Mommies Daily

7 Strategi Jitu Agar Lulus Toilet Training

Toilet Training adalah salah satu fase yang pasti dan harus dilalui oleh seorang anak. Melepas kebiasaan lama dan mengubahnya dengan sesuatu yang lebih baik haruslah konsisten. Tentu moms akan butuh banyak kesabaran dalam melakukannya. Namun, moms bisa menerapkan tips dari kami agar lebih siap menjalaninya.

Ada beberapa hal yang moms harus amati sebelum toilet training dilakukan, yaitu kesiapan anak. Pertanda awal anak telah siap toilet training adalah ketika moms menemukan popoknya kering saat bangun pagi. Yang kedua, anak sudah mampu memberikan kode atau mimik yang khas sebelum BAK dan BAB. Yang ketiga, anak sudah bisa melepas celananya sendiri. Yang keempat, anak sudah merasa tidak nyaman saat dikenakan pospak, dan yang terakhir anak memiliki keingintahuan tinggi mengenai cara menggunakan toilet, misalnya seperti ingin ikut masuk ke toilet saat moms hendak BAK.

Apabila anak sudah menunjukan ciri-ciri seperti di atas, saatnya eksekusi dimulai. Pastikan stock kesabaran full ya moms dan usahakan tidak memberikan target dan ekspektasi berlebih saat toilet training nanti. Biarlah mengalir dan anak yang menentukan kapan ia benar-benar siap tanpa pospak, sehingga anak tidak stress dengan kebiasaan barunya nanti.

Berikut tips jitu lulus Toilet Training:

  • Sounding
    Jangan pernah sepelekan ‘The Power of Sounding’. Tahukah moms bahwa kondisi sebelum tidur adalah fase peralihan antara alam sadar dan bawah sadar, dimana otak menghasilkan gelombang alpha, sehingga sangat efektif untuk memberikan segala sugesti, afirmasi positif, hafalan doa, dan nasihat? Manfaatkan momen ini untuk sounding kepada anak mengenai toilet training ya, moms. Lakukan jauh-jauh hari sebelum toilet training dimulai dan secara terus menerus sampai lulus toilet training.
  • Kenalkan dan ajarkan
    Sebelum toilet training dilakukan, moms bisa kenalkan apa itu BAK dan BAB, bagaimana rasanya, dimana seharusnya BAB/BAB dilakukan, bagaimana adabnya, dan lain sebagainya. Pengenalan dapat dilakukan melalui media buku ataupun terjun langsung ke lapangan. Untuk anak perempuan, moms bisa tunjukan langsung bagaimana moms BAK dan BAB di toilet. Sedangkan untuk anak laki-laki, dads yang harus mengambil peran ini agar mudah diterima oleh si anak. Setelah pengenalan, ajarkan pula anak cara mengkomunikasikan jika anak hendak BAK/BAB.
  • Lakukan langsung di toilet
    Toilet training sebaiknya langsung dilakukan di toilet sesungguhnya untuk memudahkan moms dan tidak membuat anak bingung karena harus beradaptasi dua kali. Moms bisa gunakan potty seat agar anak nyaman duduk di toilet.
    Jika moms menggunakan pispot saat toilet training, maka moms harus siap untuk melakukan training kembali agar anak mau BAK/BAB di toilet sesungguhnya.
  • Cukup kenakan celana dalam
    Saat toilet training dilakukan, sangat tidak dianjurkan tetap menggunakan pospak. Dengan memakaikan anak celana dalam, anak akan mengenal sebab akibat serta sensasi yang ditimbulkan jika ia mengompol. Jika moms merasa sangat kerepotan, moms bisa gunakan training pants sesekali agar urine tidak berceceran, namun tidak sering ya moms.
  • Jangan bosan mengajak anak ke toilet dan catat jadwal BAK-nya
    Saat awal-awal toilet training, ajaklah anak ke toilet 30 menit sekali atau 15 menit setelah ia minum. Moms jangan heran jika anak enggan BAK/BAB di toilet dan mengompol saat keluar dari toilet ya 😉. Jangan lupa catat kapan saja ia BAK sebagai panduan untuk mengajaknya ke toilet di esok hari. Setelah moms mengetahui polanya, moms bisa mundurkan jadwal secara bertahap ke 1 jam sekali sampai 2 jam sekali.
  • Tidak memarahi anak atau memberikan hukuman saat anak mengompol
    Sudah menjadi hal yang wajar anak mengompol saat toilet training. Tentu anak masih berusaha beradaptasi dengan hal yang baru dan mungkin masih bingung cara mengkomunikasikannya. Tidak menutup kemungkinan pula anak merasa tak lagi kuasa menahan hasrat BAK/BAB hingga akhirnya mengompol. Inilah ujian kesabaran bagi moms. Namun, tetap jaga level kewarasan moms ya, jangan pernah marahi atau hukum anak atas alasan ini karena dapat menyebabkan anak trauma yang akhirnya dapat menghambat jalannya toilet training.
  • Berikan reward, pujian dan semangat
    Selalu apresiasi segala bentuk usaha anak. Jika anak berhasil BAK/BAB di toilet berikan ia reward, misalnya moms memberikan satu stiker bintang untuk satu keberhasilannya. Selain itu, berikan pula pujian atas usaha dalam setiap prosesnya, baik sudah berhasil maupun belum. Jika toilet training belum berhasil, moms harus terus menyemangatinya agar anak semakin kooperatif menjalani fase toilet training.

Demikian tips dari Mommiesharing. Selalu ingat kunci keberhasilan dari toilet training ada pada kesabaran dan konsistensi moms. Semangat! Semoga bermanfaat ya, moms😉

Miranti Verdiana Ranu Muindro

Miranti Verdiana Ranu Muindro

Hello, I’m Mira and I’m One Happy Housewife! Allah has blessed me with an amazing husband and a wonderful son. I am half Javanese and half Sundanese. I love writing, organizing, home decorating, playing with my son, and planning out and making lists for everything! I am lucky enough to be a housewife and stay-at-home mom and do what I love everyday.

Related Posts