Mommies Daily Mommies Info Mommies Story Parenting

Covid-19: Membahagiakan Diri Di Tengah Anggota Keluarga yang Kurang Mendukung

Sudah satu minggu lebih para siswa dipindahkan ruang belajarnya di rumah masing-masing. Hal tersebut merupakan suatu dukungan terhadap program pemerintah dalam menekan laju penyebaran Covid-19.

Dalam hal ini, tentu saja belajar di rumah memiliki beberapa hambatan. Contohnya, suasana belajar yang kurang kondusif, tidak adanya pendampingan guru secara fisik, keluarga yang tidak dapat membantu banyak sampai kepada anak yang justru pergi bermain daripada belajar.

Adanya kesempatan bagi anak untuk pergi bermain, menjadi suatu pertanyaan tersendiri.
Banyak faktor yang dapat membuat anak memiliki kesempatan demikian. Salah satunya adalah keadaan keluarga yang kurang menyenangkan bagi anak.

Bagi sebagian orang, momen belajar di rumah bisa dijadikan ajang berkumpul keluarga, terutama jika masing-masing anggota keluarga kurang memiliki kecocokan waktu untuk bertemu satu sama lainnya. Namun di sisi lain, terkurung dalam kurun waktu tertentu bersama anggota keluarga yang tidak disukai membuat perasaan sedih tersendiri bagi beberapa anak lain. Terlebih ketika anggota keluarga tersebut tidak menyadari bahwa dirinyalah sumber ketidaknyamanan bagi salah seorang anggota dalam keluarganya.

Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencoba tetap berbahagia di antara anggota keluarga yang tidak mendukung, yaitu:

1. Susun kegiatan yang menyenangkan untuk diri sendiri
: Jika kita mengenali diri sendiri, akan ada banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan untuk menyibukkan diri sehingga tidak terlalu merasa tertekan ketika harus bersama dengan anggota keluarga yang kurang kita sukai.

2. Tetap berpikir positif
: Pasti ada sebab tersendiri yang menjadikan kita tidak begitu menyukai salah seorang anggota keluarga kita. Entah karena sikapnya, perkataan dan lain sebagainya. Jika dia mengatakan hal yang kurang menyenangkan, mari kita cari sisi positif dari perkataan tersebut.

3. Membatasi interaksi
: Jika dia menunjukkan perilaku yang tidak menyenangkan, coba untuk membatasi interaksi dengannya atau menjaga jarak. Hal tersebut kita lakukan selain agar dia tidak terus menerus menyinggung kita, kita juga perlu menjaga emosi kita agar tetap stabil.

4. Mencoba untuk memaafkannya
: Memaafkan adalah satu kata yang sangat ringan untuk diucapkan namun susah untuk dilakukan. Dalam memaafkan, seseorang bukan berarti harus melupakan keburukan yang pernah dilakukan anggota keluarga tersebut. Pun memaafkan tidak berarti kita setuju dengan perkataan ataupun perbuatannya. Kita memaafkan karena kita ingin berdamai dengan diri kita, juga berdaman dengan keadaan, sehingga kita tetap bisa bersikap wajar dengan orang yang sudah menyakiti kita. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan mendoakannya sebelum tidur dengan mengatakan jujur kepada diri kita sendiri kalau kita tidak setuju dengan perbuatannya, namun kita akan berusaha memaafkannya.

5. Tetap jaga komunikasi dengan sahabat, teman atau keluarga yang mendukung
: Dalam hal ini, jadikan sahabat, keluarga atau teman yang mendukung sebagai penawar dari anggota keluarga yang kurang kita sukai. Dengan begitu, energi positif tetap kita terima setiap hari selama kita berada di rumah.

Selain tetap menjaga kesehatan fisik kita, mari tetap kita jaga kesehatan mental kita selama bersama keluarga, meskipun salah satu diantara anggota keluarga tidak kita sukai. Jangan lupa berdoa agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan kita selalu dalam keadaan sehat.

Sumber bacaan:
https://www.google.com/amp/s/amp.tirto.id/segudang-masalah-belajar-dari-rumah-karena-corona-covid-19-eGqQ

Sumber gambar:

https://www.verywellmind.com/healthy-family-relationshps-and-stress-relief-3144541

https://www.blogtalkradio.com/modernliving/2016/03/15/did-you-grow-up-with-a-toxic-parent

Maulia Nur Adrianisah

Saya seorang wanita yg bangga memiliki profesi utama menjadi ibu rumah tangga. Juga seorang istri dari sesosok laki-laki yg senang mengajar dan menulis. Namun lebih terlihat cahayanya ketika menulis, lalu tanpa disadari saya pun mengikuti jejaknya. Semoga apapun yg kami tuliskan, bermanfaat bagi banyak orang, khususnya kami sendiri sebagai manusia yg masih perlu banyak belajar.
Follow Me:

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *