Menyusui Mommies Daily

3 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Pemberian ASI Perah

Air Susu Ibu (ASI) adalah sumber kekebalan bagi bayi Anda. Bahkan pemberian ASI sangat dianjurkan diberikan kepada bayi secara eksklusif dalam enam bulan pertama hidupnya. Mommies pasti sudah tahu kan manfaat pemberian ASI pada bayi?

Pemberian ASI pada bayi sebaiknya dilakukan secara langsung atau disebut Direct Breastfeeding (DBF) , selain bermanfaat untuk bayi juga bermanfaat untuk ibu menyusui. Namun, kerapkali ada kondisi khusus dimana DBF tidak dapat dilakukan atau sengaja tidak dilakukan dengan alasan tertentu. Bagaimana solusinya?

Mommies pasti sudah pernah mendengar tentang ASI perah atau sering disingkat ASIP. ASIP merupakan solusi bagi para ibu yang ingin tetap memberikan manfaat terbaik dari ASI meskipun bukan dengan cara DBF. Nah, agar manfaat dari ASI perah lebih maksimal, Anda dapat menambah informasi tentangnya seperti yang dijelaskan di bawah ini.

1. Wadah Penyimpanan ASIP

Terdapat berbagai macam jenis wadah untuk menyimpan ASIP, bisa berupa wadah kaca, wadah plastik polypropylene (PP) dan wadah baja. Ketiga jenis tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Wadah kaca yang baik yaitu yang terbukti tidak mudah pecah atau retak apabila disimpan lama di dalam freezer. Wadah plastik yang baik yaitu yang tidak mengandung Bisphenol A (BPA Free). Sementara itu, jika Anda memilih menggunakan kantong plastik sebaiknya pilih yang kokoh, dapat disegel dan disimpan di tempat yang tidak mudah terkontaminasi.

Pada akhirnya, yang harus diperhatikan untuk memilih jenis wadah adalah wadah yang mudah dibersihkan jika akan dipakai berulang, aman untuk menyimpan makanan, tidak mudah terkontaminasi, dan tidak mudah rusak. Selain itu, Anda harus selalu ingat untuk memberi label tanggal ASI perah ya, mommies.

2. Membersihkan wadah ASIP

Wadah ASIP sebenarnya tidak perlu disterilkan, meskipun boleh saja apabila mommies lebih yakin akan kebersihannya. Faktanya membersihkan wadah dengan dicuci air panas dan sabun sudah cukup.

3. Ketahanan Penyimpanan ASIP

Ketahanan ASIP dipengaruhi oleh suhu dari tempat penyimpanannya. Jadi, apabila anda ibu bekerja dan memerah ASI dari kantor, jangan lupa untuk menggunakan wadah semacam termos es yang diisi es beku atau ice pack atau blue ice. Berikut adalah rincian dari ketahanan ASI perah:

  1. Dalam suhu ruang di antara 19° hingga 25° Celcius, ASIP dapat bertahan selama 3 hingga 4 jam, sementara itu apabila di suhu di bawah 19° Celcius maka akan bertahan 6 jam.
  2. Apabila ditempatkan di kulkas bukan freezer yaitu di suhu antara 0° Celcius hingga 4° Celcius, ASIP akan bertahan selama 3-8 hari.
  3. ASI perah yang ditempatkan di freezer pada kulkas 1 pintu dengan suhu -15° Celcius atau lebih hangat akan bertahan lebih lama yaitu selama 2-3 minggu.
  4. Terakhir, ASIP yang disimpan di dalam freezer pada kulkas 2 pintu dengan suhu -17° Celcius atau lebih dingin bertahan paling lama yaitu selama 6 bulan.

Bagaimanapun cara kita memberikan ASI kepada buah hati kita, baik melalui DBF ataupun dengan ASI perah, semuanya memiliki manfaat yang sama baiknya. Semangat para pejuang ASI!

 

Sumber :

  • Irsal, Fitra Sukrita, dr, IBCLC, dr. Gita Tiara Paramita, Wawan Sugianto, Lc. 2017. A to Z ASI dan Menyusui. Jakarta : Pustaka Bunda

Sumber gambar :

Ciptaningtyas D. A. Ikaningrum

Seorang Ibu muda yang ingin sepenuhnya membersamai anak di rumah dan menjadikan rumah sebagai tempat bermain yang menyenangkan.
Follow Me:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *