Menyusui

Apakah Perlu Menyendawakan Bayi Setelah Menyusu?

Kelahiran seorang bayi ke dunia merupakan sebuah kebahagiaan bagi seorang ibu. Dalam membesarkan anaknya, seorang ibu selalu ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya.

Namun, bagi ibu baru yang belum memiliki pengalaman dan pengetahuan yang banyak tentang merawat bayi, biasanya mengalami berbagai kekhawatiran dan kebingungan dalam merawat sang buah hati yang baru lahir.

Salah satu hal yang banyak ditanyakan oleh seorang ibu baru ialah mengenai sendawa pada bayi. Sering kali mereka bertanya apakah menyendawakan bayi setelah menyusu itu perlu dilakukan? Dan bagaimanakah cara menyendawakan yang benar?. Karena sebagian ibu baru merasa khawatir ketika bayi sering sendawa atau mengalami gumoh setelah menyusu.

Selain itu, ibu baru juga masih takut untuk untuk membantu bayi mereka untuk bersendawa. Leher yang belum kuat untuk tegak mengangkat kepala pada bayi baru lahir, membuat ibu baru ragu-ragu untuk membantu bayi mereka pada posisi yang mudah untuk membuatnya bersendawa.

Apakah setelah menyusu bayi perlu untuk disendawakan?

Sendawa pada bayi memang perlu dilakukan setelah bayi menyusu karena memiliki manfaat sebagai berikut:

1. Menyehatkan saluran pencernaan bayi

Selama menyusu banyak kemungkinan udara yang turut masuk ke dalam perut bayi. Terutama jika bayi menyusu dengan menggunakan botol. Gelembung-gelembung udara yang terkumpul di dalam botol ikut masuk ke dalam lambung. Hal tersebut dapat membuat tidak nyaman. Oleh karena itu gelembung udara yang masuk ke lambung bayi tersebut perlu dikeluarkan dengan cara menyendawakan bayi.

2. Mencegak bayi dari kolik

Kolik merupakan kondisi tidak nyaman yang disebabkan oleh terperangkapnya udara di dalam perut. Kondisi ini juga sering dialami oleh bayi. Posisi yang kurang tepat ketika menyusu biasanya juga dapat menyebabkan udara masuk ke perut bayi dan menyebabkan kolik.

Pada akhirnya bayi akan rewel karena tidak nyaman dengan tubuhnya yang mengalami kolik. Membantu bayi bersendawa merupakan salah satu cara untuk meredakan kolik pada bayi.

3. Membantu bayi tidur lebih nyenyak

Menyendawakan bayi setelah menyusu dapat membantu bayi tidur lebih nyenyak. Gas-gas di dalam perut bayi telah dibantu dikeluarkan sehingga bayi merasa lebih nyaman. Pada saat bayi bersendawa bisa juga diiringi dengan gumoh.

Gumoh pada bayi sangatlah wajar, hal tersebut dikarenan volume lambung bayi yang masih kecil sehingga ketika bayi menyusu terlalu banyak maka ASI atau susu kembali dikeluarkan.

Ketika setalah menyusu bayi telah bersendawa dan gumoh, tentu dapat membantu bayi tidur lebih nyenyak tanpa harus terganggu gumoh secara tiba-tiba saat bayi tertidur dan membuatnya terbangun.

Lalu bagaimana posisi yang benar ketika menyendawakan bayi?

Terdapat beberapa cara sebagai berikut:

Menyendawakan bayi
1. Posisi digendong tegak

Siapkan sapu tangan di pundak Mommies. Gendong bayi dalam posisi tegak kemudian sandarkan dagu bayi di pundak Mommies. Topang badan bayi dari bawah dengan satu tangan. Satu tangan lainnya menepuk atau mengelus punggung bayi secara perlahan hingga bayi bersendawa.

2. Posisi duduk

Dudukkan bayi di pangkuan Mommies. Topang dagu (bukan leher) dan dada bayi dengan telapak tangan. Kemudian tepuk atau elus perlahan punggung bayi.

3. Posisi tengkurap

Tengkurapkan bayi di pangkuan Mommies dengan menopang dagu bayi. Sangga kepala bayi hingga kepalanya lebih tinggi dari badan bayi. Kemudian tepuk atau elus punggung bayi dengan perlahan.

Bagaimana Mommies mudah bukan cara menyendawakan bayi? Jika Mommies belum berani melakukannya sendiri, Mommies bisa meminta bantuan kepada orang tua Mommies yang lebih berpengalaman dalam hal ini.

 

 

Sumber :

  • https://www.alodokter.com/pentingnya-sendawa-bagi-bayi
  • https://www.alodokter.com/cara-menyendawakan-bayi-dengan-benar

Sumber gambar:

  • Mamapapa.id
  • Alodokter.com

Ayu Putri

Seorang ibu rumah tangga yang berusaha menjadi bermanfaat untuk sesama.
Follow Me:

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *