Ibu & Anak

Apa itu Inner child dan Cara Menghilangkannya?

Haii Mommies.. Pernah ngga sih Moms setelah menikah jadi lebih gampang marah kalau anak lagi bertingkah macem – macem? Ngerasa sebel sendiri karena dulu sering ditinggal orang tua kerja di kantor? Terus sekarang kalau kesel jadi gampang lampiasin ke anak.. Hmmm mungkin karena inner child jadi perasaan sewaktu kecil jadi terbawa sekarang. Pernah denger apa itu inner child? Atau malah baru tahu nih Moms? Yuk Moms kita coba cari tahu dulu apa itu inner child.

Apakah Inner child Itu?

John Bradshaw (1992), inner child merupakan pengalaman masa lalu yang tidak atau belum mendapatkan penyelesaian dengan baik. Orang dewasa bisa memiliki berbagai macam kondisi inner child yang dihasilkan oleh pengalaman positif dan negatif yang dialami pada masa lalu. Seperti motivasi alam bawah sadar lainnya, inner child juga muncul pada orang dewasa dalam bentuk perilaku atau keadaan emosi yang tidak disadari (unconscious).
Hasil dari pengalaman masa lalu yang membentuk inner child dapat membentuk sifat yang beragam, misalnya sifat bergantung kepada orang lain atau dependency, impulsivitas, atau dalam bentuk positif seperti mandiri, asertif dan masih banyak lagi contoh perilaku lainnya yang dapat berupa gangguan trauma. Seringkali gangguan pada Inner childmembawa masalah pada tingkah laku, emosi, dan hubungan sosial orang dewasa (Diamond, 2008).. Begitu juga sebaliknya, inner child yang cenderung stabil juga akan memberi dampak positif seperti menunjukkan perilaku yang sesuai dengan situasi, emosi yang stabil, serta hubungan sosial yang suportif (Diamond, 2008).
Cara Healing Inner Child

1. Penerimaan : Menerima bahwa kita di masa lalu pernah jadi ‘korban’, jadi anak yang dikasari, yang disakiti secara verbal ataupun fisik. Rasa sedih, kecewa, marah, takut, kesepian, semua terasa menyesakkan dada. Tapi coba untuk mengenali rasa itu lagi, terima bahwa kita memang pernah merasakannya. Menyangkalnya berarti sama dengan menyangkal keberadaan inner child dalam diri kita.

2. Komunikasikan ke dalam : Ketika anak kita melakukan suatu kesalahan yang sama dengan kita dulu, rasanya emosi dalam diri langsung ingin meledak. Bila terjadi hal demikian, segera jauhi anak. Jangan bereaksi apapun padanya. Karena hanya penyesalan yang akan didapat. Masuk ke kamar, tutup pintu, pejamkan mata dan bicara ke dalam diri kita sendiri, lewat hati. Ingat-ingat, apakah ada memory yang sama, kejadian yang sama seperti ini, saat kita kecil dulu? Bayangkan inner child kita, panggil dia dan bicaralah dengannya. “Wahai diriku yang kecil, datanglah. Hadirlah, aku ingin menemuimu”. Hati akan menuntun kita untuk menampilkan inner child sesuai masalahnya.

3. Memaafkan : Cara berikutnya adalah memaafkan perilaku kedua orangtua kita dulu yang kasar atau berlaku tidak baik saat kita kecil. Selain orang tua, maafkan pula nenek kakek om tante dan saudara kandung yang tinggal serumah. Karena mereka sangat mungkin berkontribusi menorehkan luka di batin kita. Memaafkan mereka sebetulnya bukan hanya demi kebaikan mereka. Tapi lebih kepada demi kebaikan diri kita sendiri. Masa lalu tidak pernah bisa kita ubah. Tapi kita selalu bisa merubah sikap dalam menghadapinya.

4. Melepaskan : Setelah memaafkan, rasakanlah beban berat itu akan menguap. Hati lebih ringan, pikiran lebih tenang. Lalu lepaskan sisanya. Lepaskan kenangan masa lalu yang menyakitkan itu. Supaya tak ada lagi bayang-bayang masa lalu yang akan membuat kita berulang melakukan kesalahan yang sama. Tiap bayangan itu datang, alihkan dengan melakukan hal yang kita suka. Supaya suasana hati kita jadi senang lagi. Kemudian fokuslah ke masa sekarang dan masa depan. Lakukan rangkaian self healing ini secara rutin. Ulangi untuk memanggil inner child Anda. Lakukan di saat tenang, tidak ada orang. Lakukan berulang hingga seluruh bayangan inner child yang tidak bahagia itu menghilang. Digantikan dengan inner child yang tersenyum, ceria, bersemangat dan bahagia. Namun bila Moms tidak bisa menghadirkan inner child dan punya masa kecil yang sangat kelam, ada baiknya Moms berkonsultasi dengan psikolog agar dibantu memanggil inner child yang bermasalah dan diharapkan dapat menyelesaikannya dengan baik, agar tidak mengganggu kehidupan Moms saat ini yang telah menjadi seorang ibu. Sehingga Moms tidak mewariskan kesalahan yang sama dalam mengasuh anak, yang akan terus menurun ke cucu Moms kelak.
Selamat berjuang memutus inner child demi menciptakan memori masa kecil yang indah anak kita. Karena menjadi seorang Mommies itu terasa jauh lebih menyenangkan ketika tidak lagi dibayangi masa kecil yang menyedihkan. Menjadi Mommies yang tahu cara merawat anak dengan baik, tidak melakukan kesalahan yang sama. Yang lembut namun bisa tegas saat diperlukan, tanpa harus melukai perasaan maupun fisik anak. Kita bisa berdiri tegak sebagai Mommies yang bahagia. Menjadi Mommies yang sepenuhnya dicinta oleh anak-anak tanpa dibuat merana. Demi masa depan mereka yang istimewa.

Salam Hangat Penuh Cinta

Hafida

Source :

https://anakpintarkita.blogspot.com/2017/01/cara-mengatasi-masalah-inner-child.html

https://maxima.id/inner-child-seberapa-penting-sih/

Hafida Satya Aryani

Hafida Satya Aryani

Mom of Precious Child. Full Stay at Home Mom

Related Posts