga bulan bukan empat bulan seperti yang seharusnya.. Atas indikasi medis itulah akhirnya dsa menyatakan Faltering Growth. Apa itu Faltering GrowthFaltering Growth merupakan perlambatan pertumbuhan bayi selama ASI eksklusif. Artinya pertumbuhan bayi tidak seperti seharusnya apabila diukur menurut usia nya.

Dari tabel diatas dapat terlihat dengan berat lahir 2.6 kilogram dan panjang badan 48cm  menjadikan starting point baby Q berada di percentile -1.5 SD (Standard Deviasi). Bulan pertama plotting titik berat badannya bergeser ke bawah garis merah (-2 SD). Bulan kedua titik berat badannya mengalami peningkatan (yah meskipun masih tetap di -2SD tapi minimal sudah mendekati atas garis merah.. syukurlah). Memasuki bulan ketiga peningkatan berat badannya lha kok malah bikin titik berat badannya geser kebawah makin jauh dari garis merah yhaa (masih tetep berada di -2SD). Mulailah was – was karena dsa udah mulai “alert”. Okelah positif thinking ajah sambil terus berharap semoga bulan keempat naik nya keluar dari garis merah. Ternyata di bulan keempat grafiknya semakin menjauhi -2SD. Disini dokter anakku udah mulai intervensi akhirnya karena takut kalau dibiarkan terus menerus akan mengarah pada malnutrisi yang bisa menyebabkan stunting.

Apa itu Stunting?

Faltering growth aja baru denger eh ini ada lagi namanya stunting. Nah lho apa pula itu stunting? Stunting merupakan kondisi dimana panjang badan berada di bawah -2SD. Kenapa malnutrisi bisa bikin stunting? Karena jika kenaikan tubuh hanya sedikit maka panjang badan juga tidak akan bertambah sesuai yang seharusnya. Stunting bisa diintervensi dengan perbaikan nutrisi. Itulah mengapa saat ini pemerintah sedang getol mengkampanyekan 1000 HPK (Hari Pertama Kelahiran) yang dimulai dari sembilan bulan sejak di dalam kandungan ditambah dua tahun awal di masa pertumbuhan anak. Oke kembali lagi ke intervensi dokter, dsa akhirnya memberikan 2 opsi: pertama asupan ASI dipersering ditambah dengan diberi susu tinggi kalori dan tinggi lemak atau kita tunggu perkembangan kenaikan berat badannya setelah MPASI dengan harapan berat badan bisa dikejar dari MPASI nya. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya kita putuskan untuk ambil opsi pertama. Kenapa? Karena kalau nunggu dievaluasi setelah MPASI artinya gambling dong lha iya kalau berat badannya kekejar dua bulan lagi, kalau engga makin numpuk dong PR nya. PR bawaan lahir 500 gr aja belom juga lunas eh ini udah nambah lagi utangnya (fyi dengan PB lahir 48cm, idealnya BB anak minimal 3 kilogram kalau mau ada di garis median warna hijau tua kalau di KMS). Selain diresepin susu tinggi kalori dan tinggi lemak, baby Q juga di resepin tambahan suplementasi zat besi.

Perjuangan Keluar dari Faltering Growth

            Sepulang dari RS bohong banget kalau kita sebagai orang tua ngga berantem. Dari sisi bapaknya udah berusaha kerja keras bagai qhuda dari pagi pulang tengah malem, semua dikasih buat anak eh ternyata anak dibilang faltering growth. Dari sisi ibu pun mulai ngga waras otaknya.. gilee lu ndroo nipple sampe lidas lecet bin ledeh nyusuin ngga ada tutupnya sehari semalem sampe bolak – balik kena mastitis pula ternyata berat badan masih kurang (terpouteeqqq hati mamak).Setelah kita kembali waras akhirnya kita mulai menyusun strategi (duh perang kali ah) mengingat baby Q bukan baby biasa yang tingkahnya super.

            Keesokan harinya kita mulai rutinitas baru. Setelah bangun tidur pagi kita beri 0.4ml supplemen zat besi. Satu jam kemudian mulai kita beri tambahan susu tinggi lemak dan tinggi kalorinya pakai pipet dan cup feeder. Bahkan dari pipet 1ml sampai 5ml aku punya. Awalnya kita coba dari 10ml, satu jam lagi naik 20ml, satu jam lagi naik 30ml. Sambil di sela – sela jam susu tambahannya tetap direct breast feeding ASI. Setiap dua hingga tiga jam sekali kalau suami lagi kerja aku yang pipetin, malem kalau suami pulang gant suami yang pipetin. Seminggu kuantitas susu tinggi lemaknya makin naik (susu yang pertama kita pakai bentuknya liquid. Jadi setelah buka botolnya harus masuk kulkas. Kalau mau diminumkan tinggal ditaruh di baskom isi air panas. Penyimpanannya di kulkas bagian dalam tidak boleh lebih dari 12 jam) dari yang semula 30ml sekali minum, sekarang jadi 45ml sekali minum. Seminggu, dua minggu, tiga minggu, sampai akhirnya jadwal buat imunisasi di bulan ke lima. Ternyata di bulan ke lima berat badannya naik signifikan sehingga kurva berat badannya yang semula berada di bawah -2SD menjadi di bawah -1SD. Dokter nya aja sampe kaget bias se signifikan itu diapain aja pak bu anaknya? Malah ditanya minum ASI nya gimana. Fyi tiap baby Q abis minum susu pake pipet, dia malah makin kenceng minum ASI nya. Dan mastitis udah bye – bye (semoga ngga kambuh lagi ya Allah. Sedih akutu kalo kambuh) Atas suggest dsa, pemberian tambahan susu tinggi kalori dan tinggi lemak nya tetap diberikan. Hanya jumlah nya yang perlahan – lahan dikurangi. Sebagai gantinya dokter memberikan dua opsi lagi: pertama MPASI menu tunggal bisa diberikan dua minggu kemudian selama dua minggu mengingat untuk MPASI saat umur enam bulan nanti sudah harus menu 4* sesuai rujukan dari WHO. Atau opsi yang kedua langsung diberikan menu 4* tanpa menu tunggal terlebih dahulu di usia enam bulan. Kami pun sepakat memilih opsi pertama karena kami juga sedang berjuang untuk booster berat badan baby Q.

MPASI sebagai Penunjang Booster Berat Badan

            Seperti yang mommies ketahui pilihan buah tinggi lemak penunjang booster berat badan jatuh pada alpukat.. Yiipiiee jadilah kita setiap hari belanja alpukat. Tiap pagi, malam bahkan jam 3 pagi kalau baby Q masih laper juga sikat ajaa brooh pake alpukat dua biji plus susu tinggi kalori dan tinggi lemaknya. Hasilnya??? Langsung tercyduk lemas sampe besok siang (maafin ibumu ya Nak). Dua minggu setelah menu tungal, tibalah saatnya menu MPASI nya 4*. Sebagai new mom pastilah belajar masalah per MPASI an. Dsa juga tidak melarang pemberian gula garam, lauk yang digoreng, penggunaan minyak tidak harus pakai EVOO, ELOO, dan sejenisnya, bebas mau pakai minyak keluarga merk apa saja asal minyak baru setiap akanmenggoreng, pengunaan margarin sebagai lemak tambahan tidak harus menggunakan unsalted butter (UB) boleh menggunakan margarin yang biasa kita gunakan.

            Masalah booster berat badan, menu wajib andalan que adalah hati ayam, telur ayam, telur puyuh, otak sapi, sumsum sapi, buntut sapi, santan setiap hari yang dimasak bareng bubur nya (ulala berasa sarapan bubur ayam uuyy). Akupun juga membeli timbangan digital yang biasa digunakan untuk menimbang bahan membuat kue. Buat apa?? Buat nimbang bahan – bahan makanan yang aku gunakan sebagai menu makan MPASI baby Q (ya Allah saking aku pengen memastikan kandungan macro maupun micronutriens nya sekaligus aplikasi dari hasil nyontek resep salah seorang dokter spesialis anak sub spesialis micronutriens sih.. hehehe). Hasilnya?? Alhamdulillah naik signifikan 100gr dalam waktu seminggu. Tau dari mana? Aku dan suami sampe beli timbangan bayi buat mantau perkembangan berat badannya setiap minggu (terima kasih suami udah support buat naikin berat badan baby Q).

            Bulan ketujuh lagi – lagi berat badannya mulai irit lagi naiknya. Susu dan ASI pun kembali dinaikkan frekuensi dan kuantitasnya. Setelah dievaluasi yuppp pola tidur baby Q yang suka deep sleep abis subuh lah penyebabnya. Penggunaan susu tambahan tinggi kalori dan tinggi lemak pun hanya bertahan di satu minggu saja. Karena baby Q udah ngga mau minum susu selain ASI. Jadi atas advice dokter akhirnya kita coba perbaiki kembali jam tidurnya dan susu tambahan nya kita stop namun kita ganti dengan pola makan sedikit demi sedikit namun dipersering. Bulan kedelapan pun akhirnya kurva berat badannya pun mengalami kenaikan yang perlahan – lahan mulai mendekati garis median (warna hijau tua di KMS).

Sedangkan untuk panjang badannya dari awal lahir berada di percentile -1SD. Perlahan – lahan di tiga bulan pertama terus mengalami kenaikan. Namun pada bulan keempat nyaris semakin mendekati -2SD yang artinya jika dibiarkan akan berakibat terjadi stunting. Alhamdulillah bulan kelima dan seterusnya semakin mendekati garis median. Hal ini berarti panjang badannya sudah sesuai dengan usia nya.

Hal lain yang tidak kalah penting untuk selalu di pantau perkembangan setiap bulannya adalah lingkar kepalanya. Perkembangan lingkar kepala baby Q dari awal bulan kelahirannya hingga saat ini mengalami kenaikan diatas garis median. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan otak nya berkembang dengan baik.

Upaya Mengatasi Faltering Growth

            Tulisan ini sekedar sharing dari saya pribadi kepada semua mommies yang sedang mengalami masalah dengan pertumbuhan berat badan anak yang naik nya hanya sedikit atau bahkan stagnan. Kalau boleh saya resume dari tulisan saya mengenai apa saja yang harus dilakukan:

  1. Pantau perkembangan berat badan, panjang badan, lingkar kepala anak dimulai sejak lahir hingga setiap bulan. Plotting di KMS agar terlihat kurva nya. (Pengalaman saya pribadi karena ngga  punya KMS, jadi download KMS sendiri, plotting sendiri, bahkan selain KMS saya juga plotting di kurva WHO,bahkan selalu plotting di HP juga pakai aplikasi primaku seperti yang ada di atas, kalau kurva CDC dokternya yang isi).
  2. Masak menu MPASI sesuai kan takaran dengan usia nya. Kalau saya sengaja banyakin protein hewani daripada sayurnya. Karena pembentukan otak anak memerlukan asam amino esensial yang hanya bias didapatkan dari protein hewani. Selain itu sajikan menu MPASI minimal mengandung 4 unsur makanan dari 7 unsur makanan anjuran WHO. Kalau untuk snack saya selalu membuat minimal mengandung 3 unsur.
  3. Sebelum berangkat ke dokter, aku selalu ukur sendiri berat badannya, panjang badan dan lingkar kepalanya (pakai meteran kain), lingkar lengan atas (bias beli pita ukurnya dari kertas di apotik. Atau pakai meteran kain juga boleh). Pastikan kalau timbangan di RS anak dalam kondisi tenang sehingga berat badan, panjang badan nya sesuai (pengalaman pribadi sempat anak belum diam udah main tulis aja susternya. Kzl. Makanya selalu ukur sendiri sebelum berangkat. Hehehee.
  4. Jangan ragu buat konsultasi ke dokter kalau memang ada masalah dengan anak. Jika memang informasi yang di dapat dari baca artikel atau pun sharing dengn sesama mommies malah bikin galau.
  5. Tidak perlu memaksakan berat badan anak untuk berada di garis median (garis atas warna hijau terang di KMS) jika memang berat badan anak pada saat lahir tidak berada pada garis tersebut. Yang paling penting garis pertumbuhan setiap bulannya mengalami kenaikan. Minimal sejajar dengan titik pada saat lahir. Inilah pentingnya plotting titik awal pada saat lahir. Jika memang pada bulan – bulan selanjutnya garis pertumbuhannya mengalami penurunan dari titik pada saat lahir ada baiknya segera menemui tenaga kesehatan atau DSA agar segera dicari tahu penyebabnya dan dicarikan solusi sehingga berat badan anak kembali naik seperti seharusnya.
  6. Penggunaan susu tambahan sebaiknya sesuai dengan advice dokter anak. Karena dokter anak lah yang lebih tahu kondisi anak. Karena dokter yang akan menentukan jumlah kuantitas tambahn susu yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan kalori based on Case by case dari setiap anak yang berbeda – beda. Percayalah ngga ada susu merk apapun yang memiliki kandungan lebih baik daripada ASI semahal dan sebagus apapun merk nya. Karena ASI adalah makanan yang terbaik bagi bayi.

Last but not least I just wanna say big thank you buat suami as a best partner yang udah support bukan cuma financial yang beli semua yang diperlukan tapi juga udah luangin waktu buat temenin baby Q. Matur nuwun juga buat uti – uti dan kakung – kakung nya yang udah bawain bahan makanan buat dibikin jadi menu MPASI. Semangaatt mommies yang lagi galau karena berat badan anak yang sedang bermasalah. Percayalah mom dibalik semua kekurangan dan ketidak sempurnaanmu, setiap ibu itu tetap sempurna untuk anak – anak nya.

 

Salam Hangat Penuh Cinta

Hafida

Hafida Satya Aryani

Hafida Satya Aryani

Mom of Precious Child. Full Stay at Home Mom

Related Posts