Parenting

Antisipasi Social Anxiety Saat Silaturahmi

Yeaaayyy….lebaran sebentar lagi.

Kumpul dengan keluarga dan sanak saudara pastinya menjadi momen yang ditunggu-tunggu kan, moms? Bersalaman, bertegur sapa, bercengkrama, dan bersenda gurau bersama adalah hal yang paling dirindukan. Namun, seketika kekhawatiran moms menghampiri. Bagaimana yaa dengan si kecil nanti?

Yup…bukan hal yang tabu jika moms ada sedikit kekhawatiran apakah si kecil mudah beradaptasi dengan orang yang baru ditemuinya dan mudah membaur dengan keramaian nanti. Dan adalah hal yang wajar jika si kecil mengalami stranger anxiety.

Stranger anxiety adalah kecemasan atau kewaspadaan terhadap orang-orang yang belum dikenali oleh seorang anak. Umumnya, anak akan mengalami puncak dari stranger anxiety saat usia 7-10 bulan dan akan hilang dengan sendirinya saat usia 1,5-2 tahun. Satu hal yang harus moms tau, stranger anxiety itu hal yang normal pada perkembangan kognitif si kecil. Hal tersebut membuktikan bahwa si kecil sudah mampu merekam gambar wajah orang-orang yang sering berinteraksi dengannya, yang mana gambar wajah yang baru menyebabkan disonansi dalam otaknya, sehingga muncul rasa ketakutan dan rasa tidak aman terhadap orang asing. Selain itu, stranger anxiety juga merupakan salah satu pertanda bahwa si kecil memiliki perkembangan emosi yang sehat.

Mommiesharing paham betul kekhawatiran moms akan stranger anxiety saat momen silaturahmi nanti. Oleh karena itu, melalui artikel ini Mommiesharing akan berbagi beberapa tips menangani si kecil ketika tanda-tanda stranger anxiety muncul, seperti menangis, berteriak, bersembunyi, dan lain sebagainya.

  • Utamakan kenyamanan si kecil

Peluk dan gendong di kecil ketika memasuki ke tempat baru atau harus bertemu dengan orang baru baginya. Jangan paksa si kecil berinteraksi lebih dalam jika ia benar-benar tidak menginginkannya. Sebaiknya, menjauhlah sejenak dari keramaian untuk menenangkannya. Pastikan pula si kecil dalam keadaan kenyang dan cukup istirahat agar rewel tidak menjadi-jadi.

  • Sounding sebelumnya

Sebelum si kecil memasuki ke tempat baru atau bertemu dengan orang baru baginya, hendaklah moms memberitahukannya terlebih dahulu. Moms dapat jelaskan secara perlahan dan berulang akan dibawa kemana ia, bagaimana suasananya, dan akan bertemu siapa saja disana agar si kecil lebih siap.

  • Biarkan orang baru berinteraksi dengan si kecil

Jika si kecil mulai menunjukan ketenangan, biarkan orang baru berinteraksi dengannya. Akan tetapi, di tahap awal interaksi hanya dapat dilakukan dengan jarak yang cukup jauh, seperti bermain cilukba, menunjukkan mainan kesayangan atau yang diminatinya dari kejauhan, dan lain sebagainya.

  • Informasikan orang baru sebelumnya bahwa si kecil butuh waktu untuk berkenalan

Apabila moms sudah berpengalaman sebelumnya tentang stranger anxiety ini pada si kecil, moms dapat informasikan sebelumnya bahwa si kecil butuh waktu untuk beradaptasi dan berkenalan. Dengan begitu, mereka akan bersikap lebih hangat dan tidak agresif pada si kecil.

  • Perkenalkan secara perlahan

Moms dapat memperkenalkan kepada si kecil secara perlahan. Apabila di kecil menolak bersalaman, jangan dipaksa ya, moms. Sebaiknya tetap gendong si kecil saat moms mendekatkannya dengan orang baru dan sampaikan nama dari orang baru tersebut. “Sayang, ini lho yang namanya tante Ida yang tadi mama ceritakan. Kalau yang itu, om Dani”, misal.

  • Berikan jaminan pada si kecil bahwa moms akan selalu menjaganya

Agar si kecil merasa nyaman dan lebih tenang, berikanlah jaminan bahwa moms akan selalu ada di dekatnya dan akan selalu menjaganya. Jaminan sederhana ini mampu mengembangkan rasa percaya dirinya dan meningkatkan level keberaniannya.

  • Akui ketakutan si kecil

Berempatilah pada si kecil dan akui ketakutan si kecil. Biarkan si kecil tahu bahwa moms memahami perasaannya dengan tidak memaksanya untuk berinteraksi. Berikan dukungan kepada si kecil saat ia membutuhkannya. Dengan begitu, si kecil akan merasa dihargai.

Social anxiety memang bukan masalah besar jika dialami oleh anak di bawah 2 tahun. Akan tetapi, bisa jadi butuh penangan ekstra jika social anxiety masih terbawa hingga usia pra sekolah karena tentu akan menghambat interaksi sosialnya ketika di sekolah nanti. Apabila social anxiety masih berlanjut, segeralah berkonsultasi dengan dokter ya, moms😊

 

Sumber:

“Stranger Anxiety”. <https://www.encyclopedia.com/medicine/psychology/psychology-and-psychiatry/stranger-anxiety>

Mrunal, “Stranger Anxiety in Babies and Toddlers-Signs and Tips to Deal with It”, <https://www.google.com/amp/s/parenting.firstcry.com/articles/stranger-anxiety-in-babies-and-toddlers-signs-and-tips-to-deal-with-it/%3famp>

Miranti Verdiana Ranu Muindro

Miranti Verdiana Ranu Muindro

Hello, I’m Mira and I’m One Happy Housewife! Allah has blessed me with an amazing husband and a wonderful son. I am half Javanese and half Sundanese. I love writing, organizing, home decorating, playing with my son, and planning out and making lists for everything! I am lucky enough to be a housewife and stay-at-home mom and do what I love everyday.

Related Posts