Mommies Daily Mommies Info Mommies News Parenting

Cegah Anak Terobsesi Tokoh Idolanya dengan 5 Cara Ini

Wanita Bekasi, sebut saja Elvira Irena, baru-baru ini membagikan foto dirinya di bawah bilboard berisikan foto dirinya juga yang berada di daerah dekat Mall Metropolitan Bekasi. Hal itu dilakukan agar dia mendapatkan perhatian dari idolnya yang merupakan Kpopers. Muantap sekali ya, mommies.

Setiap orang di dunia ini, pasti memiliki idola. Tidak memandang usia, baik anak-anak, remaja ataupun orang dewasa. Mulai dari mengidolakan artis, orang tua, tokoh pahlawan, penyanyi, tokoh dalam agama, ataupun kakak kandungnya sendiri, semua termasuk idola.

Idola sendiri menurut KBBI memiliki arti orang, gambar, patung dan sebagainya yang menjadi pujaan. Terdapat beberapa alasan mengapa seseorang memiliki idola, salah satunya adalah adanya kebutuhan seseorang dalam memperjelas identitas dirinya. Menurut Fromm tanpa adanya idola, manusia akan sulit mempertahankan kewarasan mereka (Fiest, Fiest & Roberts, 2013). Dengan memiliki idola atau bahkan memujanya, dia akan melekatkan diri dan melakukan konformitas atau mengubah sikap sesuai dengan yang diidolakannya untuk menemukan identitas dirinya.

Hal itu bisa jadi berbahaya bagi anak-anak kita lho mommies, apalagi ketika anak-anak kita mengidolakan orang yang salah. Yuk kita lakukan beberapa hal ini agar anak kita tidak mengidolakan figur favoritnya secara berlebihan:

1. Bantu anak kita untuk mengenali idolanya.
Memiliki idola itu wajar. Namun, pilihlah tokoh idola karena hal-hal positif yang dimilikinya. Bukan sekedar ganteng atau memiliki kelebihan harta saja. Setelah kita paham siapa idola anak kita, mari kita dalami terlebih dahulu siapa dia agar kita bisa mengarahkan anak-anak kita ya, mommies.

2. Ajak anak kita untuk mendiskusikan tokoh idolanya.
Ingat ya mommies, mendiskusikan. Bukan menceramahi apalagi menghakimi. Mari kita diskusikan ketika anak sedang bersantai. Lakukanlah tanya jawab tentang hal-hal yang membuat anak mengidolakan seseorang.

3. Carikan tokoh lain atau tokoh pembanding jika ternyata tokoh yang diidolakan bermasalah.
Mengingat bahwa memiliki tokoh idola adalah suatu kebutuhan, melarang anak untuk tidak mengidolakan seseorang justru akan membuat anak nekat untuk semakin mengidolakannya lho, mommies. Mari kita ajak diskusi kembali, kira-kira ada kah tokoh idola lain yang diidolakan anak-anak kita. Jika memang tidak, coba kita tawarkan idola yang memiliki kemiripan ciri khas, namun lebih positif sifatnya. Awalnya mungkin anak-anak tidak akan menerima, namun anak akan penasaran dan mencari tahu siapa kah tokoh yang ditawarkan itu.

4. Ajak anak kita untuk berfikir netral.
Semua manusia, sesempurna apapun di mata kita, pasti memiliki kekurangan. Ajak anak kita untuk menetralkan sudut pandangnya bahwa setiap kesempurnaan seseorang, pasti ada keterbatasannya.

5. Dorong anak kita untuk menjadi lebih baik dari idolanya menurut cara anak masing-masing.
Mengingat bahwa salah satu alasan seseorang mengidolakan suatu figur adalah menemukan identitas dirinya, dorong anak kita untuk menjadikan idolanya sebagai batu loncatan untuk menjadi lebih baik sesuai dengan caranya sendiri. Dengan begitu, anak tidak tenggelam semata-mata ke dalam kegiatan memuja sang figur, tetapi juga tersulut untuk menjadi lebih baik dari figur yang diidolakannya.

Bagaimanapun juga, alangkah bahagianya jika figur idola anak-anak kita adalah kita sebagai orang tuanya. Betapapun banyaknya kekurangan dalam diri kita, anak akan menghormati dan menyayangi kita karena kita adalah sosok yang bisa dibanggakan oleh mereka.

Sumber bacaan:

Sumber gambar:

Maulia Nur Adrianisah

Saya seorang wanita yg bangga memiliki profesi utama menjadi ibu rumah tangga. Juga seorang istri dari sesosok laki-laki yg senang mengajar dan menulis. Namun lebih terlihat cahayanya ketika menulis, lalu tanpa disadari saya pun mengikuti jejaknya. Semoga apapun yg kami tuliskan, bermanfaat bagi banyak orang, khususnya kami sendiri sebagai manusia yg masih perlu banyak belajar.
Follow Me:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *