Mommies Daily

3 Batasan Waktu Penggunaan Smartphone Bagi Anak

Smartphone merupakan telepon pintar yang memiliki beraneka ragam fungsi. Mulai dari sarana penambah pengetahuan, sarana hiburan, bahkan sarana mencari nafkah.
Meskipun demikian, tidak demua orang dapat memanfaatkannya dengan baik. Sebagian besar orang akan menghabiskan waktunya hanya untuk melihat-lihat sosial media tanpa disadari.

Orang tua mendampingi anak dalam penggunaan smartphone

Anak merupakan individu yang harus dibimbing dan dididik dalam banyak hal. Salah satunya dalam penggunaan gadget. Bagi orang tua, persepsi gadget untuk anak adalah sebagai sarana pengenalan teknologi, informasi dan komunikasi, sebagai media edukasi untuk menambah wawasan anak dan sebagai sarana hiburan agar anak tidak cerewet dan rewel.

Namun demikian, banyak dari orang tua yang memberikan smartphone bagi anaknya hanya agar anak bisa tenang, tidak cerewet dan rewel. Orang tua merasa tenang menyelesaikan pekerjaan anak-anaknya tanpa harus khawatir akan “gangguan” dari putra putrinya.

Banyak orang tua kurang menyadari, bahwa pemberian gadget pada anak, hendaknya diberikan pada usia mulai 14 tahun. Hal ini telah diterapkan oleh Bill Gates kepada anak-anaknya. Selain itu, Bill Gates juga membatasi waktu screen time anak, tidak memperbolehkan anak membawa ponsel saat makan dan menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga.

Jika mommies dan keluarga ingin memberikan waktu bagi anak berkenalan dengan smartphone, berikut batasan-batasan waktunya sesuai dengan tingkat usia:

1. Anak dibawah usia 2 tahun tidak disarankan untuk bermain gadget. Jika memang terpaksa, berikan gadget tidak lebih dari 1 jam dan dengan pengawasan orang tua.

2. Anak dengan usia 2-5 tahun, disarankan untuk mengakses smartphone tidak lebih dari 1 jam dengan konten yang kita pilihkan dan dibawah pengawasan orang tua.

3. Untuk anak usia 6 tahun ke atas, berikan gadget dengan kesepakatan bersama. Misalnya hanya 2 jam sehari dan dilakukan setelah pulang sekolah dan selesai mengerjakan PR, tidak membawanya ke ruang makan dan mengawasi setiap akses yang dilakukan.

Harapannya, efek negatif dari gadget bisa kita kurangi. Selain itu, anak lebih banyak berkumpul dengan keluarga serta memainkan permainan yang baik bagi tumbuh kembangnya bersama teman-temannya di luar rumah.

Sumber bacaan:

Sumber gambar:

Maulia Nur Adrianisah

Saya seorang wanita yg bangga memiliki profesi utama menjadi ibu rumah tangga. Juga seorang istri dari sesosok laki-laki yg senang mengajar dan menulis. Namun lebih terlihat cahayanya ketika menulis, lalu tanpa disadari saya pun mengikuti jejaknya. Semoga apapun yg kami tuliskan, bermanfaat bagi banyak orang, khususnya kami sendiri sebagai manusia yg masih perlu banyak belajar.
Follow Me:

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *