Mommies Info Mommies News

3 Hal Ini Bisa Bikin Pernikahan Langgeng Seperti Pasangan Ainun dan BJ Habibie

Genap seminggu sudah sejak Bapak BJ Habibie kembali dipertemukan dengan istri tercintanya, ibu Ainun. Meski demikian, kisah cinta beliau masih banyak dituliskan oleh masyarakat sampai saat ini. Ditengah maraknya kasus-kasus perceraian, kisah beliau hadir untuk memberikan sudut pandang baru bagi pasangan suami istri (pasutri) di Indonesia.

Jika kita mencoba untuk menelaah kisah cinta Ibu Ainun dan Bapak BJ Habibie, ada 3 kunci kelanggengan pernikahan beliau. Ketiga hal tersebut dapat dipaparkan dengan teori cinta dari Sternberg dalam The Triangular Theory Of Love yaitu:

1. Intimacy (Keintiman)
yaitu elemen emosional yang meliputi kedekatan dan keterikatan secara emosional kepada pasangan. Di dalamnya juga ada unsur kehangatan dalam hubungan percintaan.

Pada pernikahan ibu Ainun dan bapak BJ Habibie, keintiman beliau dapat kita lihat pada surat yang ditulis dari bapak BJ Habibie untuk ibu Ainun yang dilansir dari kompas.com.
Berikut cuplikannya:

“Terima kasih Allah, Engkau telah lahirkan saya untuk Ainun dan Ainun untuk saya. Terima kasih Allah, Engkau telah pertemukan saya dengan Ainun dan Ainun dengan saya. Terima kasih Allah tanggal 12 Mei 1962 Engkau nikahkan saya dengan Ainun dan Ainun dengan saya”

2. Passion (Hasrat)
adalah elemen motivasional, penuh hasrat yang meliputi romantisme, ketertarikan secara fisik dan seksual terhadap pasangan, juga adanya kerinduan untuk bersatu dengan pasangan.

Pada unsur hasrat ini, kita dapat melihatnya dalam perkataan bapak BJ Habibie untuk kembali bertemu dengan istrinya. Isi perkataan yang beliau tulis adalah sebagai berikut :

“Sekarang tidak takut mati. Kalau sakit, saya nggak takut. Andaikata saya dipanggil Allah dan masuk dimensi lain, yang akan menemui saya pertama kali bukan ibu dan keluarga saja, tapi juga Ainun”.

Ungkapan beliau tersebut menggambarkan adanya kerinduan pada beliau untuk kembali bertemu dengan isterinya.

3. Commitment (Komitmen)
ialah elemen kognitif yang dalam jangka pendek mengandung keputusan untuk mencintai pasangannya dan dalam jangka panjang mengacu pada komitmen untuk mempertahankan dan menjaga cintanya. Komitmen inilah yang memiliki peran untuk mempertahankan kelanggengan dalam suatu hubungan cinta. Komitmen ini juga bisa kita lihat dalam kehidupan pernikahan beliau.

Kutipan perkataan ibu Ainun seperti yang tertuang dalam halaman nasional.kompas.com yaitu :

“…Kalau orang menikah, `kan harus the big you and the small I,” ujar Ainun seperti dikutip Solichin Salam dalam biografi BJ Habibie Mutiara dari Timur (1986)”.

Kutipan tersebut seolah jelas menggambarkan bahwa Ibu Ainun dengan rela berkomitmen kepada diri sendiri untuk mengalah kepada sang suami dalam rumah tangga. Dari sekian banyak orang dan juga tulisan yang menyatakan bahwa suami harus memahami istri dan suami harus mengalah. Namun tidak demikian dengan ibu Ainun.

Hadirnya 3 komponen cinta tersebut sudah barang tentu tidak hanya dianut oleh salah satu pihak saja, tetapi kedua belah pihak sebagai timbal balik dalam suatu ikatan pernikahan. Dengan demikian, pernikahan seperti halnya yang telah dicontohkan oleh ibu Ainun dan bapak BJ Habibie, semoga bisa juga kita jalani bersama pasangan kita.

 

Sumber bacaan:

Sumber gambar:

Maulia Nur Adrianisah

Saya seorang wanita yg bangga memiliki profesi utama menjadi ibu rumah tangga. Juga seorang istri dari sesosok laki-laki yg senang mengajar dan menulis. Namun lebih terlihat cahayanya ketika menulis, lalu tanpa disadari saya pun mengikuti jejaknya. Semoga apapun yg kami tuliskan, bermanfaat bagi banyak orang, khususnya kami sendiri sebagai manusia yg masih perlu banyak belajar.
Follow Me:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *