Ibu & Anak

Bermain di Luar dapat Meningkatkan Kemampuan Bahasa si Kecil?

“Jangan main-main ke luar rumah nak, nanti bajumu kotor atau nanti kamu kepanasan atau nanti bahaya kalau kamu kenapa-kenapa dan lain-lain”

Melihat langsung setiap perkembangan dan pertumbuhan si Kecil yang kian hari kian aktif dan memiliki rasa ketertarikan yang tinggi pada dunia luar, kerap kali larangan-larangan di atas dilontarkan oleh orangtua pada si Kecil ketika ia ingin bermain di luar. Seolah-olah bermain di luar dapat menjadi hal yang membahayakan kalau ada hal buruk yang terjadi di luar pengawasan orangtua. Rasa khawatir seperti itu boleh, tetapi jangan berlebihan. Sebab, ada segudang manfaat mengajak anak bereksplorasi dunia luar daripada terus-terusan bermain di dalam rumah.

Salah satu manfaatnya adalah dapat meningkatkan kemampuan bahasa si Kecil. Mengapa demikian? Karena ketika anak bermain di luar, banyak hal baru yang ia temukan selain di dalam rumah dan hal tersebut menarik perhatiannya. Si Kecil akan melihat sesuatu yang baru dan timbul rasa ingin tahu. Di saat seperti ini adalah waktu yang tepat bagi orangtua untuk memberikan informasi tentang apa yang dilihatnya.

Misalnya, ketika si Kecil melihat ada kucing lewat maka ia akan menunjukkan sikap gemas dan ingin sekali memegang kucing itu. Langsung saja beritahu ia, “Yang lucu itu namanya kucing, warnanya belang ya, dia punya kaki empat, dan bunyinya meong meong” dan deskripsi yang lain-lain lagi. Usaha orangtua untuk mendeskripsikan nama, warna, dan tekstur benda yang berada di luar rumah memberikan nilai plus dalam merangsang si Kecil berbicara.

Selain itu, bermain di luar rumah dan bertemu teman sebayanya juga melatih kemampuan sosialnya. Anak akan mengikuti aturan main sekaligus berkomunikasi. Setidaknya, ia harus mengutarakan keinginannya kepada orang lain saat berada di luar rumah dan juga meniru apa yang orang lain katakan.

 

Disamping itu baiknya jika dibarengi dengan tips berikut untuk melatih si Kecil berbicara

  1. Selalu ajak si Kecil berbicara, walaupun terlihat ia belum mengerti tapi ia sudah merekam dan akan mengutarakannya saat ia sudah bicara nantinya. Agar lebih mengerti lagi, Moms bisa melakukannya dengan cara yang menyenangkan.
  2. Bacakan buku setiap hari(punya jadwal sendiri, misal: membaca buku sebelum tidur). Dengan dibacakan buku anak akan mendapat banyak kosakata sekaligus mendengar berbagai macam ekspresi dari cerita dongeng yang dibawakan.
  3. Berhati-hati jangan sampai berbicara yang tidak baik di depan anak, karena itu tadi alasan di poin pertama. Anak mampu merekam dan akan meniru ucapan di kemudian hari.
  4. Merangsang otot bicaranya dengan cara memberikan makanan padat pada anak sesuai usianya.

Semoga bermanfaat.

 

Ziana Walida

Ziana Walida

Fulltime mother & fulltime learner💕
Follow Me:

Related Posts