Kurangi Gadget, Mari Kenalkan Jenis Permainan Anak Sesuai Tahap Usianya

Permainan merupakan hal yang penting bagi anak, bukan sekedar sarana hiburan belaka. Banyak aspek psikologis yang berkembang saat mereka bermain. Misalnya, aspek imajinasi, aspek motorik, aspek sosial, emosional dan sebagainya.

Sebagai orang tua, ada baiknya kita memberikan waktu bermain yang cukup bagi anak. Adanya gadget atau gawai pada zaman seperti saat ini membuat orang tua cenderung lebih sering meminjamkan gadgetnya agar mereka tenang daripada ikut mengoceh dan melakukan permainan anak bersama dengan teman-temannya sebagaimana fitrahnya.

Beberapa dampak negatif seringnya anak bermain gadget adalah bagi mata. Mata mereka akan sering terpapar radiasi dari gadget. Selain itu, anak juga kurang mampu memusatkan perhatian dan cenderung menjadi hiperaktif. Oleh karena itu, mari kita pilihkan permainan yang lebih sehat bagi anak. Anak boleh diberikan mainan sejak usia 0 tahun lho, mommies. Inilah tahapan-tahapannya :

1. Usia 0-6 bulan
Pada usia ini, fungsi penglihatan dan pendengaran pada bayi mulai berkembang. Bayi juga mulai dapat menggenggam sesuatu. Selain itu, bayi mulai melihat dan mencoba mengikuti gerak dari benda yang kita mainkan. Ada baiknya kita berikan atau buatkan permainan anak dengan warna yang mencolok, ceria dan berbunyi ramai. Terlebih jika mainan itu bisa berbunyi. Salah satu contoh permainannya adalah icik-icik.

2. Usia 7-12 bulan
Dalam usia ini, bayi sudah mulai mengerti ketika namanya dipanggil. Bayi juga sudah mulai memahami nama beberapa anggota badan dan menunjuknya. Selain itu, bayi sudah mulai melatih motorik kasarnya. Gerakan-gerakan yang biasaya dilakukan yaitu rolling, duduk, merangkak dan berdiri.

Bayi di usia ini juga suka menyembunyikan, mengambil, membuang dan meletakkan kembali benda yg diambilnya. Untuk itu, bayi bisa diberikan alat permainan anak seperti boneka, mobil-mobilan plastik, set cangkir teh mainan, bola ataupun kubus. Pilih yang sekiranya aman untuk digigit ya, mommies.

3. Usia 1-2 tahun
Pada usia ini, anak biasanya sudah mampu untuk berdiri, dan mulai bisa berjalan tertatih, mulai belajar naik tangga dan mulai mengucapkan beberapa kata yang kita pahami artinya. Anak juga mulai mau untuk bermain dengan anak lain. Dalam usia ini, ada baiknya jika anak diberikan permainan antara lain buku cerita bergambar, memperkenalkan musik serta lagu juga nada, alat gambar yang aman dan sesuai untuk genggamannya seperti spidol besar dan kertas besar. Permainan pura-pura menelpon juga baik untuk membantu anak melatih komunikasinya. Selain itu, boneka dan stroller, aksesoris dandan, binatang dari plastik dan juga peg boards atau puzzle sederhana.

4. Usia 2 tahun
Pada usia ini, kemampuan bahasa anak sudah mulai lebih berkembang. Kata-kata yang diucapkan biasanya berjumlah 2 kata dan belajar menyampaikan keinginannya secara sederhana. Secara fisik anak juga mulai aktif dan senang dengan kegiatan fisik seperti berlari, melompat, memanjat dan sebagainya. Motorik halus pada anak mulai berkembang. Permainan anak yang dapat diberikan antara lain puzzle, lego, yang memiliki berbagai bentuk dan warna, set konstruksi, alat transportasi, furniture, boneka dan aksesoris serta permainan pasir atau air untuk merangsang motorik juga baik bagi anak.

5. Usia 3-6 tahun
Anak memiliki kemampuan bahasa lebih baik lagi di usia ini dan anak juga banyak bertanya dan berbicara. Selain itu, mereka senang untuk bermain dan menang, juga tidak suka menerima kekalahan. Untuk itu, anak bisa diajak untuk bermain dengan menggunakan peraturan seperti bermain bergiliran. Anak sudah dapat bermain permainan yang membutuhkan aturan khusus dan juga bermain di alam bebas karena kemampuan motorik kasar yang lebih baik.

Selain permainan anak seperti puzzle, kubus, lego, yang dapat membantu meningkatkan keterampilan membuat bentuk khusus, board games seperti permainan ular tangga atau halma dapat membantu anak untuk bermain dengan peraturan khusus. Agar imajinasinya terasah, permainan pura-pura seperti mobil-mobilan, telepon-teleponan atau boneka juga bisa diberikan.

Penggunaan warna dengan krayon atau pensil warna yang memiliki pegangan yang lebih kecil daripada spidol boardmarker juga dapat melatih kemampuan motorik halusnya. Untuk mengasah keterampilan motorik kasarnya, anak bisa diajak main berkeliling dengan sepeda, bola, bulutangkis dan sebagainya.

Kunci utamanya adalah coba pahami apa kemampuan anak yang mulai muncul pada usia tersebut. Membelikan permainan anak secara khusus bukanlah suatu hal yang penting, justru yang harus menjadi fokus utama adalah keterlibatan kita sebagai orang tua dan perhatian kita kepada kemampuannya di usia tersebut. Permainan tradisional seperti bermain bekel, lompat tali, congklak, engklek, pistol-pistolan dari tulang daun pisang dan sebagainya, bisa digunakan serta mengasah anak untuk kreatif menciptakan mainannya sendiri.

Sumber bacaan:

Sumber gambar:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *