Tragis! Bocah yang Pernah Diberi Hadiah Sepeda oleh Presiden Jokowi Bunuh Diri Akibat Di-Bully. Inilah 5 Tips Cegah Anak Menjadi Pelaku Bullying

Beberapa hari lalu warganet dikejutkan dengan kabar meninggalnya artis K-Pop yang bunuh diri karena depresi & sering dibully warganet melalui akun sosial medianya. Ternyata kejadian tersebut pun terjadi di negeri ini, kali ini bukan menimpa artis melainkan seorang bocah kelas 2 SMP di Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang pernah dihadiahi sepeda oleh Presiden Joko Widodo.

Dilansir dari vivanews, seorang anak yang berinisial YSS ini ditemukan tewas gantung diri pada Senin, 14 Oktober 2019, pukul 10.00 WITA di rumah bekas tempat tinggalnya bersama keluarganya. Kabarnya, sebelum meninggal ia juga menuliskan sebuah surat yang berisi tentang curahan hatinya.

YSS nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri karena ia tak tahan dengan perlakuan teman sebaya nya yang suka mem-bully dengan ucapan bahwa ia adalah anak pembunuh & anak tukang cor. Rupanya, rumah tempat ia gantung diri itu sudah tidak ditinggali sejak 7 tahun lalu semenjak ibunya meninggal akibat dibunuh ayah kandung nya sendiri dengan cara di cor dalam bak semen di samping rumah tersebut. Hal membuat ayahnya masih di penjara sampai saat ini & hal itu pula yang membuat YSS menaruh dendam pada sang ayah hingga ingin menghabisi ayahnya.

Menurut beberapa laporan, ternyata YSS ini terbilang anak yang berprestasi di sekolahnya. Ia selalu mendapat peringkat kelas bahkan mengikuti lomba olimpiade matematika & IPA saat kelas 5 SD hingga ke tingkat Provinsi. Ia juga pernah dihadiahi sepeda oleh Presiden Jokowi karena bisa menghapalkan Pancasila dengan benar. Ia juga dikenal sebagai anak periang namun sedikit tertutup.

Berkaca dari kejadian diatas, garis besar yang akan saya ambil disini adalah bullying. Bullying biasanya terjadi saat anak mengintimidasi teman sebaya nya yang lebih lemah atau memiliki perbedaan. Bullying bisa berakibat fatal bagi korbannya yang tidak tahan menerimanya hingga akhirnya depresi & yang lebih tragis sampai nekat bunuh diri.

Sebagai orang tua, tentu kita ingin anak-anak kita menjadi anak baik & tidak bertindak negatif seperti menjadi pelaku bullying ini kan, Mommies? Orang tua pastinya tidak ingin anaknya menyakiti orang lain baik secara verbal maupun fisik. Maka dari itu, penting sekali bagi orang tua untuk mencegah hal itu terjadi. Karena selain merugikan korban, bullying yang tidak ditangani dengan baik juga akan merugikan pelaku nya sendiri. Ia akan menjadi agresif & suka mengganggu orang lain yang nantinya akan susah untuk menjalin persahabatan dengan teman sebayanya.

Mommies pasti tak ingin hal itu terjadi. Berikut adalah tips agar anak tidak menjadi pelaku bullying yang sudah Mommiesharing rangkum.
1. Memberikan pengertian pada anak bahwa hal itu tidak baik
Kebanyakan anak yang melakukan bullying itu tidak tahu kalo hal itu buruk (biasanya karena pengaruh teman lainnya). Maka dari itu penting bagi orang tua memberi tahu bahwa tindakan ini tidak baik & dapat berdampak buruk. Selain dapat dijauhi oleh teman, beri tahu kepadanya bahwa ada bahaya lain misalnya akan dihukum oleh sekolah jika bullying dilakukan di sekolah.

2. Memberikan pelajaran tentang menghargai perbedaan
Karena bullying biasa terjadi karena perbedaan, maka menghargai perbedaan perlu diajarkan kepada anak agar ia tidak mengejek temannya yang berbeda. Bisa dilakukan dengan cara memberi tahu si kecil bahwa hal itu tidak baik & bisa juga Mommies mengajak si Kecil berkunjung ke panti asuhan anak berkebutuhan khusus untuk mengajari sikap empati terhadap perbedaan. Penting juga bagi Mommies untuk menanyakan kepada pihak sekolah terkait interaksi si Kecil dengan teman sekolahnya agar tahu bagaimana perilaku anak ketika tidak bersama orang tua.

3. Menanamkan empati pada diri si Kecil
Empati bisa menjadi benteng untuk tidak melakukan bullying karena ia mampu memposisikan diri sebagai orang lain & juga mampu merasakan emosinya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara orang tua memberi contoh atau dengan mengajak anak menolong teman sebaya nya yang berkekurangan & membantu korban bencana.

4. Memberi contoh
Anak adalah imitasi orang tua, maksudnya adalah anak meniru perilaku orang tua nya. Maka dari itu, sebagai orang tua sebaiknya kita menjadi tauladan yang baik bagi anak-anak. Sebaiknya terapkan sikap tenang saat anak melakukan kesalahan, bukan membentak bahkan memberikan hukuman fisik. Karena jika anak sering dimarahi ia akan sulit mengatur emosi nya dan cenderung akan menjadi lebih agresif nantinya. Mommies juga bisa menerapkan metode time out dalam mendisiplinkan anak.

5. Berkonsultasi dengan dokter atau psikolog
Jika keempat hal diatas sudah dilakukan dan Mommies masih kesulitan dalam mengontrol perilaku anak yang negatif, maka datang kepada dokter maupun psikolog adalah hal tepat. Karena mereka akan membantu mengatasi permasalahan emosi yang terjadi pada anak dengan cara konseling.

Semoga bermanfaat.

Sumber:
https://www.vivanews.com/berita/nasional/13630-diolok-olok-bocah-yang-pernah-dihadiahi-sepeda-dari-jokowi-bunuh-diri

https://hellosehat-com.cdn.ampproject.org/v/s/hellosehat.com/parenting/tips-parenting/agar-anak-tidak-membully/amp/

Sumber Gambar:
https://www.educenter.id/6-cara-cerdas-menghadapi-bullying-di-sekolah/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *