Tersebar Video Ibu Membentak Anak, Ketahui 3 Penyebab Berubahnya Fitrah Ibu

Setiap wanita terlahir dengan fitrah ibu yang telah terinstal dari Allah. Pada dasarnya, wanita terlebih sebagai ibu memiliki rasa cinta, kasih sayang dan lemah lembut pada anak. Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa adalah penggalan lirik lagu ciptaan SM. Mochtar. Namun, terkadang fitrah ibu menjadi berubah karena berbagai faktor dan kondisi.

Dilansir dari bogor.tribunnews.com bahwa ada sebuah berita yang mengabarkan seorang ibu membentak anak yang duduk di bangku SD karena meraih peringkat 3. Kabarnya, sang ibu sudah melakukan pernyataan maaf di hadapan kepala sekolah dan wali kelas anaknya dan berjanji tidak membuat video viral seperti itu lagi.

Mommies, penyebab kemarahan dan bentakan ibu tersebut karena banyak faktor. Tapi pasti ada pemicu yang menjadikan fitrah cinta ibu berubah dan meluapkan emosi negatif pada anak. Berikut 3 hal penyebabnya yang perlu diketahui:

1. Luka pengasuhan
Luka pengasuhan bisa didapat dari inner child negatif. Menurut psikolog, Gita Aulia, M.Psi, inner child adalah bagian dalam diri seseorang yang dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu terutama terkait tentang pola asuh. Bisa saja sang ibu membentak anak tersebut karena pernah merasakan pengasuhan dengan orang tua yang menginginkan prestasi baik di masa kecilnya. Cara memutus rantai luka pengasuhan agar tidak turun menurun dengan menyadari, menerima, memetakan dan memaafkan.

2. Menjalankan peran ganda
Penyebab emosi negatif yang merusak fitrah cinta ibu bisa karena menjalani peran ganda. Peran ganda sebagai ibu juga ayah. Perlunya mengomunikasikan kepada suami bahwa pengasuhan juga memerlukan peran ayah. Perlu diketahui, bahwa suami adalah penyebab stres paling tinggi dibandingkan usilnya anak. Jika berperan sebagai single mom maka perlu ayah ideologis untuk anak, saat merasa terlalu berat.

Ibu menjalankan peran ganda dalam rumah tangga

3. Kurang mampu mengelola emosi
Emosi adalah hal wajar tapi pada tingkatan tertentu bisa membahayakan diri sendiri atau orang lain. Dalam pengasuhan, emosi negatif kemarahan dapat merusak hubungan baik antara ibu dan anak. Akibatnya anak merasa tidak nyaman dekat dengan ibunya. Islam membagi emosi kemarahan dalam empat tingkatan, antara lain kurhun, sukhtun, ghodbun dan la’natun. Tingkatan tersebut untuk mengetahui sejauh mana seorang ibu harus mengerem diri saat marah. Jika memang harus marah, semoga dapat menguatkan tekad untuk berada di level kemarahan wajar. Sebisa mungkin menjaga lisan saat marah dengan mengucapkan doa baik untuk masa depan anak.

Mommies, saat mendengar kabar tentang ibu membentak anak, anak dimarahi ibu dan sejenisnya, tentu menjadikan perasaan sedih. Sebagai sesama ibu, perlu mengambil pelajaran berharga dan melihatnya dari sudut pandang berbeda. Karena tidak mengetahui asal usul keluarga dan penyebab utama kejadian tersebut. Semoga semua ibu bisa menjaga fitrah cinta kasih sayang yang dianugerahi Allah dengan dukungan baik dari keluarga.

Sumber:

Sumber:
https://m.cnnindonesia.com/hiburan/20161222133605-227-181513/si-pemalu-di-balik-lagu-kasih-ibu

https://mommiesharing.com/andien-aisyah-akan-terbitkan-buku-kolaborasi-dengan-ahli-inner-child-berikut-tips-memutus-rantai-luka-pengasuhan/

Almeera, Febrianti. 2018. Saatnya Ibu Menjadi Ibu. Bandung. Strong From Home Publishing

Sumber ilustrasi:

– today.line.me

– lifestyle.sindonews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *